Estimasi Biaya Hidup di Depok 2026 untuk Mahasiswa, Lengkap dengan Rinciannya

Cek rincian biaya hidup di depok untuk mahasiswa ini biar merantau lebih tenang.
Setelah pengumuman SNBT 2026 pada 25 Mei 2026 kemarin, banyak calon mahasiswa akhirnya resmi melangkah ke fase baru, yaitu mempersiapkan kehidupan di kota rantau. Buat yang lolos di Universitas Indonesia atau kampus sekitar Depok, satu hal yang langsung jadi perhatian biasanya adalah biaya hidup.
Depok memang sudah lama dikenal sebagai salah satu kota tujuan favorit mahasiswa. Lokasinya strategis, dekat dengan Jakarta, dan punya ekosistem penunjang kehidupan kampus yang cukup lengkap, mulai dari tempat makan murah, transportasi, sampai pilihan kost yang beragam. Tapi di balik itu semua, penting untuk punya gambaran realistis soal pengeluaran bulanan. Supaya nanti tidak kaget di tengah jalan, dan bisa mulai mengatur keuangan sejak awal merantau.
Secara umum, biaya hidup di Depok untuk mahasiswa berada di kisaran Rp3.000.000 hingga Rp4.500.000 per bulan, tergantung gaya hidup dan pilihan tempat tinggal. Buat kamu yang baru akan pindah ke Depok, artikel ini bisa jadi panduan awal. Sementara buat yang sudah kuliah, ini juga bisa jadi bahan evaluasi, apakah pengeluaran kamu selama ini masih terkontrol atau justru mulai membengkak.
Kalau kamu lagi cari hunian, kamu juga bisa cek berbagai pilihan kost dekat UI yang sudah fully furnished dan siap huni biar nggak ribet di awal pindah.
Baca Juga: Link Web Resmi Pengumuman SNBT 2026 dan Mirror, Ini Cara Ceknya
Berapa Biaya Hidup di Depok untuk Mahasiswa?

Kalau ditarik secara umum, biaya hidup mahasiswa di Depok bisa dibagi jadi tiga kategori. Untuk gaya hidup hemat, biasanya berada di kisaran Rp2.800.000–Rp3.200.000 per bulan. Untuk gaya hidup standar, sekitar Rp3.300.000–Rp4.000.000. Sementara untuk yang lebih nyaman, bisa mencapai Rp4.500.000 atau lebih.
Perbedaan ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dari lokasi kost, fasilitas hunian, kebiasaan makan, hingga seberapa sering kamu pulang kampung atau nongkrong. Supaya lebih kebayang, kita breakdown satu per satu.
1. Biaya Kost di Depok
Biaya kost jadi komponen terbesar dalam pengeluaran bulanan. Di Depok, harga kost sangat bergantung pada lokasi, terutama kedekatannya dengan kampus UI, serta fasilitas yang ditawarkan.
Kost standar tanpa AC biasanya berada di kisaran Rp800.000 hingga Rp1.500.000 per bulan. Sementara kost dengan fasilitas lebih lengkap seperti AC, kamar mandi dalam, dan furnished bisa mencapai Rp1.800.000 hingga Rp3.000.000.
Kalau kamu ingin lebih praktis, memilih hunian seperti Rukita bisa jadi opsi. Selain sudah fully furnished, fasilitas seperti WiFi, laundry, dan cleaning juga sudah termasuk, jadi kamu nggak perlu keluar biaya tambahan lagi.
Beberapa pilihan unit kost dekat UI yang bisa kamu pertimbangkan antara lain:
Rukita Pepaya Margonda Depok

Berlokasi di kawasan Pondok Cina, unit ini cocok buat mahasiswa yang ingin tinggal dekat UI sekaligus punya akses mudah ke Stasiun UI dan area Margonda. Kamarnya sudah fully furnished dengan fasilitas seperti AC, kamar mandi dalam, WiFi, laundry, hingga cleaning service yang sudah termasuk dalam biaya sewa. Cocok untuk kamu yang ingin hidup lebih praktis tanpa ribet urusan tidak perlu.
Rukita Akasia Depok

Kalau kamu mencari suasana kost yang lebih nyaman dan homey di area Kukusan, unit ini bisa jadi pilihan menarik. Lokasinya dekat UI dan punya fasilitas lengkap untuk menunjang aktivitas mahasiswa, termasuk rooftop dan area komunal yang nyaman untuk belajar atau sekadar istirahat setelah kuliah

Berada di area strategis dekat kawasan kampus dan fasilitas umum, unit ini cocok untuk mahasiswa yang punya mobilitas tinggi. Dengan konsep coliving modern dan fasilitas yang sudah all-in, kamu bisa lebih fokus menjalani aktivitas kuliah tanpa perlu memikirkan kebutuhan tambahan seperti internet atau laundry.
Kalau kamu ingin lihat opsi lainnya, kamu bisa langsung cek rekomendasi kost dekat UI dari Rukita untuk menemukan hunian yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget kamu.
2. Biaya makan sehari-hari

Untuk urusan makan, Depok termasuk cukup ramah di kantong mahasiswa. Di sekitar UI, kamu bisa menemukan banyak pilihan makanan murah.
Kalau kamu makan di warteg atau warung kampus, rata-rata pengeluaran sekitar Rp15.000–Rp25.000 per sekali makan. Dalam sehari, totalnya bisa sekitar Rp40.000–Rp60.000, atau sekitar Rp1.200.000–Rp1.800.000 per bulan. Kalau kamu sesekali mix dengan delivery atau makan di kafe, angkanya bisa naik ke Rp1.800.000–Rp2.500.000 per bulan.
Sementara kalau kamu memilih masak sendiri, biaya bisa lebih hemat, sekitar Rp700.000–Rp1.200.000 per bulan, tergantung pola belanja. Tapi tentu perlu akses dapur atau minimal rice cooker. Beberapa spot makan murah yang populer di sekitar UI antara lain kawasan Margonda, Kantin Sastra UI, dan area Kukusan yang terkenal dengan pilihan makanan mahasiswa.
3. Biaya transportasi

Transportasi di Depok cukup fleksibel tergantung lokasi kost kamu. Kalau tinggal dekat kampus, kamu bisa jalan kaki atau naik sepeda, yang berarti hampir tanpa biaya. UI juga punya fasilitas bus kampus (Bikun) yang bisa digunakan gratis oleh mahasiswa.
Kalau menggunakan ojek online, rata-rata biaya harian sekitar Rp10.000–Rp25.000. Dalam sebulan, bisa mencapai Rp300.000–Rp700.000. Kalau bawa motor pribadi, kamu perlu menyiapkan sekitar Rp200.000–Rp400.000 per bulan untuk bensin, belum termasuk parkir dan servis.
4. Biaya internet dan kebutuhan entertainment

Kebutuhan digital sekarang jadi hal yang wajib. Untuk kuota HP, biasanya mahasiswa menghabiskan sekitar Rp50.000–Rp150.000 per bulan. Kalau kost belum menyediakan WiFi, biasanya ada biaya tambahan sekitar Rp100.000–Rp200.000 untuk patungan internet.
Namun, kalau kamu tinggal di Rukita, WiFi sudah termasuk dalam biaya sewa, jadi kamu bisa menghemat pengeluaran di bagian ini. Untuk subscription seperti Spotify, Netflix, atau tools pendukung belajar, biasanya berkisar Rp50.000–Rp150.000 tergantung kebutuhan.
5. Biaya hiburan dan rekreasi

Hidup di Depok nggak melulu soal kuliah. Nongkrong dan healing juga jadi bagian dari keseharian mahasiswa. Sekali nongkrong di kafe, rata-rata menghabiskan Rp30.000–Rp70.000. Dalam sebulan, biasanya mahasiswa nongkrong sekitar 4–8 kali.
Untuk hiburan seperti nonton di bioskop, tiket berkisar Rp35.000–Rp50.000, belum termasuk makanan. Kalau ingin healing, lokasi seperti Bogor atau Jakarta bisa jadi pilihan, dengan biaya perjalanan yang masih relatif terjangkau.
6. Biaya kuliah dan akademik

Selain biaya hidup, ada juga kebutuhan akademik yang perlu diperhitungkan. UKT tentu berbeda tergantung golongan, jadi tidak bisa disamaratakan.
Namun untuk kebutuhan tambahan seperti print, fotokopi, dan alat tulis, biasanya berkisar Rp50.000–Rp150.000 per bulan. Untuk jurusan tertentu, biaya praktikum juga bisa menambah pengeluaran, belum termasuk iuran organisasi atau kegiatan kampus.
7. Dana darurat & pengeluaran tak terduga

Bagian ini sering diabaikan, padahal cukup penting. Idealnya, kamu menyisihkan sekitar 10–15% dari budget bulanan untuk dana darurat. Pengeluaran tak terduga bisa datang dari mana saja, mulai dari sakit, perbaikan gadget, hingga kebutuhan sosial seperti kado atau acara mendadak.
Estimasi Total Biaya Hidup Depok per Bulan
Setelah melihat rincian biaya dari masing-masing kebutuhan, mulai dari kost, makan, transportasi, hingga pengeluaran tambahan lainnya, kamu mungkin sudah mulai punya gambaran kira-kira berapa budget yang perlu disiapkan setiap bulan.
Supaya lebih mudah dibandingkan, berikut ini rangkuman estimasi biaya hidup di Depok untuk mahasiswa dalam tiga kategori, mulai dari gaya hidup hemat, standar, hingga nyaman. Perbedaan angka ini disesuaikan dengan pilihan tempat tinggal, kebiasaan makan, serta intensitas aktivitas harian kamu.
| Pos Pengeluaran | Hemat | Standar | Nyaman |
|---|---|---|---|
| Kost | Rp800.000 | Rp1.800.000 | Rp3.000.000 |
| Makan | Rp1.200.000 | Rp1.800.000 | Rp2.500.000 |
| Transport | Rp100.000 | Rp400.000 | Rp700.000 |
| Internet | Rp50.000 | Rp150.000 | Rp200.000 |
| Hiburan | Rp100.000 | Rp300.000 | Rp600.000 |
| Akademik | Rp50.000 | Rp100.000 | Rp150.000 |
| Dana darurat | Rp200.000 | Rp300.000 | Rp500.000 |
| TOTAL | Rp2.500.000 | Rp4.850.000 | Rp7.650.000 |
Kost vs Apartemen, Mana yang Lebih Worth untuk Mahasiswa UI?
Memilih antara kost atau apartemen sering jadi dilema buat mahasiswa, terutama di area Depok yang opsinya cukup beragam. Keduanya punya kelebihan masing-masing, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup kamu selama kuliah.
Kost masih jadi pilihan paling umum karena secara harga lebih terjangkau dan praktis untuk mahasiswa. Selain itu, suasana kost biasanya lebih “hidup” karena kamu tinggal bareng sesama anak rantau, jadi lebih mudah bersosialisasi dan punya circle baru. Fasilitasnya juga cukup menunjang kebutuhan harian, apalagi kalau kamu memilih kost modern seperti Rukita yang sudah include WiFi, laundry, dan cleaning, sehingga kamu nggak perlu repot urus hal-hal basic.
Di sisi lain, apartemen menawarkan tingkat privasi yang lebih tinggi. Kamu punya ruang sendiri yang lebih eksklusif, biasanya sudah dilengkapi fasilitas tambahan seperti gym, kolam renang, hingga keamanan 24 jam. Opsi ini cocok kalau kamu ingin suasana tinggal yang lebih tenang, atau berencana tinggal bareng teman.
Menariknya, dari segi biaya, apartemen tidak selalu lebih mahal. Kalau kamu patungan dengan dua atau tiga teman, menyewa unit apartemen 2BR bisa jadi jatuhnya setara dengan biaya kost mid-range per orang. Dengan begitu, kamu tetap bisa mendapatkan kenyamanan lebih tanpa harus keluar budget yang jauh berbeda.
Kalau kamu masih mempertimbangkan opsi ini, kamu bisa cek juga berbagai pilihan apartemen di Depok dari Rukita yang lokasinya strategis dekat kampus. Jadi, kamu bisa menyesuaikan pilihan hunian dengan kebutuhan, tanpa harus mengorbankan kenyamanan selama kuliah.
Tips Hemat & Atur Keuangan ala Anak Rantau

Hidup sebagai anak rantau memang identik dengan kebebasan, tapi di saat yang sama juga menuntut kamu untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan. Tanpa kontrol yang baik, pengeluaran kecil yang terlihat sepele bisa jadi membengkak di akhir bulan.
1. Atur budget dengan metode yang jelas
Salah satu cara paling sederhana untuk mulai mengatur keuangan adalah dengan membagi pengeluaran menggunakan metode 50/30/20. Artinya, sekitar 50% budget dialokasikan untuk kebutuhan utama seperti kost dan makan, 30% untuk keinginan seperti nongkrong atau hiburan, dan 20% disisihkan untuk tabungan atau dana darurat. Dengan pola ini, kamu tetap bisa menikmati hidup tanpa kehilangan kontrol atas finansial.
2. Manfaatkan promo & fasilitas mahasiswa
Sebagai mahasiswa, sebenarnya ada banyak keuntungan yang bisa dimanfaatkan. Mulai dari rekening khusus pelajar, promo e-wallet, sampai diskon menggunakan kartu mahasiswa. Hal-hal kecil seperti ini sering kali terasa sepele, tapi kalau dimaksimalkan bisa cukup membantu menghemat pengeluaran bulanan.
3. Pilih hunian yang sudah all-in
Tempat tinggal juga punya pengaruh besar terhadap kondisi keuangan kamu. Kost yang terlihat lebih mahal di awal belum tentu lebih boros kalau sudah mencakup banyak kebutuhan dasar.
Coliving seperti Rukita, misalnya, sudah include WiFi, laundry, dan cleaning service. Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan tersebut, sehingga pengeluaran jadi lebih terkontrol dan praktis.
4. Kurangi pengeluaran harian yang bisa ditekan
Menghemat bukan berarti harus menyiksa diri, tapi lebih ke pintar mengatur prioritas. Salah satu cara yang cukup efektif adalah mulai masak sendiri, setidaknya beberapa kali dalam seminggu. Selain lebih hemat, kamu juga bisa lebih menjaga pola makan.
Selain itu, kamu juga bisa patungan untuk berbagai layanan langganan seperti Netflix, Spotify, atau bahkan tools pendukung belajar. Dengan sistem berbagi, biaya bulanan jadi jauh lebih ringan.
5. Biasakan mencatat pengeluaran
Sering kali kita merasa sudah cukup hemat, tapi ternyata tidak benar-benar tahu ke mana uang itu pergi. Di sinilah pentingnya mencatat pengeluaran.
Kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Money Lover, Spendee, atau bahkan template sederhana di Notion untuk memantau cashflow bulanan. Dengan begitu, kamu bisa lebih sadar pola pengeluaran dan tahu bagian mana yang perlu ditekan.
6. Cari pemasukan tambahan
Kalau ingin lebih leluasa secara finansial, tidak ada salahnya mulai mencari penghasilan tambahan. Banyak mahasiswa yang mulai mencoba freelance, part-time, jadi asisten dosen, atau bahkan jualan kecil-kecilan. Selain menambah pemasukan, pengalaman ini juga bisa jadi bekal yang berguna setelah lulus nanti.
7. Hindari FOMO spending
Terakhir, yang sering jadi jebakan adalah FOMO. Nggak semua ajakan nongkrong harus diiyain, dan nggak semua tren harus diikuti.
Sesekali menikmati hidup itu penting, tapi tetap perlu ada batasan. Dengan begitu, kamu bisa menjaga keuangan tetap sehat tanpa kehilangan momen seru selama masa kuliah.
Secara keseluruhan, biaya hidup di Depok untuk mahasiswa masih tergolong menengah, terutama jika dibandingkan dengan Jakarta yang cenderung lebih mahal. Dengan kisaran Rp3 jutaan hingga Rp4,5 jutaan per bulan, kamu masih bisa hidup cukup nyaman selama bisa mengatur pengeluaran dengan bijak.
Namun yang sering luput disadari, kunci hidup hemat bukan cuma soal menekan pengeluaran harian, tapi juga soal mengambil keputusan yang tepat sejak awal, terutama dalam memilih tempat tinggal. Hunian yang strategis dan sudah mencakup banyak kebutuhan dasar bisa membantu kamu mengontrol budget tanpa harus ribet mengurus hal-hal kecil setiap hari.
Kalau kamu ingin tinggal lebih praktis dan nyaman selama kuliah di Depok, kamu bisa mulai dengan memilih kost yang sudah fully furnished dan all-in seperti Rukita. Selain menghemat waktu, pengeluaran kamu juga jadi lebih terprediksi setiap bulan.
Untuk lihat pilihan unit yang tersedia, kamu bisa langsung cek lewat aplikasi di Rukita atau hubungi tim Rukita via WhatsApp untuk konsultasi dan booking dengan lebih mudah.
Jangan lupa download aplikasi Rukita via Google Play Store atau App Store, bisa juga langsung kunjungi rukita.co. Follow juga akun Instagram Rukita di @rukita_indo, X di @rukita_id, dan TikTok @rukita_id untuk berbagai info hunian terkini serta promo menarik.
Bagikan artikel ini


