Berapa Estimasi Biaya Hidup di Solo 2026 untuk Mahasiswa? Ini Rinciannya

Cek berapa biaya hidup di Solo untuk mahasiswa biar bisa atur pengeluaran tanpa boncos!
Kalau kamu berencana kuliah di Solo, khususnya di Universitas Muhammadiyah Surakarta area Pabelan, ada satu hal yang cukup melegakan: Solo termasuk salah satu kota dengan biaya hidup paling ramah untuk mahasiswa di Indonesia.
Secara umum, biaya hidup di Solo untuk mahasiswa berada di kisaran Rp2.000.000 hingga Rp3.500.000 per bulan. Dengan angka ini, kamu sudah bisa menjalani lifestyle yang cukup nyaman tanpa harus terlalu menekan pengeluaran.
Inilah yang membuat Solo menarik. Bukan cuma murah, tapi juga “worth it” dari sisi kualitas hidup. Mulai dari makan enak dengan harga terjangkau, pilihan kost yang variatif, hingga gaya hidup santai yang cocok untuk fokus kuliah.
Buat kamu yang baru akan merantau, ini bisa jadi panduan biar lebih siap secara finansial. Sementara buat yang sudah kuliah di Solo, ini juga bisa jadi bahan evaluasi apakah pengeluaran kamu masih on track.
Berapa Biaya Hidup di Solo untuk Mahasiswa?

Kalau dilihat secara keseluruhan, biaya hidup di Solo bisa dibilang fleksibel tapi tetap ramah di kantong. Untuk gaya hidup hemat, kamu masih bisa bertahan di sekitar Rp2.000.000 per bulan.
Untuk gaya hidup standar yang lebih santai, biasanya di kisaran Rp2.500.000–Rp3.000.000. Sementara untuk yang ingin lebih nyaman, angka Rp3.500.000 sudah cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan tanpa banyak kompromi.
Perbedaan ini biasanya dipengaruhi oleh lokasi kost (misalnya area Pabelan vs pusat kota), gaya hidup, serta seberapa sering kamu nongkrong atau pulang kampung.
1. Biaya kost di Solo
Kalau ngomongin biaya hidup di Solo, komponen terbesar tetap ada di tempat tinggal. Kabar baiknya, area sekitar Universitas Muhammadiyah Surakarta, khususnya Pabelan, punya banyak pilihan kost dengan harga yang masih sangat ramah untuk mahasiswa.
Untuk kost standar tanpa AC dan kamar mandi luar, harganya biasanya mulai dari Rp400.000 hingga Rp800.000 per bulan. Sementara untuk kost dengan fasilitas lebih lengkap seperti AC, kamar mandi dalam, dan sudah furnished, kisarannya ada di Rp900.000 hingga Rp1.800.000 per bulan.
Perbedaan harga ini biasanya dipengaruhi oleh jarak ke kampus, fasilitas kamar, serta kondisi bangunan. Kost yang bisa jalan kaki ke kampus tentu akan sedikit lebih mahal dibanding yang lokasinya agak masuk ke dalam gang atau perlu naik motor.
Kalau kamu ingin hidup lebih praktis tanpa harus mengurus banyak hal, kamu juga bisa mempertimbangkan hunian dengan konsep all-in seperti Rukita. Dengan sistem ini, kebutuhan seperti WiFi, laundry, hingga cleaning sudah termasuk dalam satu biaya bulanan.
Artinya, meskipun harga di awal terlihat sedikit lebih tinggi, kamu justru bisa lebih hemat dan terkontrol karena tidak ada banyak pengeluaran tambahan di luar sewa kost. Kalau kamu ingin cari opsi yang dekat dengan kampus, kamu bisa langsung cek pilihan kost dekat UMS dari Rukita untuk menemukan unit yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget kamu.
Baca Juga: Keunggulan Rukita Kalyana House Petoran Solo, Kost Pria di Solo 1 Jutaan
2. Biaya makan harian

Salah satu alasan kenapa Solo jadi favorit mahasiswa adalah biaya makannya yang terkenal murah tapi tetap enak. Di sekitar kampus UMS Pabelan, kamu bisa dengan mudah menemukan makanan di kisaran Rp8.000–Rp15.000 per porsi.
Dalam sehari, rata-rata pengeluaran makan sekitar Rp25.000–Rp40.000, atau Rp750.000–Rp1.200.000 per bulan. Kalau sesekali kamu ingin upgrade dengan kafe atau delivery, budget bulanan bisa naik ke Rp1.200.000–Rp1.800.000.
Beberapa spot makan yang cukup ikonik di sekitar kampus antara lain Kantin Garuda UMS, area Gonilan, hingga berbagai warung penyetan dan ayam geprek di Pabelan yang hampir selalu ramai mahasiswa.
3. Biaya transportasi

Di Solo, motor pribadi bisa dibilang “raja” transportasi. Selain lebih fleksibel, biaya operasionalnya juga relatif murah. Bensin biasanya hanya sekitar Rp100.000–Rp250.000 per bulan, dengan biaya parkir yang sangat terjangkau dibanding kota besar lain.
Kalau kamu tinggal dekat kampus, bahkan kamu bisa menghemat lebih banyak dengan jalan kaki atau sepeda. Sementara untuk ojek online, tarifnya masih cukup ramah, sekitar Rp8.000–Rp15.000 per perjalanan.
4. Biaya internet dan hiburan digital

Untuk kuota, rata-rata mahasiswa menghabiskan sekitar Rp50.000–Rp150.000 per bulan. Kalau kost belum menyediakan WiFi, biasanya ada tambahan Rp100.000–Rp200.000 untuk patungan.
Namun, kalau kamu tinggal di Rukita, WiFi sudah termasuk, jadi kamu bisa menghemat pengeluaran di pos ini. Untuk subscription seperti Spotify atau Netflix, biasanya sekitar Rp50.000–Rp150.000 tergantung kebutuhan.
5. Biaya rekreasi

Meskipun biaya hidupnya murah, bukan berarti kamu kehabisan opsi hiburan di Solo. Untuk nongkrong, kamu bisa ke area Colomadu atau sekitar Manahan yang punya banyak pilihan kafe dengan harga masih ramah di kantong mahasiswa. Sekali nongkrong biasanya sekitar Rp20.000–Rp50.000.
Kalau ingin ke mall, Solo Square juga jadi salah satu pilihan yang cukup dekat dari area kampus. Sementara untuk aktivitas santai, CFD di Jalan Slamet Riyadi jadi favorit banyak mahasiswa untuk sekadar jalan pagi atau cari suasana baru tanpa harus keluar biaya besar.
6. Biaya kuliah dan akademik

UKT tentu berbeda tergantung golongan yang kamu dapatkan. Di luar itu, ada juga kebutuhan rutin seperti print, fotokopi, dan alat tulis yang biasanya menghabiskan Rp50.000–Rp150.000 per bulan.
Untuk jurusan tertentu, biaya praktikum juga perlu diperhitungkan, termasuk bahan dan perlengkapan tambahan. Belum lagi kegiatan organisasi atau UKM yang kadang membutuhkan iuran atau kontribusi tertentu.
7. Dana darurat dan pengeluaran tak terduga

Walaupun biaya hidup di Solo tergolong murah, bukan berarti semua pengeluaran bisa diprediksi. Justru yang sering bikin budget “jebol” biasanya datang dari hal-hal yang tidak direncanakan.
Misalnya tiba-tiba sakit dan harus ke klinik, motor perlu diservis, atau gadget yang dipakai sehari-hari mendadak rusak. Belum lagi kebutuhan sosial seperti patungan kado, kondangan teman, atau acara kampus yang sifatnya mendadak.
Pengeluaran seperti ini memang tidak terjadi setiap bulan, tapi ketika datang, biasanya cukup terasa. Oleh karena itu, penting untuk tetap menyisihkan dana khusus sebagai cadangan.
Idealnya, kamu bisa mengalokasikan sekitar 10–15% dari total pengeluaran bulanan untuk dana darurat. Dengan adanya buffer ini, kamu tidak perlu mengorbankan kebutuhan utama atau sampai kehabisan uang di akhir bulan saat ada kebutuhan mendadak.
Estimasi Total Biaya Hidup Solo per Bulan
Setelah semua kompenen di atas dihitung, berikut gambaran total biaya hidup mahasiswa di Solo yang bisa disesuaikan dengan sesuai gaya hidup:
| Pos Pengeluaran | Hemat | Standar | Nyaman |
|---|---|---|---|
| Kost | Rp500.000 | Rp1.200.000 | Rp2.000.000 |
| Makan | Rp800.000 | Rp1.300.000 | Rp1.800.000 |
| Transport | Rp100.000 | Rp300.000 | Rp500.000 |
| Internet | Rp50.000 | Rp150.000 | Rp200.000 |
| Hiburan | Rp100.000 | Rp300.000 | Rp500.000 |
| Akademik | Rp50.000 | Rp100.000 | Rp150.000 |
| Dana darurat | Rp150.000 | Rp250.000 | Rp400.000 |
| TOTAL | Rp1.750.000 | Rp3.600.000 | Rp5.550.000 |
Tips Hemat dan Atur Keuangan ala Anak Rantau

Mengatur keuangan saat merantau sebenarnya bukan soal menahan diri, tapi soal bagaimana kamu mengelola pengeluaran dengan lebih bijak. Salah satu cara yang bisa kamu terapkan adalah metode 50/30/20. Dengan membagi pengeluaran menjadi kebutuhan utama, keinginan, dan tabungan, kamu jadi punya gambaran jelas ke mana uang kamu pergi setiap bulan.
Selain itu, manfaatkan juga berbagai promo khusus mahasiswa, mulai dari e-wallet, diskon dengan kartu mahasiswa, hingga paket langganan yang lebih murah. Hal-hal kecil seperti ini kalau dikumpulkan bisa cukup membantu menghemat pengeluaran.
Pemilihan tempat tinggal juga berpengaruh besar. Kost yang sudah all-in seperti Rukita, misalnya, bisa membantu kamu mengontrol budget karena fasilitas seperti WiFi, laundry, dan cleaning sudah termasuk dalam biaya sewa. Di sisi lain, kamu juga bisa mulai mengatur pola konsumsi, misalnya dengan masak sendiri beberapa kali dalam seminggu agar tidak terlalu bergantung pada makan di luar.
Untuk kebutuhan hiburan, patungan langganan seperti Netflix atau Spotify juga bisa jadi solusi supaya tetap menikmati fasilitas tanpa harus keluar biaya penuh sendiri. Supaya lebih terkontrol, biasakan juga mencatat pengeluaran harian. Kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Money Lover atau Notion untuk membantu memantau kondisi keuanganmu.
Yang tidak kalah penting, hindari FOMO spending. Tidak semua ajakan nongkrong harus diikuti. Dengan memilih pengeluaran yang benar-benar penting, kamu bisa menjaga keuangan tetap stabil sampai akhir bulan.
Secara keseluruhan, biaya hidup di Solo untuk mahasiswa masih tergolong sangat terjangkau dibanding kota besar seperti Jakarta atau Bandung. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa hidup nyaman tanpa harus khawatir keuangan berantakan di tengah bulan. Kuncinya bukan cuma hemat, tapi juga memilih hunian yang tepat sejak awal.
Kalau kamu ingin tinggal lebih praktis dan tanpa ribet, kamu bisa langsung cek pilihan unit di Rukita atau hubungi via WhatsApp untuk booking kamar sesuai kebutuhanmu.
Jangan lupa download aplikasi Rukita via Google Play Store atau App Store, bisa juga langsung kunjungi rukita.co. Follow juga akun Instagram Rukita di @rukita_indo, X di @rukita_id, dan TikTok @rukita_id untuk berbagai info hunian terkini serta promo menarik.
Bagikan artikel ini

