·12 May 2023

7 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mengatasinya

·
5 minutes read
7 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mengatasinya

Penyebab bulu kucing rontok yang pantang disepelekan!

Kucing adalah hewan peliharaan yang sangat populer di seluruh dunia, karena sifat mereka yang lucu dan kebiasaan mereka yang menggemaskan. Namun, seperti halnya dengan hewan peliharaan lainnya, kucing memiliki masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka.

Salah satu masalah umum yang dialami oleh pemilik kucing adalah bulu kucing rontok. Kondisi yang terjadi pada kucing ini bukanlah hal yang aneh, namun perlu diwaspadai apabila terjadi kerontokan yang berlebihan.

Penyebab Bulu Kucing Rontok

Source: iStockphoto.com

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kerontokan bulu pada kucing. Agar kamu bisa berhati-hati, berikut penyebab umum bulu kucing rontok dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Baca juga: Arti Mimpi Digigit Kucing, Pertanda Rasa Takut?

1. Masa ganti bulu

Masa ganti bulu adalah salah satu penyebab paling umum bulu kucing rontok. Seperti manusia, bulu kucing juga tumbuh dan membutuhkan waktu untuk berkembang.

Setelah jangka waktu tertentu, bulu kucing yang sudah tua dan rusak akan rontok dan digantikan oleh bulu yang baru. Masa ganti bulu terjadi secara alami dan biasanya nggak memerlukan perawatan khusus.

Namun, selama masa ganti bulu, kucing dapat mengalami gatal dan rasa nggak nyaman, sehingga perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala yang nggak menyenangkan.

2. Penyebab bulu kucing rontok karena kurang gizi

Nutrisi adalah kunci untuk menjaga kesehatan kucing, termasuk kesehatan bulunya. Kurang gizi dapat menyebabkan bulu kucing rontok, kusam, dan nggak sehat.

Kucing yang nggak mendapatkan makanan cukup atau makanan yang nggak seimbang nutrisinya dapat mengalami kekurangan vitamin, mineral, atau asam lemak esensial yang mereka perlukan untuk pertumbuhan dan perawatan bulu yang sehat.

Untuk memastikan bahwa kucing kamu mendapatkan makanan yang cukup dan seimbang nutrisinya, periksa label makanan kucing dan pastikan makanannya memenuhi standar nutrisi yang ditetapkan.

3. Alergi

Alergi adalah kondisi umum pada kucing, yang dapat menyebabkan masalah bulu rontok. Kucing dapat mengalami alergi terhadap makanan, tungau, serbuk sari, dan bahan kimia lainnya yang digunakan dalam produk perawatan atau pembersih rumah tangga.

Gejala alergi pada kucing meliputi gatal-gatal, kulit kemerahan, dan rontoknya bulu. Jika kamu curiga bahwa anabul kamu mengalami alergi, konsultasikan dengan dokter hewan untuk memastikan diagnosis yang tepat dan perawatan tepat.

Baca juga: Manfaat Minyak Ikan untuk Kucing dan Cara Pemberiannya

4. Infeksi kulit

Infeksi kulit adalah masalah kesehatan umum pada kucing yang dapat menyebabkan bulu rontok. Kondisi yang terjadi pada kucing ini dapat disebabkan oleh jamur, bakteri, atau parasit. Gejala infeksi kulit meliputi rasa gatal yang parah, kulit kemerahan, kerontokan bulu, dan luka pada kulit.

Pengobatan yang tepat akan tergantung pada penyebab infeksi kulit, sehingga konsultasi dengan dokter hewan perlu banget kamu lakukan.

5. Penyebab bulu kucing rontok karena stres

Stres adalah faktor yang sering banyak orang abaikan dalam masalah bulu rontok pada kucing. Kucing yang mengalami stres yang berkepanjangan dapat mengalami kerontokan bulu yang berlebihan.

Banyak faktor dapat menjadi penyebab kondisi stres pada kucing, termasuk perubahan lingkungan, kehadiran hewan peliharaan baru, atau kepergian pemilik.

Penting untuk memperhatikan tanda-tanda stres pada kucing dan mencari cara untuk mengurangi stres, seperti memberikan kucing tempat berlindung yang tenang dan nyaman atau memberikan lebih banyak perhatian dan kehangatan.

Baca juga: Tips Merawat Kucing dan Anjing di Kost, Anabul Makin Nyaman

6. Perubahan hormonal

Perubahan hormonal juga dapat menyebabkan kerontokan bulu pada kucing. Kucing betina yang tidak steril mungkin mengalami kerontokan bulu yang berlebihan selama periode estrus.

Selain itu, kucing jantan yang mencapai kematangan seksual dapat mengalami kerontokan bulu di sekitar area genital mereka. Jika anabul kamu mengalami kerontokan bulu yang berlebihan karena perubahan hormonal, konsultasikan dengan dokter hewan untuk mencari solusi yang tepat.

7. Penyebab bulu kucing rontok karena kebiasaan menggigit dan menjilat

Kucing yang sering menggigit dan menjilat diri sendiri dapat mengalami kerontokan bulu yang berlebihan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan pada bulu dan kulit kucing, serta memicu kerontokan bulu yang berlebihan.

Jika anabul kamu memiliki kebiasaan ini, pastikan untuk mengalihkan perhatiannya dengan mainan atau aktivitas lain dan memperhatikan tanda-tanda stres yang mungkin menyebabkan kebiasaan ini.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:


Itu dia beberapa penyebab bulu kucing rontok yang perlu kamu perhatikan. Jangan salah merawat anabul kesayanganmu, ya.

Cari hunian dekat dengan kuliner, perkantoran, rumah sakit, maupun tempat strategis lainnya? Coba tinggal di Rukita saja!

Tak hanya di Jabodetabek dan pulau Jawa saja, seperti kost jogjakost malangkost semarang, maupun kost bandung. Ada juga di beberapa kota Indonesia lainnya!

Tapi, kalau kamu punya budget pas-pasan dan sedang mencari hunian harga ekonomis fasilitas lengkap, bisa kepoin Infokost.id. Tersedia kost di beberapa kota di Indonesia dengan harga sewa murah!

Jangan lupa unduh aplikasi Rukita via Google Play Store atau App Store, bisa juga langsung kunjungi www.rukita.co. Follow juga akun Instagram Rukita di @rukita_IndoTwitter di @rukita_Id, dan TikTok @rukita_id untuk berbagai info hunian terkini serta promo menarik.

Bagikan artikel ini