·18 September 2023

Virus Nipah: Gejala, Bahaya dan Fakta Kemunculannya

·
5 minutes read
Virus Nipah: Gejala, Bahaya dan Fakta Kemunculannya

Apa yang dimaksud virus Nipah? Yuk, kenali virus terbaru ini!

Waspada, akan ada virus baru! Kematian dua warga India akibat virus Nipah telah mencuat, sehingga penting bagi kita semua untuk tetap waspada. Yuk, simak bagaimana sebenarnya penularan virus Nipah terjadi dan apa saja langkah-langkah pencegahan yang dapat kamu lakukan.

Virus Nipah, atau NiV, adalah jenis virus zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi dan melalui kontak antar-manusia.

Inang alami dari virus Nipah adalah kelelawar buah yang berasal dari keluarga Pteropodidae. Virus ini termasuk dalam keluarga virus paramyxovirus dan dapat menginfeksi manusia serta hewan, terutama babi dan kelelawar.

Mengenal Virus Nipah

Source: Unsplash.com

Meski kasus infeksi Nipah jarang terjadi, virus ini dapat memiliki dampak yang sangat serius pada kesehatan manusia dan bisa menjadi ancaman serius bagi berbagai komunitas.

Berikut ini adalah informasi penting tentang gejala, bahaya, dan sejarah penyebaran virus Nipah yang perlu kamu perhatikan.

Baca juga: Diyakini Lebih Gawat dari Covid-19, Kenali Gejala dan Cara Penularan Virus Hendra di Indonesia

1. Awal munculnya Virus Nipah

Wabah pertama akibat Virus Nipah menelan korban lebih dari 100 orang di Malaysia dan memicu pemusnahan satu juta ekor babi dalam upaya untuk memberantas virus ini. Virus ini dinamakan sesuai dengan nama desa tempat virus pertama kali ditemukan pada tahun 1999.

Virus Nipah juga menyebar ke Singapura, dengan tercatat 11 kasus infeksi dan satu kematian di antara pekerja rumah pemotongan hewan yang berkontak dengan babi-babi yang diimpor dari Malaysia.

Bangladesh juga menghadapi wabah Virus Nipah dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 100 orang meninggal akibatnya sejak tahun 2001. Penyakit ini juga secara periodik terdeteksi di India, dan ini adalah wabah keempat di Kerala sejak tahun 2018.

Negara bagian ini telah berhasil memerangi wabah sebelumnya dalam waktu singkat melalui tes yang luas dan isolasi ketat terhadap individu yang berkontak dengan pasien.

Selain itu, beberapa negara lain yang berisiko terinfeksi meliputi Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, Filipina, dan Thailand, menurut informasi dari WHO, karena bukti-bukti virus ini telah ditemukan pada kelelawar di negara-negara tersebut.

Baca juga: Lindungi Diri dari Virus, Pelindung Tangan Ini Perlu Kamu Gunakan saat Pandemi

2. Gejala

Gejala infeksi Virus Nipah pada manusia dapat berkisar mulai dari tanpa gejala hingga infeksi saluran pernapasan akut (mild hingga parah), bahkan bisa berkembang menjadi ensefalitis (pembengkakan otak) yang fatal. Orang yang terinfeksi sering mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.

Gejala ini dapat diikuti oleh gejala seperti pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang mengindikasikan adanya peradangan pada otak (ensefalitis) yang akut. Pada kasus yang lebih parah, beberapa orang dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang serius, termasuk gangguan pernapasan akut.

Ensefalitis dan kejang bisa terjadi, dan dalam beberapa kasus, pasien dapat masuk dalam keadaan koma dalam waktu 24 hingga 48 jam. Beberapa gejala utama Virus Nipah meliputi berikut ini.

  • Demam tinggi: Infeksi Nipah biasanya dimulai dengan demam tinggi yang datang tiba-tiba.
  • Sakit kepala berat: Gejala berikutnya adalah sakit kepala yang parah.
  • Muntah-muntah: Muntah-muntah yang berulang dapat terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah demam muncul.
  • Masalah pernapasan: Sesak napas dan masalah pernapasan seringkali muncul beberapa hari setelah gejala awal.
  • Penurunan kesadaran: Pasien mungkin mengalami kebingungan atau penurunan kesadaran, yang pada akhirnya bisa berujung pada koma.
  • Gejala gastrointestinal: Beberapa individu juga dapat mengalami gejala pencernaan seperti diare.

3. Bahaya

Angka kematian akibat Virus Nipah ini sangat tinggi, bahkan jauh lebih tinggi daripada pandemi COVID-19. Tingkat kematian akibat COVID-19 berkisar antara 2 hingga 3 persen, sedangkan pada Virus Nipah, tingkat kematian bisa mencapai 40 hingga 70 persen.

Angka ini bervariasi tergantung pada wilayah yang terpapar, serta upaya surveilans epidemiologi penyakit menular dan manajemen pencegahan yang dilakukan.

Virus Nipah dapat menjangkit manusia melalui hewan, terutama babi dan kelelawar. Selain itu, penularan dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi virus ini.

Baca juga: 10 Manfaat Bawang Merah Mentah, Penting Bagi Kesehatan Tubuh

4. Langkah pencegahan virus nipah

Untuk mengurangi risiko terinfeksi oleh Virus Nipah, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil, yaitu mengurangi risiko penularan dari kelelawar ke manusia, dari hewan peliharaan ke manusia, dan dari manusia ke manusia.

Saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk Virus Nipah, tindakan terbaik adalah meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat. Berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi risiko penularan.

  • Cuci buah dengan bersih: Sebelum mengonsumsinya, pastikan untuk mencuci buah-buahan dengan bersih.
  • Buang buah yang digigit kelelawar: Jika ada tanda-tanda gigitan kelelawar pada buah, sebaiknya buang buah tersebut.
  • Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung: Saat menangani hewan yang sakit, pastikan untuk menggunakan sarung tangan dan pakaian pelindung

Artikel menarik lainnya:


Virus ini merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia yang perlu diperhatikan. Pemahaman mengenai gejalanya dan tingkat bahayanya sangat krusial dalam upaya mengurangi risiko penularan serta dampak yang mungkin timbul pada masyarakat. Selalu jaga kesehatan kamu, ya!

Cari hunian dekat dengan kuliner, perkantoran, rumah sakit, maupun tempat strategis lainnya? Coba tinggal di Rukita saja!

Tak hanya di Jabodetabek dan pulau Jawa saja, seperti kost jogjakost malangkost semarang, maupun kost bandung. Ada juga di beberapa kota Indonesia lainnya!

Tapi, kalau kamu punya budget pas-pasan dan sedang mencari hunian harga ekonomis fasilitas lengkap, bisa kepoin Infokost.id. Tersedia kost di beberapa kota di Indonesia dengan harga sewa murah!

Jangan lupa unduh aplikasi Rukita via Google Play Store atau App Store, bisa juga langsung kunjungi www.rukita.co. Follow juga akun Instagram Rukita di @rukita_indoTwitter di @rukita_id, dan TikTok @rukita_id untuk berbagai info hunian terkini serta promo menarik.

Bagikan artikel ini