T

Terapi Anak Tidak Mau Makan Nasi: Perhatikan Penyebab hingga Tips Mengatasinya

Sebelum melakukan terapi pada anak yang tidak mau makan nasi, cari tahu penyebabnya.

GTM atau Gerakan Tutup Mulut menjadi problema yang kerap dialami oleh banyak orang tua. Gerakan tutup mulut pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya mulut tidak nyaman, bosan terhadap pilihan makanan itu-itu saja, kurang menyukai makanan yang disajikan, dan lain-lain.

Salah satu makanan yang sering dihindari oleh banyak anak, yaitu nasi. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa anak tidak mau makan nasi. Salah satunya faktor yang paling memungkinkan adalah rasa dan tekstur dari nasi itu sendiri.

Beberapa anak lebih memilih makanan yang lembut atau gurih, sehingga mereka cenderung menolak nasi yang memiliki tekstur lembek dan tidak berasa. Kurangnya variasi rasa pada nasi menyebabkan anak enggan untuk mengonsumsinya.

Salah satu cara mengatasi anak yang enggan makan nasi adalah dengan melakukan terapi nasi pada anak. Buat kamu yang ingin tahu lebih jauh mengenai terapi nasi, simak informasi berikut ini!

Penyebab Anak Tidak Mau Makan Nasi

terapi anak tidak mau makan nasi
Source: Pexels

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, salah satu faktor yang memungkinkan anak enggan untuk makan nasi adalah tekstur dan rasa dari nasi tersebut. Umumnya anak kecil akan lebih memilih mengonsumsi makanan yang memiliki rasa gurih.

Selain faktor rasa dan tekstur, masalah emosional juga dapat menjadi penyebab utama anak enggan untuk menyantap nasi. Misalnya, jika anak sedang dalam kondisi stres atau cemas, dia mungkin kehilangan nafsu makannya secara keseluruhan atau hanya terhadap jenis makanan tertentu seperti nasi.

Kondisi fisik tertentu juga dapat menyebabkan hal ini terjadi. Masalah kesehatan seperti sakit tenggorokan, sariawan ataupun gigi tumbuh dapat membuat proses mengunyah menjadi sulit dan menyakitkan bagi anak-anak. Oleh karena itu anak menjadi enggan untuk mengonsumsi makanan padat seperti nasi.

Faktor lain yang memungkinkan adalah peranan lingkungan sekitar dalam membentuk pola makan anak. Jika orang tua sering memberikan alternatif menu lain ketika anak menolak untuk makan nasi, hal ini dapat menciptakan perilaku negatif di mana ia merasa bahwa dengan cukup bersikeras maka anak akan mendapatkan apa pun yang diinginkannya.

Baca juga: 5 Manfaat Jus Wortel untuk Kesehatan | Simak Kandungan Gizi dan Resep Jus Enak!

Tanda Anak Membutuhkan Terapi Makan

terapi anak tidak mau makan nasi
Source: Pexels

Tanda-tanda anak membutuhkan terapi makan bisa sangat bervariasi dan penting untuk diperhatikan oleh orang tua. Salah satu tanda yang paling umum adalah ketidaktahuan atau penolakan mereka terhadap makanan tertentu, seperti nasi. Anak-anak yang tidak mau makan nasi sering kali mengalami kesulitan dalam mencerna karbohidrat kompleks yang terdapat dalam nasi.

Selain itu, anak-anak yang membutuhkan terapi makan juga dapat menunjukkan gejala-gejala lain seperti kurangnya nafsu makan secara keseluruhan, berat badan yang tidak sesuai dengan pertumbuhan dan usia anak, serta keterbatasan gizi maupun nutrisi.

Anak-anak dengan masalah sensorik juga bisa menjadi tanda bahwa mereka butuh terapi makan. Mereka biasanya memiliki kepekaan ekstrem terhadap tekstur dan rasa tertentu. Misalnya, jika anak menunjukkan keengganan untuk mengunyah atau menelan beberapa jenis makanan seperti nasinya sendiri, ini bisa menjadi indikator bahwa ada masalah sensorik yang perlu ditangani melalui terapi khusus.

Tidak hanya itu, perilaku emosional juga dapat menjadi petunjuk adanya masalah pada pola makannya. Anak-anak cenderung bereaksi secara negatif saat disuguhi jenis-jenis makanan tertentu atau bahkan saat mencobanya untuk pertama kalinya. Ini bukti bahwa mereka perlu mendapatkan bantuan dari profesional dalam menjalani proses pengenalan baru kepada jenis-jenis pangan tersebut.

Baca juga: Sejarah dan Manfaat Kurma untuk Kesehatan, Bisa untuk Mengontrol Gula Darah!

Terapi Anak yang Tidak Mau Makan Nasi

Souce: Pexels

Dalam kasus anak yang tidak mau makan nasi, terapi dapat menjadi solusi penting untuk membantu mengatasi masalah ini. Terapi makan bertujuan untuk memperbaiki pola makan anak dan menciptakan hubungan yang sehat antara mereka dan makanan.

Sebagai orang tua, kita harus menyadari bahwa setiap anak memiliki preferensi dan kebutuhan uniknya sendiri. Oleh karena itu, terapi harus disesuaikan dengan keadaan serta perkembangan individu setiap anak.

Ada beberapa langkah yang bisa diambil dalam terapi bagi anak tidak mau makan:

1. Konsultasikan kepada ahli gizi atau dokter

Langkah pertama yang dapat dilakukan ketika anak enggan makan nasi adalah berkonsultasi tentang masalah ini kepada ahli gizi atau dokter spesialis anak. Mereka akan memberikan penilaian mendalam tentang kondisi kesehatan serta memberi saran tentang cara mengatasi masalah tersebut.

2. Ciptakan suasana santai saat makan

Buatlah suasana yang nyaman dan santai saat waktu menyantap bersama keluarga. Hindari tekanan atau perdebatan selama waktu makan agar anak merasa lebih relaks dan mudah menyerap nutrisi dari nasi. Biarkan anak menyantap makanannya dengan tenang tanpa adanya distraksi dari lingkungan sekitarnya.

3. Libatkan anak dalam proses memilih menu

Ajaklah anak untuk ikut serta dalam proses memilih menu harian keluarga. Dengan melakukan hal ini, mereka akan merasa lebih berpartisipasi dan tertarik untuk mencoba hidangan baru. Orang tua juga dapat melibatkan anak dalam proses pembuatan makanannya, agar ia semangat untuk makan.

4. Berikan contoh positif

Jadilah contoh positif bagi anak dengan menunjukkan sikap baik terhadap makanan, termasuk nasi. Jika mereka mellihat orang tuanya menikmati makanan dengan lahap, mereka akan cenderung meniru sikap ini.

5. Buat variasi menu

Coba berikan variasi menu yang berbeda setiap hari agar anak tidak merasa bosan dengan makanan yang sama. Cara ini juga dapat bantu untuk memperkenalkan anak pada berbagai jenis makanan yang sehat dan bervariasi.

6. Berikan pujian dan dorongan

Pujilah anak ketika mereka mencoba atau menyantap nasi dengan baik. Berikan juga dorongan positif dan perhatian saat mereka sedang makan agar mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus mencoba makan nasi.

7. Hindari hukuman atau ancaman

Jangan gunakan hukuman atau ancaman. Hindari menggunakan hukuman atau ancaman saat anak menolak makan nasi. Ini hanya akan membuatnya semakin enggan untuk mencoba makan nasi.

Artikel menarik lainnya:


Itu dia beberapa informasi mengenai terapi anak tidak mau makan nasi. Sebelum melakukan terapi, alangkah baiknya orang tua mencari tahu terlebih dahulu penyebab anak enggan makan nasi.

Dengan mengetahui penyebabnya, orang tua dapat dengan mudah mengatasi masalah tidak mau makan nasi pada anak. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter anak.

Butuh kost coliving atau apartemen yang punya koneksi internet ngebut? Kamu bisa tinggal di Rukita. Cari kost untuk hunian bulanan atau tahunan? Atau ingin sewa kost khusus untuk kost putra dan kost putri? Cek di Rukita saja, yuk!

Rukita punya banyak unit hunian dengan fasilitas lengkap di beberapa kota seperti di kost bandungkost surabayakost jogja, dan beberapa kost di kota lainnya. Ada juga pilihan kost lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Mulai dari kost khusus putra/putri, kost pet friendly, hingga kost yang dilengkapi dengan rooftop.

Ingin cari kost lainnya yang memiliki fasilitas lengkap dengan harga murah? Yuk, langsung aja cek unitnya di infokost.id. Ada banyak kost murah yang pastinya sesuai dengan kebutuhanmu!

Jangan lupa unduh aplikasi Rukita yang tersedia di PlayStore dan Appstore atau kunjungi www.rukita.co untuk informasi lebih lanjut. Ikuti juga akun Instagram @rukita_indoTwitter @rukita_id, dan TikTok @rukita_id untuk mengikuti info dan promo menarik lainnya!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply