·24 June 2024

14 Cara Membuat Profil LinkedIn Lebih Menjual untuk Networking dan Mencari Kerja

·
9 minutes read
14 Cara Membuat Profil LinkedIn Lebih Menjual untuk Networking dan Mencari Kerja

Bangun persona yang profesional dengan membuat profil Linkedin yang menarik.

Semenjak kuliah di tahun terakhir hingga berkarier, tuh, sebaiknya kita membangun profil LinkedIn yang baik. LinkedIn merupakan media sosial terbaik yang dikhususkan untuk membangun jejaring dengan sesama profesional.

Siapa, sih, yang tidak ingin memiliki profil LinkedIn yang stand out? Baik untuk melamar pekerjaan maupun memperluas networking. Membuat profil ciamik dan menarik perhatian memang gampang-gampang susah.

Oleh karena itu, kamu harus bisa meluangkan waktu untuk membuat profil Linkedin yang baik sekaligus menarik. Yuk, langsung lihat beberapa tips praktisnya di sini!

Baca Juga: 10 Inspirasi Desain Ruang Kerja yang Nyaman dan Tetap Terlihat Profesional

Beberapa Cara untuk Upgrade Penampilan Profil LinkedIn

LinkedIn telah menjadi platform penting dalam dunia kerja, terutama bagi kamu yang fresh graduate dan sedang mencari peluang karir pertama. Berikut tips yang perlu diterapkan agar para recruiter memburu LinkedIn-mu!

1. Pasang foto profil yang jelas

foto profil yang menarik

Source: LinkedIn

Foto adalah hal pertama yang dilihat oleh perekrut. Mereka akan berkenalan dengan kamu pertama kali lewat penampilan visualmu. Maka dari itu, fotomu harus memberikan impresi yang baik.

Pastikan foto yang kamu pasang adalah foto terbaru, mirip kamu (jangan diedit berlebihan), pastikan 60% mukamu terlihat. Foto jarak jauh tidak akan membuat profil LinkedIn-mu menonjol.

Pakai baju kantor yang style-nya kamu sukia dan sesuai dengan bidang pekerjaanmu. Foto bisa menunjukkan passion, energi, karisma, empati, dan skill lainnya. Jangan lupa senyum, ya!

2. Luangkan waktu

meluangkan waktu untuk mengisi semua bagian LinkedIn

Source: LinkedIn

Jelas banget kamu harus meluangkan cukup banyak waktu untuk melengkapi informasai di profil LinkedIn-mu. Semakin lengkap, perekrut akan semakin kenal kamu. Bagusnya lagi LinkedIn bisa menghitung kelengkapan dari profilmu, jadi kamu tahu bagian mana yang masih ‘bolong’.

Perekrut akan mengetahui skill, riwayat pekerjaan, kesibukanmu sekarang, hingga rekomendasi orang lain tentang kamu. Jangan lupa lengkapi keterangan yang menarik dan padat di bagian “About”.

Kalau bisa, nih, tuliskan keterangan yang lengkap dalam bentuk poin untuk riwayat kerja dan sekolah. Orang lain jadi tahu mengenai detail pekerjaan yang kamu lakukan, tidak hanya judul nama pekerjaannya saja.

3. Bercerita dalam LinkedIn summary

mengisi summary dengan info penting

Source: blog.hubspot.com

Kamu harus punya LinkedIn summary! Banyak orang membiarkannya kosong padahal penting untuk ‘menjual diri’. Di dalam summary atau ringkasan, kamu bisa menceritakan tentang dirimu sendiri, tetapi bukan tentang skill atau pekerjaanmu.

Melalui ringkasan, coba ceritakan bagaimana skill dan pengetahuan itu penting bagi visi kariermu ke depannya. Kamu bisa menonjolkan dirimu dibandingkan orang lain melalui cerita summary ini.

Jangan takut meluangkan cukup waktu untuk membuat berbagai draft ringkasan profil terbaik. Siap-siap dilirik perekrut, deh!

4. Buat headline yang menarik

bikin headline di LinkedIn

Source: nikckyriel.com

Headline nggak cuma harus berisi nama dan jabatanmu, ya. Meski sebenarnya nggak ada aturan baku, sebaiknya kamu tulis hal detail berkaitan dengan jabatanmu, apa yang kamu mau lakukan, dan sebagainya.

Ini kesempatan bagi kamu untuk membuat kesan yang baik bagi perekrut dan klien. Tambahkan atribut penting mengenai jabatanmu, contohnya “Sekretaris – Pengalaman bekerja dengan CEO selama 5 tahun”. Jelaskan pula hal-hal yang kamu kuasai!

Kalau kamu sedang mencari pekerjaan, tidak dianjurkan hanya mencantumkan perusahaan dan jabatan saja. Tulis spesialisasimu, nilaimu, dan hal-hal yang lebih spesifik sehingga membuat profilmu lebih menarik.

5. Tulis skill yang relevan

cantumkan skill yang oke

Source: myrlandmarketing.com

Wajib banget mencantumkan skill di profil LinkedIn. Pilih skill yang relevan dengan bidang pekerjaanmu. Kemudian jelaskan di bagian Summary agar orang bisa lebih mengerti skill-mu.

Hindari menulis terlalu banyak skill yang nggak penting, ya. Contohnya yaitu “Bisa mengoperasikan Microsoft Word” alasannya semua orang bisa. Lebih baik pakai keywoard yang sering dicari orang, lalu tambahkan skill yang penting di industrimu.

Jangan lupa update daftar skill-mu secara berkala. Skill selalu berubah saat kamu berganti karier, mengembangkan karier, dan sebagainya. Jadi, begitu orang menemukan profilmu mereka dapat melihat skill yang paling relevan. Atur skill paling penting untuk dituliskan di bagian paling atas.

6. Tambahkan foto background

tambahkan foto background di profil LinkedIn

Source: pinterest.com

Elemen visual kedua bagi profilmu adalah foto background. Foto background bisa menarik perhatian orang dan membuat kamu lebih mudah diingat.  Foto background juga menunjukkan kreativitas dan hal yang menonjol buat kamu.

Pahami apa yang orang pikirkan mengenai pekerjaanmu, lalu pilih foto itu. Pasang sesuatu yang menunjukkan hal penting buatmu sesuai bidang pekerjaan. Jika kamu bekerja di bidang seni, nih, tampilkan sesuatu yang berhubungan dengan seni tersebut.

7. Minta dan update endorsement

updaet endorsement di profil LinkedIn

Source: jobscan.com

Endorsement dari member lain akan membantu memvalidasi skill yang kamu miliki dan meningkatkan kredibilitasmu. Langkah pertama, tuh, buka koneksimu dan pilih orang-orang yang pantas untuk mendapatkan endorsement dari kamu.

Umumnya orang akan balik memberikan endorsement jika mereka mendapat endorsement. Jangan takut meminta endorsement dengan sopan kepada mereka yang menurutmu penting.

Kalau kamu berganti profesi atau industri, nih, banyak endorsement dari skill lama yang muncul di profil LinkedIn. Kamu bisa memilih endorsement mana yang muncul dan mana yang disembunyikan untuk relevansi.

Baca Juga: Cara Mengisi Daftar Riwayat Hidup dan Contohnya | Biar Lolos Seleksi Lamaran Kerja!

8. Berhenti pakai keyword pasaran

Source: blog.linkedin.com

Banyak orang yang selalu menulis summary-nya dengan kata-kata “passionate, client-driven, results driven” dan sebagainya. Kata-kata ini sebenarnya nggak benar-benar berarti dan malah membuat akunmu terkesan pasaran.

Beri tahu pencapaian-pencapaianmu, endorsement, dan rekomendasi dari orang lain yang lebih nyata. Bukan berarti kamu tidak bisa menampilkan kata-kata itu sama sekali, namun kamu harus bisa mendemonstrasikan kualitasmu.

Ini adalah 10 kata-kata paling pasaran di CV dan profil LinkedIn:

  • Strategic
  • Creative
  • Specialized
  • Leadership
  • Passionate
  • Experienced
  • Focused
  • Enthusiastic
  • Expert
  • Track record

FYI, kata-kata umum yang keren ini ternyata nggak kreatif sama sekali. Kamu seharusnya bisa menampilkan sesuatu yang terdengar lebih cerdas, bisa dikembangkan, dan kreatif.

9. Tunjukkan pencapaian

pamerkan pencapaian di profil LinkedIn

Source: linkedin.com

Perekrut akan selalu mencari kandidat terbaik! Kamu harus bisa menunjukkan bahwa dirimu adalah orang yang mereka cari. Dalam bagian summary dan pengalaman kerja, nih, tunjukkan pencapaian atau prestasimu selama berkarier.

Jika achievement-mu selalu berupa angka, tulis angka-angka yang pernah kamu capai. Nah, jika pencapaianmu adalah produk, maka peningkatan dalam servis atau publikasi juga bisa kamu jelaskan di bagian pengalaman kerja. Jangan lupa juga untuk memamerkan satu atau dua pengalaman kerja terbaik di bagian summary-mu, ya.

10. Update status

profil linkedin

Source: linkedin.com

Update status LinkedIn-mu sesering yang kamu mau. Namun, perbarui dengan cara yang profesional dan strategis, seperti seminggu sekali. Tampilkan karya tulisanmu atau foto mengenai apa yang kamu lakukan secara profesional.

Penting banget untuk tetap aktif di beranda jejaringmu agar kamu dianggap berpengetahuam. Kamu bisa membagikan konten yang menarik dan tetap sesuai dengan cara berpikirmu via profil LinkedIn.

Jangan menulis hal-hal personal seperti update makanan, curhatan, dan sebagainya. LinkedIn hanya digunakan untuk profesional sehingga tampilkan hal-hal profesional yang menyangkut pekerjaan dan passion profesionalmu saja.

11. Unggah tulisan atau marketing collateral-mu

unggah bukti kerja atau karyamu di profil LinkedIn

Source: linkedin.com

Kalau memiliki karya, berupa multimedia ataupun artikel, kamu bisa menambahkan ke profilmu sebagai bukti kerja. Jika menulis di blog, kamu juga bisa menampilkan tulisan via Auto Publish.

Coba share case studies dan konten yang bisa menunjukkan hasil kerja di perusahaan. Lakukan ini untuk mempromosikan perusahaan maupun untuk mempromosikan skill-mu.

Meski bukan penulis, nih, kamu boleh saja menerbitkan tulisan pribadimu mengenai perkembangan industri. Kamu tetap bisa pamer skill menulismu, kan. Koneksimu jadi lebih sering memperhatikanmu karena karya-karyamu selalu muncul di beranda mereka.

12. Perluas networking

Source: bentaracampus.ac.id

Networking adalah salah satu aspek terpenting dari LinkedIn. Bangun networking dengan menghubungkan diri dengan teman sekelas, dosen, alumni, dan profesional di industri yang kamu minati. Selain itu, kamu juga bisa mengirim undangan yang dipersonalisasi saat menghubungkan dengan orang baru dan sertakan pesan yang sopan dan profesional.

13. Mengikuti kursus dan kelas bersertifikat

Source: filemagz.com

Selanjutnya, kamu juga bisa mengikuti kursus dan kelas bersertifikat terkait pengembangan diri dan karier. Ini tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan kamu dalam mengasah skill yang dimiliki, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana cara membuat CV yang tepat.

14. Selalu aktif di LinkedIn

Source: pintar.co

Menjadi aktif di LinkedIn dapat meningkatkan visibilitas kamu. Bagikan artikel yang relevan, tulis postingan tentang pengalaman atau pengetahuan, dan berpartisipasi dalam suatu diskusi.

Kamu juga bisa sering-sering memberikan komentar dan apresiasi di profil koneksi kamu dengan kata-kata sederhana yang positif. Hal ini bukan hanya menunjukkan bahwa kamu terlibat dalam komunitas profesional, tetapi juga dapat menarik perhatian recruiter.

Selain membuat profil LinkedIn yang menarik, kamu juga bisa membuat CV ATS-friendly dan mencantumkannya. Hal ini tentunya dapat menambah ketertarikan recruiter untuk menghubungimu mengikuti proses rekrutmen.

Contoh CV untuk Fresh Graduate

Untuk membantumu membuat CV, ada beberapa contoh CV untuk fresh graduate yang bisa kamu jadikan referensi. Walau belum memiliki pengalaman kerja, kamu tetap bisa menjadi kandidat yang unggul, lho. Sebagai gambaran, berikut contoh CV untuk fresh graduate yang bisa kamu buat:

1. Contoh CV fresh graduate tanpa pengalaman kerja

Source: kabar24.bisnis.com

2. Contoh CV fresh graduate lulusan SMA

Source: kabar24.bisnis.com

3. Contoh CV fresh graduate lulusan SMK

Source: glints.com

4. Contoh CV fresh graduate S1

Source: kitalulus.com

Cari Hunian Eksklusif dengan Fasilitas Lengkap? Lebih Baik Tinggal di Rukita

Property of Rukita

Ada banyak keuntungan kalau kamu memutuskan tinggal di Rukita! Standar coliving Rukita yaitu menyediakan fasilitas laundry dan room cleaning tanpa tambahan biaya, alias termasuk dalam harga sewa yang kamu bayarkan.

Untuk laundry kamu dapat 12kg per bulan dan pembersihan kamar 2 kali dalam seminggu. Asyiknya lagi, nih, request fasilitas tambahan ini bisa dilakukan lewat aplikasi Rukita. Ngekost nggak pernah semudah ini, kan?

Selain itu, Rukita sekarang juga punya area komunal yang nyaman buat bekerja di hunian dan bersosialisasi dengan sesama penghuni, alias Rukees. Hanya di Rukita kamu akan langsung tergabung dalam komunitas Rukees dan bisa mengikuti event komunitas gratis, seperti karaoke, badminton, atau futsal bareng.

Ada juga beragam diskon menarik dari Rukita yang bisa kamu nikmati dan pastinya sangat menguntungkan, lho. Nggak cuma dapat teman kost baru, tapi pengeluaran pun bisa makin hemat. Yuk, tingkatkan produktivitas dan perluas networking kamu karena #LebihBaikdiRukita!

Updated by Faniditya R.


Memperbarui profil LinkedIn serta menjadikannya lebih baik dan menarik sangatlah penting. Jangan sampai riwayat LinkedIn-mu monoton dan kalah menonjol dibanding kompetitor lain, dong! Kamu ingin ubah profil LinkedIn seperti apa, nih? Tulis pendapatmu di kolom komentar di bawah, yuk!

Mau cari kost untuk hunian bulanan atau tahunan? Atau ingin sewa kost khusus untuk kost putra dan kost putri? Cek di Rukita saja, yuk! Rukita punya banyak unit hunian dengan fasilitas lengkap di beberapa kota seperti di kost bandungkost surabayakost jogja, dan beberapa kost di kota lainnya.

Ada juga pilihan hunian lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Salah satunya adalah apartemen yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap, seperti gym hingga kolam renang.

Yuk, langsung download aplikasi Rukita via Google Play Store maupun App Store atau bisa langsung kunjungi websitenya di www.rukita.coFollow juga akun Instagram Rukita di @rukita_indoTwitter di @rukita_id, dan TikTok @rukita_id untuk berbagai info hunian terkini serta promo menarik.

Temukan hunian sesuai kebutuhanmu:

Bagikan artikel ini