P

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam | Jangan Tertukar!

Jangan terbalik, ada perbedaan antara pantun, syair, dan gurindam, lho!

Pantun, syair, dan gurindam adalah karya sastra dalam bahasa Indonesia yang sudah nggak asing di telinga kita. Meski begitu, mungkin ada beberapa di antara kita yang sulit membedakannya. Sebenarnya, apa perbedaan di antara ketiganya?

Apa Itu Pantun?

perbedaan pantun syair dan gurindam
Source: Unsplash.com

Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang populer di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei. Pantun biasanya terdiri dari empat baris dengan pola rimanya yang khas (a-b-a-b). Setiap baris dalam pantun terdiri dari 8 hingga 12 suku kata. Pantun sering kali mengandung pesan atau makna yang bisa bersifat lucu, bijak, romantis, atau menggambarkan situasi tertentu.

Pantun sering digunakan dalam berbagai acara dan kegiatan di masyarakat, seperti pada perayaan ulang tahun, pernikahan, pesta, atau pertemuan formal maupun informal. Selain itu, pantun juga merupakan salah satu warisan budaya lisan yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Pantun merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia dan menjadi salah satu bentuk seni sastra yang unik dan khas.

BACA JUGA: Tips Membuat Pantun Pembuka Presentasi yang Menarik dan Contohnya

Apa Itu Syair?

Syair adalah salah satu bentuk puisi yang panjang dan kompleks, biasanya terdiri dari beberapa bait dengan jumlah baris yang bervariasi. Syair memiliki pola rimba (rime) yang teratur dan khas. Karya sastra ini umumnya digunakan untuk menyampaikan cerita atau pesan yang lebih kompleks dan mendalam dibandingkan dengan pantun.

Ciri khas dari syair adalah adanya pola rima yang teratur, yaitu pada akhir setiap baris dalam bait memiliki kesamaan bunyi. Pola rima dalam syair dapat berbeda-beda, tergantung pada gaya atau jenis syair yang digunakan.

Syair juga sering menggunakan bahasa yang lebih berbunga dan puitis, sehingga menciptakan nuansa sastra yang indah dan memikat. Oleh karena itu, syair sering dianggap sebagai bentuk puisi yang lebih tinggi daripada pantun atau beberapa bentuk puisi lainnya.

Selain itu, syair juga bisa berbentuk bersajak atau bebas sajak. Syair bersajak memiliki aturan rimba yang ketat, sedangkan syair bebas sajak tidak memiliki aturan rimba yang tetap, namun tetap memiliki karakteristik sastra yang khas.

Syair sering dijumpai dalam karya sastra klasik maupun modern, baik dalam bentuk puisi maupun lagu. Ini juga merupakan bagian dari tradisi sastra lisan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Sebagai bentuk seni sastra, syair memiliki nilai estetika dan budaya yang tinggi, dan menjadi wujud ekspresi manusia untuk menyampaikan perasaan, cerita, dan gagasan.

BACA JUGA: Kreatif dan Imajinatif! Ini 7 Pantun untuk Anak Muda | Dari yang Jenaka hingga Tentang Agama

Apa Itu Gurindam?

karya sastra
Source: Unsplash.com

Gurindam merupakan salah satu bentuk puisi lama dari sastra Melayu dan Indonesia yang memiliki ciri khas sebagai berikut:

  • Gurindam terdiri dari dua baris pada setiap baitnya, yang membuatnya lebih ringkas dan padat dalam menyampaikan pesan atau makna.
  • Setiap baris dalam gurindam memiliki panjang sekitar 10-14 kata, memberikan ruang cukup bagi penyair untuk mengekspresikan gagasan dan pesan dengan jelas dan singkat.
  • Gurindam memiliki ciri khas bahwa setiap baris saling terkait satu sama lain dan membentuk hubungan sebab akibat, menciptakan aliran pemikiran yang logis. Contoh: “Jika budi baik, akan menumbuhkan kebaikan. Jika hati ikhlas, akan memancarkan keceriaan.”
  • Puisi gurindam sering menggunakan pola sajak atau rima A-A, B-B, C-C, dan seterusnya, memberikan kesan ritmis dan harmonis dalam pembacaan atau pengucapan.
  • Isi pesan utama dalam gurindam selalu diletakkan pada baris kedua setiap baitnya, memastikan pesan atau ajaran yang ingin disampaikan lebih tegas dan menonjol. Contoh:
  • Isi gurindam sering kali berisikan kata-kata mutiara, filosofi hidup, dan nasihat-nasihat bijak, memuat nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Gurindam menjadi bagian dari kekayaan sastra dan budaya Indonesia, dan telah menjadi wujud ekspresi seni yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk kearifan lokal.

BACA JUGA: 19 Pantun Teka-teki dan Jawabannya | Lucu untuk Temani Waktu Berbuka!

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

perbedaan pantun syair dan gurindam
Source: Unsplash.com

Pantun, syair, dan gurindam adalah tiga bentuk puisi yang berbeda dengan karakteristik yang khas. Berikut adalah perbedaan antara pantun, syair, dan gurindam:

1. Perbedaan pantun syair dan gurindam: Struktur dan panjang puisi

Pantun: Pantun terdiri dari empat baris dengan pola rima (a-b-a-b). Setiap baris biasanya terdiri dari 8 hingga 12 suku kata. Pantun adalah puisi yang pendek dan ringkas.

Syair: Syair memiliki struktur yang lebih panjang dibandingkan pantun. Biasanya terdiri dari beberapa bait dengan jumlah baris yang bervariasi. Syair juga memiliki pola rimba yang khas dan kompleks, namun bisa berbentuk bersajak atau bebas sajak.

Gurindam: Gurindam terdiri dari dua baris. Setiap baris dalam gurindam berisi 10-14 suku kata.

2. Jenis isi dan tujuan

Pantun: Pantun sering kali berisi pesan atau makna yang sederhana, lucu, atau menggambarkan situasi tertentu. Biasanya digunakan untuk menghibur atau mengajarkan nilai-nilai moral secara ringkas dan menarik.

Syair: Syair biasanya lebih kompleks dalam pengungkapan pesan atau maknanya. Sering kali digunakan untuk menyampaikan cerita yang lebih mendalam, pemikiran filosofis, atau perasaan yang rumit. Syair dapat memiliki makna yang lebih mendalam.

Gurindam: Gurindam sering digunakan untuk menyampaikan pesan moral, nasihat, atau ajaran kehidupan. Karya sastra ini berfokus pada nilai-nilai kearifan lokal dan petuah bijak yang mengajarkan tentang perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

3. Perbedaan pantun syair dan gurindam: Pola sajak (rima)

Pantun: Pantun memiliki pola sajak yang khas, yaitu a-b-a-b atau a-a-a-a, di mana huruf “a” menunjukkan sajak yang sama, dan huruf “b” menunjukkan sajak yang berbeda.

Syair: Syair memiliki pola sajak yang beragam, tergantung pada jenis syair dan struktur baitnya. Pola sajak dalam syair dapat lebih kompleks dan berbeda-beda.

Gurindam: Gurindam juga memiliki pola sajak yang khas, yaitu berbunyi A-A, B-B, C-C.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:


Meskipun pantun, syair, dan gurindam memiliki perbedaan dalam struktur, jenis isi, dan pola sajak, ketiganya adalah bagian dari kekayaan sastra dan budaya Indonesia. Setiap jenis puisi memiliki nilai estetika dan budaya yang tinggi, serta berfungsi sebagai wujud ekspresi seni dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Cari hunian yang nyaman dan estetik sekarang gampang. Tinggal buka aplikasi atau kunjungi website Rukita, perusahaan proptech penyedia hunian sewa jangka panjang tepercaya dan antiribet. Tersebar di berbagai kota di Indonesia, tinggal di Rukita dijamin nyaman banget. Coba cek Apartemen Thamrin Residence, deh.

Cari kost dekat telkom universitykost dekat unairkost dekat ugmkost dekat binus alam suterakost dekat uikost dekat unj? Di Rukita semua lengkap!

Jangan lupa unduh aplikasi Rukita via Google Play Store atau App Store, atau kunjungi www.rukita.co. Mau cari info kost lainnya? Yuk, intip di Infokost.id!

Follow juga akun Instagram Rukita di @rukita_indo, Twitter di @rukita_id, dan TikTok di @rukita_id untuk berbagai info terkini serta promo menarik!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply