·28 September 2026

[RECAP] Membatik & Museum Tour with Rukita (26 September 2026)

·
4 minutes read
[RECAP] Membatik & Museum Tour with Rukita (26 September 2026)

Rukees diajak membatik untuk menjalin kebersamaan dan melestarikan budaya jelang Hari Batik.

Momen akhir pekan di bulan September ini terasa berbeda bagi para penghuni Rukita alias Rukees. Pada Sabtu, 26 September 2026, Rukita menggelar acara komunitas “Membatik & Museum Tour” di Museum Tekstil Jakarta yang berlokasi di Jakarta Barat.

Selain menjadi wadah untuk mengenal warisan budaya lokal, event ini dirancang sebagai wadah bagi para Rukees agar saling mengenal sehingga bisa mempererat kebersamaan sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Baca juga: [RECAP] Walking Tour with Rukees @ Menteng (12 September 2026)

Kompak Membatik dalam Outfit Hitam

Untuk menyambut Hari Batik yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, kali ini Rukees diajak mengenal sejarah dan belajar membatik demi melestarikan budaya baangsa. Sebanyak 27 peserta dengan dress code hitam berkumpul di depan Museum Tekstil Jakarta tepat pukul 08.30 WIB.

FYI, pemilihan warna hitam ini bukan tanpa alasan, ya. Selain memudahkan peserta untuk saling mengenali sesama Rukees, busana berwarna gelap ini realtif aman saat berkreasi karena nggak perlu khawatir jika bajunya terkena cipratan lilin atau pewarna kain.

Sesi pertama diawali oleh workshop membatik yang berlangsung selama 1,5 jam di Pendopo Museum. Para peserta dibagi menjadi kelompok terdiri atas 3-5 orang dan langsung mempraktikkan seluruh tahapan membatik secara tradisional:

  • Mencanting: Menggoreskan lilin malam menggunakan canting pada pola kain yang telah disediakan.
  • Pewarnaan: Mewarnai kain sesuai dengan imajinasi dan kombinasi warna favorit masing-masing.
  • Proses Pelorotan: Momen paling ditunggu di mana lilin diluruhkan dengan air panas untuk menampilkan hasil akhir motif batik.

Suasana terasa hangat dan interaktif meski ada beberapa peserta yang baru pertama kali ikutan acara komunitas Rukita. Para Rukees saling berbagi alat, bertukar tips memadukan warna, hingga tertawa bersama saat menghadapi tantangan saat menggoreskan canting.

Menelusuri Sejarah di Museum Tour

Selesai sesi membatik, acara dilanjutkan dengan tur menjelajahi Museum Tekstil. Mulai dari melihat dari dekat koleksi kain tradisional dari berbagai pelosok Nusantara—mulai dari batik klasik Jawa, kain ikat, hingga tenun.

Tahu nggak motif batik yang populer di Indonesia? Berikut beberapa bocorannya:

1. Batik Parang

Berasal dari lingkungan keraton di Yogyakarta dan Surakarta, Parang merupakan salah satu motif batik klasik yang telah berkembang selama berabad-abad. Motifnya berupa pola diagonal menyerupai rangkaian ombak atau lereng yang tersusun berulang dan biasanya memiliki kesan dinamis serta kuat.

2. Batik Kawung

Batik Kawung berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah dan dikenal sebagai salah satu motif klasik yang berkaitan dengan lingkungan keraton. Bentuknya terdiri atas pola geometris menyerupai irisan buah kawung atau kolang-kaling yang tersusun simetris.

3. Batik Mega Mendung

Berasal dari Cirebon, Jawa Barat, Mega Mendung merupakan motif yang banyak dipengaruhi oleh interaksi budaya lokal dengan budaya Tionghoa. Ciri khasnya adalah bentuk awan berlapis dengan garis tegas dan susunan warna yang mencolok.

4. Batik Truntum

Batik Truntum berasal dari Surakarta, Jawa Tengah, dan secara historis berkaitan dengan tradisi keraton. Motifnya berupa pola kecil menyerupai bunga atau bintang yang tersebar teratur pada permukaan kain.

5. Batik Lasem

Batik Lasem berasal dari Lasem, Rembang, Jawa Tengah, sebuah kawasan pesisir yang memiliki sejarah panjang interaksi budaya Jawa dan Tionghoa. Motifnya dikenal dengan warna-warna cerah dan beragam bentuk seperti burung, bunga, naga, serta unsur alam yang mencerminkan perpaduan budaya tersebut.

Melalui sesi tour ini, para peserta tidak hanya membawa pulang kain batik buatan sendiri, tetapi juga wawasan baru mengenai kekayaan warisan tekstil Indonesia.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama di area taman Museum Tekstil. Setiap peserta dengan bangga memamerkan hasil karya batiknya masing-masing.

Event ini menjadi bukti bahwa aksi sederhana—seperti berkumpul bersama komunitas dan berkarya bersama—mampu menciptakan momen kebersamaan yang hangat bagi para Rukees di tengah kesibukan kehidupan perkotaan.

Nah, buat kamu yang tertarik bergabung dalam keseruan acara komunitas Rukita, yuk, jangan ragu untuk join grup WhatsApp Rukees sesuai dengan hobimu berikut ini:

  • Padel: https://bit.ly/RukitaPadel
  • Tennis: https://bit.ly/RukitaTennis
  • Badminton: https://bit.ly/RukitaBadminton
  • Pilates: https://bit.ly/RukitaPilates
  • Billiard: https://bit.ly/RukitaBilliard
  • Golf: https://bit.ly/RukitaGolf
  • Yoga: https://bit.ly/RukitaYoga
  • Mini soccer & Futsal: https://bit.ly/RukitaMiniSoccer
  • Acara Seru Bareng Rukita: https://bit.ly/AcaraSeRukita

FYI, semua info dan jadwal acara mingguan Rukees akan dibagikan langsung di grup komunitas. Siap-siap ikut olahraga seru bareng sekaligus kenalan dengan teman-teman baru sesama Rukees. Jangan sampai ketinggalan event berikutnya, ya!

Bagikan artikel ini

Ubah aset properti jadi passive income menguntungkan bersama Rukita Build To Rent