·3 Juli 2026

Estimasi Biaya Hidup di Surabaya 2026 untuk Mahasiswa, Lengkap dengan Rinciannya

·
11 minutes read
Estimasi Biaya Hidup di Surabaya 2026 untuk Mahasiswa, Lengkap dengan Rinciannya

Cek rincian biaya hidup di Surabaya untuk mahasiswa ini biar merantau lebih tenang.

Buat kamu yang masih menunggu pengumuman Ujian Mandiri PTN, mungkin sekarang sudah mulai membayangkan seperti apa kehidupan sebagai mahasiswa di kota impian. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul tentu bukan hanya soal kampus, tetapi juga berapa biaya hidup yang perlu disiapkan setiap bulan.

Kalau Surabaya menjadi salah satu pilihanmu, terutama untuk melanjutkan studi di Universitas Airlangga (UNAIR), ada kabar baik. Meski dikenal sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, biaya hidup di Surabaya masih tergolong cukup bersahabat untuk mahasiswa, asalkan kamu bisa mengatur pengeluaran dengan baik.

Secara umum, biaya hidup di Surabaya untuk mahasiswa berada di kisaran Rp2.800.000 hingga Rp4.800.000 per bulan. Besarnya tentu dipengaruhi oleh lokasi tempat tinggal, gaya hidup, frekuensi nongkrong, hingga seberapa sering kamu pulang ke kampung halaman.

Menariknya lagi, Surabaya bukan hanya menjadi kota tujuan kuliah, tetapi juga salah satu pusat bisnis dan industri terbesar di Indonesia. Rata-rata gaji pekerja di Surabaya pun relatif kompetitif dibanding banyak kota lain, sehingga kota ini sering menjadi pilihan untuk membangun karier setelah lulus kuliah. Itulah kenapa memahami biaya hidup sejak menjadi mahasiswa bisa menjadi bekal yang berguna untuk jangka panjang.

Nah, supaya kamu punya gambaran yang lebih jelas, berikut rincian biaya hidup mahasiswa di Surabaya berdasarkan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: 13 Persiapan Kuliah yang Harus Dilakukan Calon Mahasiswa Baru | Wajib Baca Biar Nggak Kaget!

Berapa Biaya Hidup di Surabaya untuk Mahasiswa?

Kalau dijumlahkan, biaya hidup mahasiswa di Surabaya umumnya berada di kisaran Rp2.800.000–Rp4.800.000 per bulan. Dengan budget tersebut, kebutuhan utama seperti kost, makan, transportasi, internet, hingga hiburan sudah bisa terpenuhi dengan cukup nyaman.

Namun, nominalnya bisa berbeda pada setiap mahasiswa. Lokasi kost menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi pengeluaran. Mahasiswa yang tinggal di sekitar Kampus A UNAIR di Karangmenjangan, Kampus B di Airlangga, atau Kampus C di Mulyorejo tentu memiliki kebutuhan transportasi yang berbeda-beda. Selain itu, gaya hidup, frekuensi nongkrong, hingga kebiasaan pulang ke kampung halaman juga ikut menentukan besarnya biaya hidup setiap bulan.

Agar lebih mudah menghitung budget yang perlu disiapkan, yuk simak rincian pengeluarannya berikut ini.

1. Biaya kost di Surabaya

Tempat tinggal menjadi pengeluaran terbesar bagi sebagian besar mahasiswa rantau di Surabaya. Untungnya, kawasan sekitar Universitas Airlangga memiliki banyak pilihan kost dengan harga yang cukup beragam.

Di sekitar Kampus A Karangmenjangan dan Kampus B Airlangga, harga kost standar umumnya berada di kisaran Rp700.000–Rp1.300.000 per bulan. Sementara di kawasan Mulyorejo yang dekat dengan Kampus C, pilihan kost eksklusif dengan fasilitas lebih lengkap biasanya berkisar Rp1.500.000–Rp2.800.000 per bulan.

Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh jarak ke kampus, fasilitas yang tersedia, serta tipe bangunan. Kost yang sudah dilengkapi AC, kamar mandi dalam, WiFi, dan area parkir tentu memiliki harga yang lebih tinggi dibanding kost standar.

Kalau ingin tinggal lebih praktis, kamu juga bisa memilih hunian all-in seperti Rukita. Selain kamar yang sudah fully furnished, fasilitas seperti WiFi, laundry, dan cleaning service juga sudah termasuk dalam biaya sewa. Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan setiap bulan.

2. Biaya makan harian

Source: traveloka.com

Salah satu keuntungan kuliah di Surabaya adalah pilihan kulinernya yang sangat beragam. Kalau makan di warung sekitar kampus atau kantin mahasiswa, satu porsi makanan biasanya berkisar Rp12.000–Rp20.000. Artinya, pengeluaran makan bisa berada di kisaran Rp900.000–Rp1.300.000 per bulan.

Kalau sesekali makan di kafe atau memesan makanan lewat aplikasi, budget makan bisa meningkat menjadi sekitar Rp1.500.000–Rp2.000.000 per bulan. Buat yang ingin lebih hemat, memasak sendiri tetap menjadi pilihan.

Dengan belanja sekitar Rp250.000–Rp350.000 per minggu, kebutuhan makan bulanan bisa ditekan, terutama jika kost menyediakan dapur bersama. Di sekitar UNAIR sendiri ada banyak pilihan makan murah yang sudah jadi langganan mahasiswa, mulai dari warung-warung di Karangmenjangan, kawasan Airlangga, hingga deretan kuliner di Mulyorejo.

3. Biaya transportasi di Surabaya

Source: detik.com

Dibanding beberapa kota besar lainnya, biaya transportasi di Surabaya masih tergolong cukup terjangkau. Pengeluaran transportasi tentu sangat bergantung pada lokasi kost dan kampus tempat kamu berkuliah. Kalau berhasil mendapatkan kost yang jaraknya hanya beberapa menit dari Kampus A UNAIR di Karangmenjangan, Kampus B di Jalan Airlangga, atau Kampus C di Mulyorejo, kamu bahkan bisa berjalan kaki atau bersepeda setiap hari tanpa mengeluarkan biaya transportasi.

Bagi mahasiswa yang tinggal sedikit lebih jauh, pilihan transportasi di Surabaya juga cukup beragam. Selain ojek online, kamu masih bisa memanfaatkan angkot untuk beberapa rute maupun Suroboyo Bus yang tarifnya relatif terjangkau. Sementara itu, banyak mahasiswa UNAIR yang memilih menggunakan motor pribadi karena dinilai lebih praktis untuk berpindah antarkampus maupun beraktivitas di berbagai sudut kota.

Jika menggunakan motor setiap hari, biaya bensin, parkir, dan servis berkala umumnya berkisar antara Rp250.000 hingga Rp500.000 per bulan. Sementara itu, apabila lebih sering menggunakan ojek online, pengeluaran transportasi harian biasanya berada di kisaran Rp15.000–Rp30.000, tergantung jarak tempuh dan frekuensi perjalanan.

Jangan lupa memasukkan biaya pulang kampung ke dalam perencanaan keuangan. Mahasiswa yang berasal dari luar Surabaya umumnya memanfaatkan kereta api, bus antarkota, atau pesawat dengan biaya yang tentu berbeda-beda sesuai kota tujuan dan waktu pemesanan tiket.

4. Biaya internet

Di era perkuliahan yang serba digital, internet sudah menjadi kebutuhan pokok mahasiswa. Mulai dari mengakses materi kuliah, mengikuti kelas daring, mengerjakan tugas kelompok, hingga menghadiri meeting organisasi, semuanya membutuhkan koneksi internet yang stabil.

Untuk kebutuhan sehari-hari, biaya paket data biasanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000 per bulan, tergantung operator dan besarnya kuota yang digunakan. Jika kost belum menyediakan WiFi, mahasiswa biasanya memilih patungan dengan penghuni lain sehingga perlu menyiapkan tambahan sekitar Rp100.000–Rp200.000 per bulan.

Selain internet, ada pula kebutuhan digital lain yang mulai menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa. Misalnya langganan Spotify Student untuk mendengarkan musik, Netflix yang digunakan bersama teman, hingga platform berbasis AI seperti ChatGPT yang kini cukup sering dimanfaatkan untuk membantu mencari referensi, menyusun ide, atau memahami materi kuliah.

Kabar baiknya, kalau kamu memilih tinggal di Rukita, biaya WiFi tidak perlu lagi dipikirkan. Seluruh unit Rukita sudah dilengkapi akses internet berkecepatan tinggi yang termasuk dalam biaya sewa, sehingga pengeluaran bulanan bisa lebih hemat dan mudah diprediksi.

5. Biaya hiburan dan rekreasi

Source: metrotvnews.com

Kesibukan kuliah tentu perlu diimbangi dengan waktu istirahat agar pikiran tetap segar. Untungnya, Surabaya memiliki banyak pilihan tempat hiburan yang cocok untuk mahasiswa tanpa harus menguras isi dompet.

Kalau hanya ingin nongkrong sambil mengerjakan tugas atau bertemu teman, banyak warkop dan coffee shop di sekitar kawasan Airlangga, Karangmenjangan, maupun Mulyorejo yang menawarkan menu mulai dari Rp20.000–Rp60.000. Dengan frekuensi nongkrong sekitar empat hingga delapan kali dalam sebulan, kamu bisa menyiapkan anggaran sekitar Rp150.000–Rp400.000.

Sesekali menonton film di bioskop juga bisa menjadi pilihan refreshing. Dengan harga tiket sekitar Rp35.000–Rp60.000, ditambah camilan jika diperlukan, sekali menonton biasanya membutuhkan dana sekitar Rp70.000–Rp120.000.

Kalau ingin healing di akhir pekan, kamu bisa mengunjungi kawasan Kota Lama Surabaya, Kenjeran, atau menikmati suasana malam di Tunjungan. Banyak juga mahasiswa yang memilih jalan-jalan singkat ke Malang atau Batu karena jaraknya relatif dekat dan bisa ditempuh menggunakan kereta api maupun kendaraan pribadi.

Bagi yang gemar berolahraga, Surabaya juga memiliki banyak pilihan gym dengan paket mahasiswa, lapangan futsal, hingga jogging track yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran tanpa perlu mengeluarkan biaya terlalu besar.

6. Biaya kuliah dan akademik

Source: unair.ac.id

Selain kebutuhan sehari-hari, mahasiswa juga perlu menyiapkan anggaran khusus untuk keperluan akademik. Meski biaya kuliah biasanya dibayarkan setiap semester, ada sejumlah pengeluaran lain yang muncul hampir setiap bulan dan sering kali luput dari perhitungan.

Bagi mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), besaran UKT berbeda-beda tergantung jalur masuk dan kelompok UKT yang diperoleh. Oleh karena itu, biaya pendidikan setiap mahasiswa bisa saja berbeda meskipun berasal dari program studi yang sama.

Di luar UKT, mahasiswa umumnya masih perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp50.000–Rp150.000 per bulan untuk kebutuhan seperti fotokopi materi, print tugas, alat tulis, hingga membeli buku atau modul pendukung perkuliahan. Pengeluaran ini memang terlihat kecil, tetapi jika dikumpulkan selama satu semester jumlahnya bisa cukup besar.

Untuk jurusan tertentu, terutama yang memiliki banyak kegiatan laboratorium seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Keperawatan, maupun program studi saintek lainnya, biaya praktikum juga perlu menjadi perhatian. Mahasiswa biasanya perlu membeli jas laboratorium, alat pelindung diri, bahan praktikum, hingga perlengkapan khusus sesuai kebutuhan mata kuliah.

Belum lagi jika kamu aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, UKM, atau kepanitiaan kampus. Beberapa kegiatan biasanya memiliki iuran atau kebutuhan operasional yang perlu dipersiapkan. Memasuki semester akhir, pengeluaran juga cenderung meningkat karena ada biaya penelitian, pengambilan data, pencetakan skripsi, hingga kebutuhan sidang.

7. Dana darurat dan pengeluaran tak terduga

Source: megasyariah.co.id

Saat merantau, ada satu pos pengeluaran yang sering terlupakan, yaitu dana darurat. Padahal, kebutuhan mendadak bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi.

Misalnya saat kamu sakit dan perlu berobat ke klinik, laptop tiba-tiba rusak menjelang deadline tugas, ban motor bocor, atau harus membeli hadiah untuk acara teman dan kegiatan organisasi. Meski nominalnya tidak selalu besar, pengeluaran seperti ini bisa mengganggu kondisi keuangan jika tidak dipersiapkan sejak awal.

Karena itu, sebaiknya sisihkan sekitar 10–15% dari total pengeluaran bulanan sebagai dana darurat. Dana ini bukan untuk dihabiskan setiap bulan, melainkan disimpan agar kamu memiliki cadangan ketika menghadapi situasi yang benar-benar mendesak.

Kalau ternyata tidak terpakai, dana tersebut bisa menjadi tabungan yang bermanfaat untuk kebutuhan lain, seperti membeli laptop baru, mengikuti sertifikasi, atau persiapan magang di semester-semester berikutnya.

Estimasi Total Biaya Hidup di Surabaya per Bulan

Kalau semua kebutuhan di atas digabungkan, biaya hidup mahasiswa di Surabaya sebenarnya masih tergolong cukup bersahabat dibandingkan kota metropolitan lain seperti Jakarta. Besarnya tentu bergantung pada pilihan tempat tinggal, gaya hidup, serta kebutuhan masing-masing mahasiswa.

Supaya lebih mudah memperkirakan budget bulanan, berikut gambaran estimasi biaya hidup mahasiswa di Surabaya.

Pos PengeluaranHematStandarNyaman
KostRp900.000Rp1.500.000Rp2.500.000
MakanRp900.000Rp1.300.000Rp1.900.000
TransportasiRp150.000Rp350.000Rp700.000
Internet & DigitalRp50.000Rp150.000Rp300.000
HiburanRp200.000Rp400.000Rp800.000
AkademikRp100.000Rp200.000Rp400.000
Dana DaruratRp250.000Rp350.000Rp600.000
TotalRp2.550.000Rp4.250.000Rp7.200.000

Estimasi di atas hanyalah gambaran umum. Kalau kamu tinggal di kost yang dekat kampus, sering memasak sendiri, dan tidak terlalu sering nongkrong, biaya hidup bulanan tentu bisa lebih hemat. Sebaliknya, jika memilih hunian premium dan memiliki mobilitas tinggi, total pengeluaran juga akan ikut meningkat.

Kost vs Apartemen, Mana yang Lebih Worth buat Mahasiswa UNAIR?

Memilih tempat tinggal menjadi salah satu keputusan penting selama kuliah. Selain memengaruhi kenyamanan, pilihan hunian juga akan berdampak langsung pada pengeluaran bulanan.

Bagi sebagian besar mahasiswa UNAIR, kost masih menjadi pilihan favorit karena harganya lebih terjangkau dan suasananya lebih mendukung kehidupan mahasiswa. Tinggal di kost juga memudahkan kamu berinteraksi dengan penghuni lain, sehingga proses beradaptasi di kota baru terasa lebih cepat. Selain itu, banyak kost di sekitar Kampus A, B, maupun C yang sudah menyediakan fasilitas seperti WiFi, dapur bersama, area parkir, hingga ruang komunal.

Di sisi lain, apartemen menawarkan pengalaman tinggal yang berbeda. Privasi lebih terjaga, bangunan lebih modern, dan biasanya sudah dilengkapi fasilitas seperti kolam renang, gym, area olahraga, hingga keamanan 24 jam. Pilihan ini cocok untuk mahasiswa yang menginginkan lingkungan yang lebih tenang atau tinggal bersama keluarga.

Kalau dilihat dari sisi biaya, apartemen memang memiliki harga sewa yang lebih tinggi dibanding kost. Namun, bukan berarti selalu lebih mahal. Jika kamu menyewa apartemen dua kamar bersama dua teman, biaya sewanya bisa dibagi sehingga pengeluaran per orang menjadi hampir setara dengan biaya kost kelas menengah.

Meski begitu, jangan lupa mempertimbangkan biaya tambahan seperti listrik, air, internet, dan maintenance yang biasanya belum termasuk dalam harga sewa apartemen. Berbeda dengan coliving seperti Rukita yang menawarkan konsep all-in, sehingga berbagai fasilitas seperti WiFi, laundry, dan cleaning service sudah termasuk dalam biaya sewa bulanan. Dengan begitu, pengeluaran jadi lebih mudah diprediksi dan kamu tidak perlu repot mengurus kebutuhan rumah tangga sendiri.

Kalau masih bingung memilih, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan budget. Kost cocok untuk mahasiswa yang mengutamakan kepraktisan dan efisiensi biaya, sedangkan apartemen bisa menjadi pilihan menarik bagi yang menginginkan ruang lebih luas serta privasi yang lebih baik.


Biaya hidup di Surabaya untuk mahasiswa masih tergolong cukup terjangkau jika dibandingkan dengan kota metropolitan seperti Jakarta. Dengan estimasi sekitar Rp2,8 juta hingga Rp4,8 juta per bulan, kebutuhan sehari-hari seperti kost, makan, transportasi, internet, hingga hiburan sudah bisa terpenuhi, asalkan dikelola dengan baik.

Kalau kamu sedang bersiap menjadi mahasiswa UNAIR atau kampus lain di Surabaya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mencari hunian. Memilih kost yang strategis, nyaman, dan fasilitasnya lengkap akan membuat proses adaptasi di kota baru jadi lebih mudah.

Rukita menyediakan berbagai pilihan kost eksklusif di Surabaya yang berlokasi dekat kawasan kampus dan pusat aktivitas mahasiswa. Seluruh unit sudah fully furnished serta dilengkapi fasilitas seperti WiFi, laundry, dan cleaning service, sehingga kamu bisa langsung menempati kamar tanpa perlu repot menyiapkan banyak hal dari nol.

Yuk, temukan kost impianmu melalui website atau aplikasi Rukita, atau hubungi tim Rukita lewat WhatsApp untuk mendapatkan rekomendasi hunian yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budgetmu. Selamat mempersiapkan kehidupan baru sebagai mahasiswa di Surabaya!

Jangan lupa download aplikasi Rukita via Google Play Store atau App Store, bisa juga langsung kunjungi rukita.coFollow juga akun Instagram Rukita di @rukita_indodi @rukita_id, dan TikTok @rukita_id untuk berbagai info hunian terkini serta promo menarik.

Bagikan artikel ini