B

Biar Tahu Jumlah Keuntungannya, Ini Cara Menghitung Bunga Deposito yang Mudah

Terakhir diperbarui: 20 Mei 2022

Cara menghitung bunga deposito penting untuk investasi!

Beberapa tahun belakangan, investasi adalah salah satu topik yang marak diperbincangkan. Nggak lagi terbatas usia dan profesi, saat ini siapa saja, dengan penghasilan berapa saja, bisa mempelajari dan berkecimpung langsung di dunia investasi.

Jika kamu mulai tertarik, ada berbagai macam jenis investasi yang tersedia dan bisa kamu coba. Mulai dari logam mulia, stok saham, surat berharga, atau bisa juga deposito.

Berbagai instrumen investasi tersebut memiliki karakter dan perhitungan profit yang berbeda-beda. Untuk pemula, investasi deposito adalah salah satu pilihan paling menjanjikan. 

BACA JUGA: 5 Tips Investasi buat Milenial, Mudah dan Aman!

Apa Itu Deposito?

Source: Tribun Pontianak 

Deposito adalah sebuah jenis simpanan yang ditawarkan oleh bank. Berbeda dengan tabungan biasa, deposito hanya bisa dicairkan pada jangka waktu tertentu, tergantung jenis yang dipilih di awal. Biasanya tabungan deposito memiliki jangka waktu antara 3 hingga 12 bulan.

Dari danya jangka waktu pencairan tertentu, maka nasabah diberikan suku bunga yang berbeda dengan tabungan biasa. Tabungan deposito biasanya menawarkan suku bunga yang lebih tinggi, nih! Besaran bunga yang ditawarkan pun berbeda-beda, menyesuaikan dengan bank penyelenggara.

Keuntungan Investasi Deposito

cara menghitung bunga deposito
Source: bprpantura.co.id

Salah satu alasan kenapa tabungan deposito banyak direkomendasikan bagi investor pemula adalah karena keamanannya terjamin. Prinsip dasar deposito yang sebenarnya adalah tabungan berjangka, nasabah dipastikan nggak akan rugi.

Selain itu, tabungan deposito memiliki suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Terakhir, deposito sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sehingga meminimalisir risiko investasi.

Bunga Deposito

Source: CNN Indonesia

Bunga deposito yang ditawarkan kepada nasabah biasanya berbeda-beda, bergantung pada jangka waktu tabungan dan juga kebijakan bank.

Namun sebagai regulator perbankan di Indonesia, Bank Indonesia mengeluarkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) guna mengontrol suku bunga deposito yang ditawarkan tiap bank di Indonesia.

Suku bunga deposito yang ditawarkan bank biasanya berada di bawah BI Rate, namun tetap kompetitif. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat masyarakat agar tertarik melakukan investasi deposito di bank tersebut.

Cara Menghitung Bunga Deposito yang Mudah

cara menghitung bunga deposito
Source: Pexels/breakingpic

Walaupun setiap bank menawarkan suku bunga yang berbeda-beda, cara menghitung bunga deposito setiap bank sebenarnya sama.

Nah, pada dasarnya, penghitungan bunga deposito bisa kamu proyeksikan berdasarkan dua macam situasi. Pertama pendapatan per bulan dan pendapatan per jatuh tempo.

Agar kamu bisa memproyeksikan besaran keuntungan berinvestasi dalam bentuk deposito, kamu bisa mencoba beberapa cara di bawah ini.

1. Cara menghitung bunga deposito per bulan

Source: Pexels/Monstera

Walaupun deposito didesain untuk diambil dalam jangka waktu tertentu, kamu tetap bisa memproyeksikan keuntunganmu setiap bulannya. Agar mudah, kamu bisa menggunakan rumus perhitungan ini untuk menghitung keuntungan per bulan kamu.

Total bunga = (Setoran x suku bunga x 80% x 30 hari) : 365 hari

Angka 80 persen dalam rumus tersebut didapatkan dari persentase pendapatan dikurangi persentase pajak yang harus ditanggung, yakni 0%-20%.

Sebagai contoh, misalnya kamu ingin berinvestasi dengan tabungan deposito sebesar 50 juta rupiah. Tabungan deposito yang kamu pilih memiliki jangka waktu 5 bulan dengan suku bunga 6%. 

Setelah itu, diketahui bahwa tabunganmu akan dikenakan potongan pajak sebesar 20%. Perhitungan bunga deposito bulanan kamu akan menjadi seperti berikut.

Total bunga = (Setoran x Suku bunga x 80% x 30 hari) : 365

= (Rp50 juta x 6% x 80% x 30) : 365

= Rp197 ribu

Dari setoran awal 50 juta rupiah dan regulasi deposito yang kamu pilih, kamu bisa mendapatkan keuntungan sebesar 197 ribu setiap bulannya.

2. Cara menghitung bunga deposito per jatuh tempo

cara menghitung bunga deposito
Source: Pexels/Monstera

Selain hitungan per bulan, kamu juga bisa menghitung bunga deposito yang kamu dapatkan per jatuh tempo dengan rumus di bawah ini.

Total bunga = (Setoran x suku bunga x jumlah tenor) : 365 hari

Jumlah tenor yang dimasukkan ke dalam rumus merupakan jumlah tenor dalam satuan hari, bukan bulan. Cara penghitungan sederhananya akan dipaparkan dengan lengkap di bawah ini. 

Jumlah pajak deposito = Profit Bunga Deposito x Tarif Pajak

Jadi misalnya kamu ingin berinvestasi sebesar 50 juta rupiah dengan pilihan tenor 6 bulan, bunga sebesar 6%, dan pajak sebesar 20%, perhitungan bunga depositomu akan jadi seperti berikut.

Total bunga = (Setoran x suku bunga x jumlah tenor) : 365 hari

= (Rp50 juta x 6% x 180 hari) : 365 hari

=  Rp1.479.452

Diasumsikan jumlah tenor selama 6 bulan memiliki total 180 hari, maka kamu akan mendapatkan total keuntungan sebesar Rp1.479.452. Setelah itu, kamu bisa menghitung pajak yang harus kamu bayarkan dengan cara di bawah ini.

Jumlah pajak deposito = Profit Bunga Deposito x Tarif Pajak

  = Rp.1.479.452 x 20%

= Rp295.890

Hasilnya, besar nilai pajak yang harus kamu bayarkan untuk investasi deposito kamu adalah Rp295.890.

Tips Investasi Deposito di Bank

cara menghitung bunga deposito
Source: Liputan6

Meskipun dikenal aman dan memiliki risiko investasi yang rendah, kamu juga tetap harus berhati-hati dalam memilih tempat berinvestasi deposito. Berikut ini beberapa tips investasi deposito di bank.

1. Perhatikan reputasi bank

cara menghitung bunga deposito
Source: Pexels/ Kampus Production

Saat ini ada puluhan bank yang menyediakan pilihan deposito di Indonesia. Maka dari itu, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan reputasi dari bank yang hendak kamu tuju untuk investasi.

Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari salah pilih bank yang ternyata memiliki reputasi buruk.

2. Pastikan sudah terdaftar OJK

Source: Vibiznews

Selain reputasi bank secara umum, kamu juga harus pastikan bahwa bank tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ya. Cari Bank yang sudah terdaftar di OJK kinerjanya akan diawasi oleh OJK. Kamu jadi tidak perlu khawatir berlebihan, deh!

3. Cek pilihan jangka waktu yang ditawarkan

cara menghitung bunga deposito
Source: Forbes

Setiap bank memiliki penawaran jangka waktu deposito yang bervariasi. Nah, tipsnya, kamu bisa memilih opsi jangka waktu yang sesuai dengan keadaan finansial kamu. Ini penting kamu pertimbangkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

4. Bandingkan suku bunga antar bank

Source: HSBC

Setelah bisa menghitung suku bunga deposito, kamu jadi bisa memproyeksikan keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Ini harus kamu manfaatkan untuk membandingkan suku bunga yang ditawarkan antara satu bank dengan bank lainnya. 

Kamu bisa pilih, deh, mana yang paling menguntungkan dan yang paling sesuai dengan kondisi keuangan kamu!

BACA JUGA: 4 Jenis Logam Mulia yang Cocok Buat Investasi | Bukan cuma Emas!


Itu dia cara menghitung bunga deposito yang mudah dan beberapa tips untuk kamu yang tertarik berinvestasi dengan deposito. Yuk, mulai dari sekarang!

Jangan lupa share pengalaman investasi kamu di kolom komentar, ya.

Cari kost dekat dengan kuliner, perkantoran, rumah sakit, maupun tempat strategis lainnya? Coba ngekost di Rukita saja! Semua unit kost Rukita di Jabodetabek, Surabaya, Malang serta Bandung berada di lokasi strategis dengan akses mudah dekat berbagai tempat strategis.

Jangan lupa unduh aplikasi Rukita via Google Play Store atau App Store, bisa juga langsung hubungi Nikita (customer service Rukita) di +62 811-1546-477, atau kunjungi www.rukita.co.

Follow juga akun Instagram Rukita di @Rukita_Indo dan Twitter di @Rukita_Id untuk berbagai info terkini serta promo menarik.

CategoriesTak Berkategori

Tinggalkan Balasan