9

9 Tanda Toxic Relationship yang Harus Diakhiri, Jangan Sampai Terjebak!

Jangan sepelekan tanda toxic relationship ini!

Bagi sebagian orang, tuh, memiliki pasangan bisa memberikan dampak positif dan semangat dalam menjalani hari. Hubungan yang didasari atas take and give tentu membuatmu dan pasangan sama-sama bahagia.

Namun, tak semua orang bisa merasakannya karena beberapa orang menjalani toxic relationship. Sayangnya, sering kali mereka tak sadar bahwa mereka ‘terperangkap’ dalam hubungan yang tak sehat.

Jika sang pacar menghambatmu untuk produktif, membuatmu nggak bahagia, dan tak sehat secara mental maupun fisik, kamu perlu memikirkan kembali hubunganmu. Jangan sampai hanya karena ‘embel-embel’ sayang, kamu terjebak dalam toxic relationship!

Ciri-ciri Toxic Relationship yang Harus Dihindari

Berikut ini merupakan tanda toxic relationship yang harus kamu waspadai. Perhatikan baik-baik! Apakah kamu juga mengalaminya?

1. Cemburu berlebihan

tanda toxic relationship - cemburu berlebihan
Source: yoqueen.com

Orang bilang, nih, cemburu itu tanda sayang. Namun, kalau si dia cemburu sampai curiga setiap saat atau membuatnya sebagai dalih untuk berbuat kasar? Itu, sih, bukan sayang!

Cemburu yang berlebihan itu nggak baik banget. Apalagi jika pacarmu sampai melakukan hal-hal yang dapat menyakitimu, baik mental maupun fisik.

tanda toxic relationship - cemburu berlebihan
Source: shutterstock.com

Misalnya, marah-marah di tempat umum, menuduhmu yang tidak-tidak, hingga bermain tangan. Tindakan ini bisa jadi juga sebagai bentuk manipulasi terhadapmu, tuh, sehingga kamu cenderung akan mengikuti apa pun permintaannya agar terhindar dari pertengkaran.

Ingat, salah satu pondasi dalam hubungan adalah kepercayaan. Jika ia tak bisa mempercayaimu sampai sebegitunya, lebih baik sudahi saja!

2. Melanggar privasi

tanda toxic relationship - melanggar privasi
Source: geminimansecrets.com

Tanda toxic relationship yang satu ini kadang suka nggak disadari. Kini, banyak orang yang mewajibkan pacarnya untuk sharing password media sosial dan sebagainya.

Tak hanya itu, setiap ketemu pun harus setor ponsel untuk dicek satu persatu pesannya. FYI, hal ini sangat melanggar privasi, lho. Apalagi jika si dia sampai diam-diam men-track posisimu dengan GPS. Duh, ngeri banget!

tanda toxic relationship - melanggar privasi
Source: pac987fm.com

Semua orang berhak memiliki privasinya masing-masing, sekalipun dalam sebuah hubungan. Buatlah batasan privasi yang bisa saling disetujui dengan nyaman.

Jika ia tak bisa memberikanmu privasi, ya, coba pikirkan lagi. Apakah hubunganmu ini membuatmu bahagia atau tersiksa?

3. Main fisik atau kasar

ciri toxic relationship - main fisik
Source: freepik.com

Sering memukul, menampar, atau bermain fisik lainnya merupakan tindakan yang tidak dapat ditolerir dalam hubungan. Bukan hanya berbahaya bagi fisik, tapi juga dapat menyakiti mentalmu.

“Tapi, setelah itu dia selalu minta maaf, kok!”

Percayalah jika ia meminta maaf namun terus mengulanginya, kamu akan terus terjebak dalam hubungan yang nggak sehat. Kecuali, kamu mengambil langkah berani untuk ke luar dari hubungan ini.

Jika pasangan benar-benar menyayangimu, ia tidak akan membuatmu terluka atau berlaku kasar sedikitpun. Ceritakan juga kepada orang terdekat jika kamu mengalami ini, ya!

4. Sering jadi pelampiasan emosi

ciri hubungan tidak sehat - tempat pelampiasan emosi
Source: mikeandsusandawson.com

Tanda toxic relationship yang satu ini sepertinya sering terjadi. Tanpa sadar, nih, kamu menjadi ‘samsak’-nya untuk melampiaskan emosi.

Misalnya, pasanganmu telah mengalami hari yang buruk dan bad mood. Lalu, tiba-tiba dia menyalahkanmu atas berbagai hal yang sebenarnya nggak perlu.

ciri hubungan tidak sehat - tempat pelampiasan emosi
Source: military.com

Tak hanya berupa verbal, pelampiasannya pun dapat berupa kekerasan fisik. Duh, kalau seperti itu sudah gawat banget!

Jika pasanganmu sering melakukanya maka kamu tengah menjalani hubungan yang tidak sehat. Coba renungkan, sampai kapan kamu akan menjadi tempat pelampiasan emosinya? Hargai dirimu sendiri, dong!

5. Menjauhkanmu dari keluarga atau sahabat

tanda hubungan tidak sehat - menjauhkan dari keluarga
Source: Dianesdailycorner.blogspot.com

“Kok, kamu lebih milih pergi sama keluargamu daripada aku?”

“Aku nggak suka kamu berteman dengan dia!”

“Besok kamu pergi denganku saja, batalkan acara dengan keluarga/temanmu!”

Sering mendengar kata-kata seperti ini dari pacar? Kalau iya, secara tidak langsung ia bisa menjauhkanmu dari orang-orang terdekatmu, lho!

tanda hubungan tidak sehat - menjauhkan dari keluarga
Source: vivaglammagazine.com

Tanda toxic relationship ini tentu saja harus diwaspadai. Sebab, tak seharusnya siapa pun melarangmu untuk dekat dengan keluarga ataupun sahabat.

Pasangan yang baik seharusnya tahu batasan perannya dalam sebuah hubungan. Mengorbankan hubungan sahabat apalagi keluarga, demi pacar yang posesif itu big no-no banget!

6. Tak membuatmu menjadi diri sendiri

tanda pacaran tidak sehat - kehilangan jati diri
Source: meramuda.com

Dalam menjalani hubungan, tuh, pasti ada beberapa perubahan yang kamu alami. Tak jarang kita ingin berubah menjadi lebih baik di hadapannya.

Jika perubahan tersebut memmbuat dirimu menjadi lebih baik, sih, nggak masalah. Tapi, kalau perubahan tersebut membuatmu jadi kehilangan diri sendiri, patut dipertanyakan, nih!

tanda pacaran tidak sehat - kehilangan jati diri
Source: pexels.com

Jangan sampai kamu jadi tak mengenali dirimu sendiri karena suatu hubungan. Apalagi jika si dia malah membawa dampak yang negatif kepada pribadimu.

Kalau sudah begini, kemungkinan besar kamu berada di hubungan yang toxic. Hindari, ya!

7. Kompetitif dan tidak sehat

kompetitif tidak sehat
Source: identity-mag.com

Dalam hubungan yang sehat antarpasangan biasanya saling support untuk meraih goals masing-masing. Kompetisi dalam suatu hubungan pun merupakan hal baik jika keduanya tetap saling mendukung.

Namun, menurut Rebecca Hendrix, psikoterapis dari New York, sifat kompetitif dalam hubungan bisa menjadi tanda toxic relationship. Hal ini terjadi ketika pasanganmu tidak suka jika kamu memiliki pencapaian yang lebih darinya.

kompetitif tidak sehat
Source: goodtherapy.org

Bahkan, ada pula hubungan yang berakhir karena salah satunya merasa ‘tertindas’ dari segi penghasilan pasangannya. Melihat pasangan lebih sukses dapat membuat egonya tersiksa!

Jika pasanganmu demikian dan kamu sering merasa takut kalau ia mengetahui pencapaianmu, tandanya hubunganmu sudah nggak sehat tuh!

8. Melakukan ancaman

tanda toxic relationship- ancaman
Source: davidwolfe

Jika pasanganmu sering melakukan ancaman, bisa jadi kamu sedang mengalami hubungan yang nggak sehat. Tanda toxic relationship ini nggak boleh dianggap enteng, lho!

Tak seharusnya pasanganmu melakukan ancaman terhadapmu dalam bentuk apa pun. Apalagi jika sudah menyangkut nama baik atau orang-orang terdekat.

tanda toxic relationship- ancaman
Source: lifehack.co

Misalnya, seperti ancaman bahwa ia akan membicarakan hal yang tidak-tidak tentangmu ke banyak orang. Atau parahnya, ia mengancam akan menyakiti diri sendiri jika kamu tak menuruti kata-katanya, bahkan menyakitimu.

Kalau sudah begini, sih, cepat atau lambat kamu bisa terselimuti ketakutan dan tertekan. Jika kamu mengalaminya, segeralah bertindak tegas!

9. Kamu merasa tidak bahagia

ciri toxic relationship - tidak bahagia
Source: pexels.com

Tidak realistis rasanya jika mengharapkan relationship-mu selalu berjalan mulus dan bahagia. Namun, kita semua berhak untuk bersama orang yang membuat kita bahagia, bukan?

Kita berhak bersama pasangan yang dapat mendukung dan membangun, baik dalam hal hubungan maupun life goal. bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun!

Tak seharusnya kita terus-terusan merasa sedih, stres, bahkan ketakutan dalam menjalani hubungan. Jika kamu kerap mempertanyakan kebahagiaanmu bersamanya, mungkin kamu sudah terjebak dalam toxic relationship ini!


Setelah mengetahui 9 tanda toxic relationship ini, coba renungkan kembali. Apakah kamu merasakan salah satunya? Atau mungkin temanmu ada yang terjebak dalam situasi ini? Ayo, berbagi cerita di kolom komentar.

CategoriesTak Berkategori
Qonita Chairunnisa

A passionate SEO content writer with a Journalism background. Been stringing words together for diverse content for years, and aims to keep learning all about SEO and copywriting.

Tinggalkan Balasan