1

10 Kuliner Legendaris Yogyakarta yang Wajib Kamu Kunjungi | Ada yang Usianya 100 Tahun!

Pulang ke kotamu? Jangan lupa cicipi kuliner Jogja legendaris.  

Siapa, sih, yang nggak tahu kalau Yogyakarta (atau yang sering juga disebut Jogja) merupakan provinsi yang memiliki banyak makanan legendaris yang lezat dan penuh kenangan?

Jogja merupakan kota pendidikan dan juga salah satu pusat kebudayaan Pulau Jawa. Kedua faktor ini menyebabkan banyak makanan di Jogja berharga murah, namun tradisi kuliner lawasnya masih dilestarikan.

Daftar Kuliner Jogja Legendaris Yogyakarta yang Lezat dan Terjangkau

Variasi dari kuliner legendaris Jogja ini tidak monoton lho, mulai dari snack, hidangan utama, sampai hidangan penutup semuanya ada.

Kalau kamu ke Jogja, kamu tentu saja tidak boleh melewati tempat-tempat kuliner legendaris ini, ya!

1. Gudeg Mbah Lindu, Gedong Tengen

Source: brilio.net

Gudeng Mbah Lindu merupakan gudeg tertua di Jogja yang sudah didirikan hampir 100 tahun lalu. Mbah Lindu sendiri ketika berjualan awal berusia 13 tahun! Mbah Lindu pada tanggal 13 Juli 2020 lalu meninggal di usia 100 tahun.

Dalam 2-3 tahun terakhir Mbah Lindu tidak lagi berjualan dan digantikan oleh anaknya, Ratiyah. Hingga kini resepnya masih sama karena semua dipegang dan dimasak langsung oleh Mbah Lindu. Gudeg Mbah Lindu dijual di tempat yang sederhana yaitu di depan sebuah pos jaga Hotel Grage Ramayana, Jalan Sosrowijayan atau 300 meter dari Malioboro. 

Meski kursi yang disediakan hanya bangku 1,5 meter, namun pengunjung gudeg ini dari berbagai kalangan. Mulai dari warga Jogja asli, turis lokal, turis mancanegara yang kadang pesan besekan untuk dibawa pulang, hingga tokoh-tokoh terkenal Indonesia termasuk pakar kuliner, William Wongso.

Satu piring Gudeg Mbah Lindu dihargai mulai dari Rp20.000. 

2. Mangut Lele Mbah Marto, Bantul

Source: netz.id

Kalau kamu suka ikan, coba saja mampir ke Mangut Lele Mbah Marno. Kamu akan merasakan cita rasa smoky dan pedas dari ikan lele yang dimasak dengan cara diasap dan resepnya telah bertahan selama puluhan tahun.

Mbah Marno berjualan di rumahnya yang terletak di belakang Institut Seni Indonesia. Tempat transaksi dan membeli makanan langsung dilakukan di dapur, sedangkan pelanggan bisa makan di ruangan lain di rumah.

Kamu bisa bayangkan, dong, aroma makanan yang sedang dimasak? Pasti sangat menggugah selera dan bikin tergerak mengambil sebanyak mungkin!

Semua lauk dan sayur disajikan langsung di dapur, dengan aroma sedapnya kamu pasti akan bingung mau ambil yang mana, atau malah ambil semuanya, hehehe.

Mangut Mbah Marno beda dari mangut lain karena kuahnya berwarna merah menyala dengan taburan pete di atasnya. Aduh, dijamin gurih!

Untuk seporsi mangut kamu hanya perlu membayar Rp25.000.

BACA JUGA: Rekomendasi 10 Cafe Instagramable di Jogja yang Unik untuk Tempat Foto-Foto

3. SGPC Bu Wiryo 1959, Selokan Mataram

Source: kotayogyakarta.com

SGPC adalah singkatan dari Sego Pecel atau Nasi Pecel dalam Bahasa Indonesia. SGPC Bu Wiryo sudah berdiri sejak 1959 dan dulu berada di Kantin Fakultas Teknologi Pertanian dan Perhutanan UGM.

Banyak pelanggannya adalah alumni UGM dan salah satunya adalah Presiden Jokowi. Namun kini sudah buka kedai sendiri sehingga bisa mencangkup berbagai kalangan.

Pecelnya tidak jauh beda dari pecel-pecel lain, lauknya juga standar. Namun, bumbu di sini unik karena cukup encer, namun masih terasa tumbukan kasar kacangnya dan rasanya cenderung manis.

Selain pecel, makanan khas di SGPC ini adalah Sop Daging Sapi. Sopnya sangat segar sekali, daging yang terdapat di sopnya juga sangat lezat dan empuk. Terdapat berbagai macam sop kuah bening yang bisa kamu pilih di sini, mulai dari sop daging saja sampai sop sapi dengan bayam.

Harga seporsi nasi pecel Rp19.000 sedangkan seporsi sop daging sapinya Rp25.000. 

4. Sate Klathak Pak Pong, Bantul

Source: pinterest.com

Di Jogja terdapat cukup banyak penjual sate klathak, namun salah satu yang paling  legendaris adalah Sate Klathak Pak Pong. Ketika kamu datang ke sana, jangan pikirkan sate kambing yang biasa kamu beli, ya!

Sate Klathak menggunakan daging kambing muda sehingga sangat empuk dan tidak berbau prengus. Sate dimasak dengan bumbu sederhana yaitu garam dan merica saja karena ingin menonjolkan cita rasa daging kambingnya, dan disajikan bersama kuah gulai. Cara makannya adalah tuang kuah gulai ke nasi dan makan campuran itu dengan sate.

Selain itu, satenya ditusukkan ke jeruji sepeda, bukan menggunakan tusukan bambu biasa. Hal ini dilakukan karena metal merupakan penghantar panas yang lebih baik sehingga sate bisa matang secara merata tanpa lama dimasak.

Jangan khawatir kalau isinya sedikit. Dagingnya besar-besar dan banyak sehingga sama kenyangnya dengan makan sate biasa. Selain sate, di sana juga menjual olahan kambing lain seperti tengkleng, tongseng, dan menu lain yang sama lezatnya!

Untuk seporsi sate klathak Rp22.000 yang terdiri atas dua tusuk sate.

5. Soto Bathok Mbah Katro, Sleman

Source: detik.com

Untuk sarapan, Rukita carikan kamu salah satu sarapan legendaris di Jogja. Soto Bathok Mbah Katro ini adalah salah satu hidangan favorit untuk sarapan di Jogja. Warungnya terletak di sebuah bangunan saung bambu yang terkesan asri.

Soto sapi ini disajikan di tempurung kelapa, dengan isian berupa nasi, tauge, daging, dengan tabungan bawang goreng dan seledri. Selain penampilannya yang unik, tempatnya yang asri namun rasa sotonya juga enak karena segar dan tidak berlemak.

Di atas meja juga disajikan tempe goreng dan sate-satean seperti sate telur puyuh untuk hidangan pelengkap. Soto akan lebih terasa lezat kalo kamu tambah jeruk nipis, sambal, dan kecap. Ingin tambah karena kelezatannya? Langsung bisa nambah tanpa khawatir bokek, ya!

Untuk seporsi soto hanya dibanderol Rp5.000 saja! 

6. Angkringan Kopi Joss Lik Man

Source: tribunnews.com

Kurang mantap kalau tidak berkunjung ke angkringan yang merupakan salah satu kuliner Jogja legendaris. Nah, angkringan yang berada di dekat Stasiun Tugu Jogja satu ini merupakan ikon khas Jogja. Angkringan legendaris ini telah berjualan sejak tahun 1960-an, dan merupakan pelopor kopi joss di Yogyakarta.

Asal mula sebutan ‘joss’ ini dikarenakan cara pengolahan kopinya. Setelah kopi dimasak dan dituang di gelas, dua buah arang membara dimasukkan ke dalam gelas.

Saat arang yang masih menyala masuk ke kopi, akan muncul asap dan buih putih yang mengeluarkan suara “joss”. Selain karena suara ini, ‘jos’ juga karena racikan kopinya yang kuat dan berani, karena ‘jos’ berarti mantap.

Selain menjual kopi joss, angkringan ini menjual berbagai makanan dan minuman khas angkringan seperti teh jahe, gorengan, nasi kucing, dan lauknya.

Harga segelas kopi joss adalah Rp4.000 sedangkan nasi kucing dijual mulai Rp2.000 dan satenya mulai dari Rp1.000. 

7. Soto Ayam Kampung Pak Dalbe, beberapa lokasi

Source: jogjaculinary

Berbeda dari soto yang biasanya dijual di Jogja, Soto Pak Dalbe kuahnya sedikit gelap dan diracik dengan bumbu spesial yang rasanya gurih dan agak manis. Pak Dalbe telah berjualan soto sejak tahun 1980-an di kawasan Kraton.

Di dalam semangkuk sotonya terdapat isi yang melimpah yaitu bihun, kol, nasi, tauge, seledri, bawang goreng, dan daging ayam kampung empuk. Kejutan di dalamnya adalah terdapat potongan lenthuk yaitu perkedel dari ketela. Selain itu sebagai pendamping soto, di meja juga disajikan sate-satean.

Warungnya sangat ramai! Rukita sarankan kamu datang sebelum jam makan siang, ya, karena biasanya akan habis ludes ketika jam makan siang.

Seporsi soto ayam dihargai Rp10.000!

BACA JUGA:5 Kuliner Kaki Lima Legendaris di Benhil, Siap-Siap Ketagihan!

8. Bakmi Mbah Mo, Bantul

Source: yogyes.com

Salah satu kuliner yang menjamur di Jogja adalah Bakmi Jawa. Namun terdapat satu Bakmi Jawa yang sangat terkenal dan legendaris yaitu Bakmi Mbak Mo yang buka sejak 1986. Lokasi warung ini memang sedikit jauh di luar kota Jogja namun orang selalu senantiasa mengunjunginya.

Berbeda dari bakmi jawa pada umumnya, Bakmi Mbah Mo tidak memasukkan kecap ke kuahnya, dan tidak menggunakan tomat serta merica sebagai bumbunya. Mbah Mo juga menggunakan telor bebek dan ayam kampung sebagai campuran bakminya.

Terbayang gurihnya yang alami, kan? Selain itu tekstur kuahnya lebih kental dan warnanya kuning pucat karena campuran telur bebek.

Seporsi bakmi godog harganya mulai dari Rp. 21.000.

9. Mie Ayam Tumini, Giwangan

source: hipwee.com

Siapa, sih, yang nggak suka mi ayam? Mi ayam legendaris ini telah dibuka sejak tahun 1990 di dekat pintu masuk Terminal Giwangan dan menjadi buruan banyak orang yang datang ke Jogja. Pasalnya rasa kuahnya sangat gurih, rich, dan tidak ada duanya.

Mi ayam ini menggunakan mi berukuran sedikit lebih gemuk dan kuahnya cokelat kental, manis, dan gurih yang sangat berbeda dari kuah mi ayam pada umumnya. Sstt, potongan ayamnya juga besar-besar!

Agar sensasi makan mimu semakin lezat, jangan lupa tambah ceker yang sangat gurih, lembut dengan bumbu yang meresap hingga ke tulang. Mereka membuat sendiri mi dan kuah kentalnya demi menjaga kualitas .

Di sini mereka hanya menjual mi ayam saja, harga berubah jika kamu tambah ceker atau memilih mi ayam jumbo. Menggiurkan, bukan?

Harga mie ayam di sini mulai dari Rp8.000 – Rp22.000

10. Es Buah PK, banyak lokasi

Source: tribunnews.com

Untuk menutup artikel ini, Rukita pilihkan juga hidangan penutup, yaitu Es Buah PK. Di Jogja ada cukup banyak es buah namun Es Buah PK ini menjadi salah satu yang paling terkenal.

Sebenarnya nama Es Buah PK ini dari kata Pakuningratan yaitu tempat awal warung ini berjualan di tahun 1973. Es buah ini berisi nangka, cincau, kelapa muda, blewah, alpukat yang ditambahi serutan es dan susu cokelat. Kini mereka sudah memiliki beberapa cabang di berbagai tempat di Jogja.

Uniknya, es buah ini menambahkan buah sawo di dalamnya sehingga legitnya buah sawo terasa pas dipadukan dengan sirop dan susu cokelat. Sirop yang ditambahkan merupakan sirop buatan sendiri sehingga ada cita rasa yang berbeda dari es buah lain.

Selain berjualan es, kini warung juga berjualan bakso sapi yang nggak kalah lezat. Tak heran pada jam makan siang orang mau antre karena mau makan sekaligus menikmati es legendaris ini. Praktis, kan?

Harga Es Buah PK hanya Rp8.000 rupiah dan semangkuk bakso dihargai Rp10.000.


Jadi inilah 10 tempat kuliner Jogja legendaris yang wajib kamu kunjungi. Resep yang telah dipertahankan selama puluhan tahun dan tetap mampu bertahan di era modern ini tentu membuktikan kelezatannya.

Rukita El-Gracia Karawaci

Kalau mau kost yang memenuhi kebutuhanmu di era modern, sih, tinggal di Rukita saja! Banyak promo menarik di sini dengan fasilitas komplet seperti apartemen. Salah satunya adalah Rukita El-Gracia Karawaci yang cocok untuk mahasisa UPH atau karyawan berkantor di sekitar Karawaci.

Kamarnya lapang dan sudah fully furnished dengan AC, TV, koneksi internet ngebut, dan layanan kebersihan kamar serta laundry dalam satu tagihan. Harga kamar mulai dari Rp4 juta tersedia dalam 2 pilihan, yaitu Suite Queen dan Master Queen.

Makin penasaran dengan kost ini, kan? Klik tombol di bawah atau ketik URL berikut di browser kamu: bit.ly/rukita-modern



Penasaran soal unit coliving Rukita lainnya? Yuk, kunjungi www.Rukita.co, dan jangan lupa follow Instagram Rukita di @Rukita_Indo serta Twitter di @Rukita_Id.

Kamu juga bisa tanya-tanya langsung ke Nikita (customer service Rukita) di +62 811-1546-477.

Mana, nih, yang paling pengen kamu coba saat ke Jogja? Tinggalkan pendapatmu di kolom komentar, ya.

Chikitta Carnelian

Lifestyle content writer by day, and researcher by night. Care about mental health, the environment, and healthy lifestyle. Love pastries too much and enjoy trying different brunch places and nice bars. In the journey to consume less meat.

Leave a Reply