A

Apa Beda Bersih-bersih, Disinfeksi, dan Sanitasi? Kenali Metode Tepat Membersihkan Permukaan Benda dari Sars-Cov-2

perbedaan sanitasi dan disinfeksi untuk covid-19

Kenali di sini agar tidak salah pilih!

Banyak cara untuk membersihkan rumah atau permukaan benda apa pun di rumah. Kata ‘membersihkan’ sendiri sangat umum digunakan. Lalu, apa yang dimaksud dengan sanitasi dan disinfeksi yang sama-sama bertujuan menjaga kebersihan lingkungan? Apa, sih, bedanya bersih-bersih, disinfeksi, dan sanitasi agar terbebas dari virus Sars-Cov-2?

Ternyata tidak semua kegiatan bersih-bersih itu sama, ya. Beberapa metode yang dilakukan membutuhkan tindakan khusus dan nggak bisa ditawar sama sekali, terutama metode sanitasi dan disinfeksi.

Ada perbedaan besar antara bersih-bersih, disinfeksi, dan sanitasi terutama bagi permukaan maupun barang yang sering disentuh. Kita akan mengikuti standar dari WHO untuk menjelaskan perbedaan ketiganya, terutama untuk membersihkan benda dari mikrobakteria atau virus.

Mengetahui Perbedaan Bersih-bersih, Disinfeksi, dan Santisasi agar Tidak Salah saat Antisipasi Coronavirus

Berhubung ada banyak istilah yang mungkin membingungkan, jangan sampai kamu membersihkan rumah dari Coronavirus dengan cara salah!

1. Definisi bersih-bersih

Image result for cleaning
Source: nbcnews.com

Bersih-bersih adalah proses untuk membersihkan debu, lumpur, kotoran, serta membereskan ruangan. Membersihkan permukaan menggunakan air dan sabun atau detergen bisa menghilangkan minyak, lumpur, maupun kuman.

Kotoran dan kuman bisa dibersihkan menggunakan metode bersih-bersih karena melibatkan bahan kimia, teknis mencuci yang kuat yaitu scrubbing, dan temperatur air panas. Bersih-bersih tidak akan membunuh bakteri dan kuman, namun akan mengurangi jumlahnya.

Membersihkan permukaan dengan detergen dan air panas adalah salah satu cara untuk mempersiapkan permukaan sebelum disinfeksi. Tahap ini bisa menurunkan risiko penularan mikroba.

2. Definisi disinfeksi

Image result for disinfecting surfaces
Source: news.llu.edu

Metode disinfeksi bisa membunuh organisme mikroskopik seperti kuman, virus dan jamur di permukaan benda. Disinfeksi biasanya akan menggunakan bahan-bahan kimia khusus yang bisa membunuh organisme tersebut.

Beberapa disinfektan yang bisa kamu temukan di toko antara lain adalah alkohol isopropyl 70%, hidrogen peroksida, Lysol, Wipol, dan pemutih pakaian. Bahan-bahan ini bisa membersihkan patogen dan membunuh organisme.

Disinfektan tidak bisa membersihkan permukaan dari debu atau noda. Nah, agar lebih efektif untuk membersihkan barang-barangmu, bersihkan dulu permukaan tadi menggunakan air dan detergen, baru sesudah itu dilanjutkan menggunakan bahan disinfektan untuk disinfeksi.

3. Definisi sanitasi

Image result for sanirizing
Source: sciencefriday.com

Menurut standar kesehatan, nih, sanitasi adalah cara untuk membersihkan permukaan benda dari kuman. Berbeda dari disinfeksi, sanitasi hanya mengurangi (bukan membunuh) pertumbuhan kuman, virus, dan jamur.

Sanitasi penting untuk kebersihan sehari-hari terutama saat mempersiapkan makanan, jadi permukaan yang bersentuhan dengan makanan haruslah bersih. Alasannya karena kuman dan jamur bisa membuat orang keracunan makanan. Sanitasi tidak memerlukan bahan kimia, lho, cukup air panas 78-80 derajat Celcius diyakini mampu mengurangi bakteri.

Saat melakukan sanitasi, ya, kamu hanya akan mengurangi jumlah bakteri sebanyak 99.9%, namun tidak membunuh virus dan fungus. Sanitasi lebih baik daripada bersih-bersih saja. Kalau ingin menurunkan jumlah patogen di permukaan benda, sih, lebih baik melakukan disinfeksi.

4. Kapan melakukan disinfeksi?

Image result for disinfecting surfaces
Source: momsagainstcrooties.com

Kamu harus melakukan disinfeksi pada permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, sakelar lampu, dan kran kamar mandi. Lebih efektif lagi, nih, kalau kamu mengikuti petunjuk cara penggunaan disinfektan.

Biarkan permukaan basah selama beberapa menit saat terkena cairan disinfektan karena cara ini efektif untuk membunuh virus dan kuman. Jangan lupa membersihkan kotoran dari permukaan terlebih dulu. Pasalnya jika permukaan masih kotor, maka disinfektan tidak bisa bekerja secara optimal.

Pelajari juga cara membersihkan rumah dari virus Sars-Cov-2 dengan artikel-artikel dari Rukita, ya.

5. Untuk melawan Covid-19, apa cara yang tepat?

Image result for cleaning gif
Source: giphy.com

Pertama: lakukan metode bersih-bersih secara rutin. Betul, bersihkan rumahmu atau kamar kost secara menyeluruh misalnya seminggu sekali. Rutinlah untuk mencuci tangan dan membersihkan permukaan barang di rumah, termasuk lantai dan jendela. Kalau ada waktu, sih, setiap hari lebih bagus.

Sering-seringlah membersihkan meja, gagang pintu, sakelar, dan permukaan benda lainnya menggunakan cairan pembersih dan kain mikrofiber. Kamu juga membersihkan dengan air panas dan detergen.

Sesudah membersihkan permukaan, nih, kamu bisa melakukan disinfeksi. Larutkan cairan disinfeksi ataupun cairan pemutih ke dalam air sesuai takaran. Disinfeksi berbagai permukaan yang sering disentuh menggunakan cairan disinfektan, lalu tunggu selama 5-10 menit. Biarkan permukaan kering dengan sendirinya.

6. Membuat disinfektan menggunakan pemutih

Pemutih pakaian seperti Bayclin juga bisa dijadikan sebagai disinfektan. Ini adalah cara yang sudah direkomendasikan oleh CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dari Amerika Serikat.

Sebelum membuatnya, ya, kamu harus ingat bahwa pemutih pakaian harus disimpan dengan baik. Pemutih hanya bisa bertahan 1 tahun sesudah masa produksi dan harus disimpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung maupun berada di suhu ruang di bawah 25 derajat Celsius.

Bahan yang kamu butuhkan hanya Bayclin dan air saja. FYI, Bayclin mengandung 5% Sodium Hypochlorite Active sehingga perbandingan campuran 6 mL Bayclin dengan 240 mL air biasa. Campur dan masukkan ke dalam spray, lalu gunakan untuk membersihkan permukaan benda. Saat melakukan disinfeksi, pakai sarung tangan karet tebal buat mengantisipasi sifat pemutih yang keras pada telapak tangan.

Jangan gunakan disinfektan pemutih ini pada permukaan kayu karena akan merusak warnanya. Selain itu sisa cairan harus kamu buang di bak cuci piring dengan air mengalir sesudah dipakai. Cairan tidak akan efektif sesudah 24 jam, ya!


Ternyata bersih-bersih, disinfeksi, dan sanitasi itu berbeda, kan. Mungkin selama ini kita mengira sanitasi dan disinfeksi itu hampir sama, namun ternyata disinfeksilah yang bisa membunuh virus. Yuk, disinfeksi rumahmu dengan cara yang benar!

Selama ini, bagaimana cara kamu membersihkan kamar atau rumah? Yuk, ceritakan secara detail di kolom komentar di bawah ini.

SHARE
Chikitta Carnelian

Lifestyle content writer by day, and researcher by night. Care about mental health, the environment, and healthy lifestyle. Love pastries too much and enjoy trying different brunch places and nice bars. In the journey to consume less meat.

Leave a Reply