R

Rindu akan Sentuhan setelah Social Distancing Ternyata Berdampak Psikologis, Ketahui 7 Faktanya, Yuk!

Rindu akan sentuhan akibat social distancing atau skin hunger

Biasanya kita selalu gelendotan kepada teman, bersalaman dengan rekan kerja atau kenalan baru, memeluk orang tua, dan melakukan kontak fisik lainnya. Hal-hal yang menghangatkan hati itu belum bisa dilakukan lagi, tuh, setidaknya sampai ada vaksin Coronavirus. Hal ini menyebabkan kita rindu akan sentuhan.

Rindu akan sentuhan akibat Covid-19 ternyata bisa membahayakan kesehatan mental, lho. Terlebih bagi anak-anak muda yang tinggal sendirian, misalnya anak kost, seperti yang diungkapkan oleh psikolog dr. Chloe Paidoussis-Mitchell melalui Hufftington Post.

Kurangnya sentuhan bisa menyebabkan depresi, kecemasan, dan berbagai gangguan mental lain. Maka dari itu kamu harus tahu bagaimana cara mencegah atau menghilangkannya. Pasalnya absen kontak fisik masih akan berlangsung cukup lama dan dijamin kamu bakal rindu sentuhan!

Fakta dan Cara Menghilangan Sindrom Skin Hunger

Manusia memang terbiasa dengan adanya sentuhan. Tanpa sentuhan, tuh, mereka bisa saja merasa terpuruk dan stres. Yuk, ketahui kenapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana kita bisa menolong diri sendiri sampai ada vaksin!

1. Kita selalu hidup dengan sentuhan

Autism's social problems may stem from sense of touch | Spectrum ...
Source: spectrumnews.com

Tanpa disadari, ya, kita selalu hidup dengan sentuhan. Bayi yang baru lahir pun dipercaya kemampuan motoriknya semakin berkembang kalau dia menyentuh berbagai benda.

Belum lagi saat berada di salon, tuh, kita selalu menikmati pijatan saat luluran maupun rambut dibelai ketika akan dipotong. Semuanya merupakan sentuhan dan kita menikmatinya! Jujur, deh, sebagai orang yang sangat menyukai kontak fisik pasti hidup tanpa pijatan selama hampir setahun rasanya cukup mustahil.

Belum lagi kalau di jalan dan bertemu banyak orang. Bersenggolan tanpa sengaja atau hanya menepuk bahu orang kadang tak terhindarkan. Semua gestur kecil ini merupakan sentuhan antarmanusia. Dulu, sih, membuat kita bahagia, tetapi sekarang bisa berbahaya apalagi jika ada orang yang membawa virus.

2. Ada istilah ilmiahnya nggak sih?

Are You Touch Deprived? These Sources of Affection Could Actually ...
Source: bolde.com

Ada, dong! Rasa rindu akan sentuhan yang membuat depresi dan stres ini disebut sebagai skin hunger. Dalam bahasa penelitian, sih, namanya affection deprivation atau kekurangan kasih sayang.

Kondisi ini dikaitkan dengan berbagai masalah psikologis dan fisik dikarenakan kelangkaan rasa kasih sayang yang berasal dari sentuhan. Orang ini akan mengalami stres, depresi, kesepian, dan kecemasan.

Biasanya yang mengalami ini adalah orang-orang yang tinggal sendirian. Namun, kini hampir semua orang mengalaminya karena tiba-tiba saja mereka tidak boleh bersentuhan atau berpelukan dengan orang lain. Jadi, orang-orang akan mengalami kekurangan kasih sayang, tuh.

3. Sentuhan mengaktivasi bagian otak

Figure 16.1 from Affective Touch and the Neurophysiology of CT ...
Source: semanthicscholar.com

Sejak bayi sentuhan memiliki peran dalam perkembangan diri. Sentuhan fisik yang nyaman dan menyenangkan akan merangsang bagian otak termasuk korteks orbitoftontal yang membuatmu merasa seperti mendapatkan hadiah.

Selain itu ada saraf lain yang akan terangsang, yaitu C-tactile afferent dengan cara kerja berbeda. Saraf haus akan sentuhan ini merespons terhadap sentuhan lembut tapi tidak langsung menyampaikan informasi ke otak. Sentuhan ini akan sampai dalam waktu yang lebih lambat dan menyalakan area otak yang terhubung dengan perasaan dihargai.

Selain merangsang hormon oksitoksin, saraf ini juga akan memberi pengaruh terhadap level dopamin, melepaskan serotinin, dan menurunkan detak jantung sehingga muncullah efek menenangkan.

4. Pijatan sendiri

The Benefits of Self-Massage + Our Favorite Techniques - BioTrust
Source: blog.biotrust.com

Kalau memang sendirian dan sangat rindu akan sentuhan manusia, nih, kamu bisa memberikan sentuhan kepada diri sendiri. Coba pijati badanmu sendiri, terutama lengan dan pundak, untuk melepaskan rasa tegang yang muncul karena stres akhir-akhir ini.

Cium pundakmu juga sekali-sekali sambil memberikan kata-kata dukungan kepada diri sendiri. Ini nggak aneh, kok, karena kamu menyemangati dirimu yang rindu akan sentuhan dari manusia lain.

Coba juga letakkan tanganmu di dada dan rasakan degupannya sambil memejamkan mata. Kalau kamu melakukan ini saat benar-benar nggak ada suara, ya, kamu lama-lama bisa mendengarkan detak jantungmu yang ternyata membantumu untuk merasa lebih tenang.

5. Pelukan virtual

Grell has a Little Sister?! - Sequel Info! | Virtual hug gif ...
Source: pinterest.com

Banyak psikolog juga menyarankan pelukan virtual yang bisa dilakukan saat kamu melakukan video call dengan teman dan keluarga. Mungkin awalnya ide ini terdengar aneh dan agak lucu karena mengingatkan akan kata-kata Teletubbies “berpelukan!”, ya.

Namun, kalian pasti nanti akan tertawa saat melakukan pelukan virtual. FYI, tawa inilah yang akan menjadi cara melepas stres secara maksimal, apalagi karena kamu melakukannya di depan teman-teman dan keluarga tersayang.

6. Meditasi dan yoga

What are the proven benefits of yoga and meditation?
Source: heartcenteredwellbeing.com

Kedua kegiatan ini memang dipercaya sangat ampuh untuk melepaskan hormon stres. Jadi, walaupun tanpa sentuhan kamu tetap bisa terbantu untuk merasa tenang karena melakukan meditasi maupun yoga.

Kini sudah bisa main ke taman lagi, kan? Sering-seringlah ke luar rumah dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Luangkan waktu untuk jalan-jalan, berkebun, atau mendengarkan suara kicauan burung kalau bisa.

Menikmati keindahan alam akan memiliki hasil positif yang sama baiknya dengan yoga dan meditasi. Kamu akan terkoneksi dengan kehidupan di luar. Merasakan sinar matahari lagi dijamin mengurangi rasa terisolasi, kecemasan, dan depresi.

7. Jangan lupa untuk self-love!

11 Best Body Scrubs to Exfoliate Dry Skin 2020, Per Dermatologists
Source: prevention.com

Self-love memang jadi kata kunci bagi banyak masalah depresi atau stres saat harus melakukan social distancing. Be present dengan tubuhmu dan selalu ingatkan diri sendiri bahwa hal ini hanya terjadi sementara waktu.

Tiap kali kamu merasa kesepian selalu ingatkan kalau kamu nanti akan bisa memeluk keluarga maupun teman lagi. Nggak perlu, deh, membahayakan diri sekarang. Mantra-mantra positif bisa menginspirasi dan membuat pikiranmu lebih positif juga.

Selain itu coba lakukan journaling agar kamu bisa mengenal dirimu lebih baik. Banyak, kok, buku-buku panduan jurnaling yang bisa kita manfaatkan untuk mengenal diri sendiri. Jangan lupa sering luluran sendiri dan pakai body lotion. Selain kulitmu akan terawat, nih, cara ini akan membantumu merasakan sentuhan.


Untuk beberapa waktu, sih, mungkin kamu tidak bisa merasakan sentuhan sebanyak dulu. Maka dari itu, coba beberapa tips di atas, siapa tahu kamu merasa lebih baik setelah melakukannya!

Apakah kamu sudah sangat rindu dengan pelukan dan sentuhan orang lain? Drop komentarmu di kolom di bawah ini.

Chikitta Carnelian

Lifestyle content writer by day, and researcher by night. Care about mental health, the environment, and healthy lifestyle. Love pastries too much and enjoy trying different brunch places and nice bars. In the journey to consume less meat.

Leave a Reply