·11 May 2022

Merasa Cuaca Lebih Panas Hari Ini? Ternyata Ini Penyebabnya

·
6 minutes read
Merasa Cuaca Lebih Panas Hari Ini? Ternyata Ini Penyebabnya

Cari tahu penyebab cuaca panas hari ini, yuk!

Apakah kamu merasakan jika akhir-akhir ini cuaca semakin panas? Jika iya, kamu nggak sendirian. Pasalnya, kondisi ini memang tengah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, nggak cuma di Jabodetabek saja.

Bahkan, pada pagi hari pun suhu udara terasa seperti siang hari, bukan? Nah, suhu panas yang terjadi diikuti dengan kelembapan udara yang tinggi. Nggak heran, jika kita pun merasakan kegerahan.

Kondisi ini tentu saja menimbulkan berbagai keluhan dari masyarakat. Sebab, memang belakangan ini cuaca terasa lebih menyengat dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.

Lantas apa sih, sebenarnya penyebab cuaca panas hari ini? Agar kamu bisa lebih memahami mengenai kondisi ini simak penjelasannya di bawah, ya!

BACA JUGA: 10 Resep Es Kopi yang Cocok Diseruput saat Cuaca Panas

Bukan Akibat Gelombang Panas, Ini Penyebab Sebenarnya Cuaca Panas Hari Ini!

penyebab cuaca panas hari ini

Source: Forbes

Suhu panas yang terjadi selama sepekan terakhir memang menimbulkan beberapa anggapan dari masyarakat. Banyak yang mengira jika penyebab cuaca panas hari ini terjadi akibat dari gelombang panas atau heatwave. Namun demikian, suhu panas yang dirasakan dipastikan bukan disebabkan oleh gelombang panas.

FYI, menurut World Meteorological Organization (WMO), heatwave atau yang juga dikenal sebagai gelombang panas merupakan suatu fenomena kondisi udara panas terjadi secara bekepanjangan dalam kurun waktu 5 hari atau lebih secara berturut-turut.

Dalam kasus gelombang panas, suhu maksimum harian lebih tinggi dibandingkan dengan suhu maksimum rata-rata hingga mencapai 5 derajat celcius atau lebih.

Nah, fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti halnya wilayah Eropa dan Amerika dan dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah.

Lalu, bagaimana dengan penyebab cuaca panas di Indonesia hari ini? Cuaca panas yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia merupakan fenomena kondisi suhu panas atau terik dalam skala variabilitas harian.

Terkait dengan fenomena yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia beberapa hari terakhir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memberi penjelasan lebih lanjut.

BMKG menyebut terdapat dua penyebab utama cuaca panas hari ini. Ketahui penyebabnya di bawah, ya!

1. Posisi semu matahari

Source: Open Access Government

Penyebab pertama cuaca panas hari ini akibat posisi matahari. Saat ini, posisi semu matahari sudah berada di wilayah utara ekuator, nih. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau.

Maka dari itu, tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujan akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari cukup mendominasi.

2. Dominasi cuaca cerah dan tingkat pertumbuhan awan yang rendah

penyebab cuaca panas hari ini

Source: The Conversation

Ternyata, dominasi cuaca cerah dan tingkat pertumbuhan awan yang rendah bisa mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan bumi, lo.

Jadi jangan kaget, jika kondisi ini menyebabkan suhu yang dirasakan oleh kita menjadi cukup panas dan terik, terutama di siang hari.

BACA JUGA: Tidur Nyenyak Tanpa AC Saat Cuaca Panas? Bisa dengan 15 Tips Ini!

Adakah Pengaruh dari Urban Heat Island?

Selain masa transisi, ternyata ada faktor lain yang disebutkan juga menjadi penyebab dan turut serta menyumbang cuaca panas hari ini, yakni efek dari urban heat island (UHI).

UHI terjadi ketika sebuah kota mengalami suhu yang jauh lebih hangat dibandingkan dengan rurals area yang berada di sekitarnya. Perbedaan suhu tersebut berkaitan dengan seberapa baik permukaan pada tiap-tiap lingkungan dalam menyerap dan menahan panas.

Source: World Atlas

Fenomena UHI ini disebabkan oleh jumlah pepohonan yang kian berkurang. Sebaliknya, bangunan semakin bertambah, terlebih lagi bangunan yang menggunakan semen atau cor, dilansir dari Kompas.com.

Biar kamu lebih paham, semen itu sulit untuk dingin, tapi lebih mudah dalam menyerap panas. Selain itu, Andi pun mengatakan bahwa peningkatan emisi karbondioksida (CO2) dari kendaraan dan industri juga turut serta berperan.

Nah, CO2 yang dilepaskan ke atmosfer bisa menyebabkan terjadinya efek rumah kaca secara cepat. Apa itu efek rumah kaca?

Sesuai dengan namanya, efek rumah kaca merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi yang memiliki efek seperti layaknya rumah kaca, di mana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi.

Pantulan efek rumah kaca ini juga dapat memengaruhi wilayah di sekitar khatulistiwa, yakni dapat meningkatkan suhunya.

Kombinasi dari semakin banyaknya jumlah bangunan di wilayah perkotaan, berkurangnya pohon, banyaknya jejeran pabrik atau industri, hingga banyaknya kendaraan membuat efek rumah kaca menjadi semakin dirasakan. Ditambah lagi, semakin ke utara matahari, maka suhu di sekitar wilayah khatulistiwa pun cenderung meningkat.

Apakah Bekasi Jadi Daerah dengan Suhu Terpanas di Indonesia?

Cuaca panas yang terjadi hari ini memang membuat kita nggak nyaman. Sebagian orang beranggapan bahwa suhu panas lebih dirasakan bagi mereka yang tinggal di Bekasi. Benar atau nggak, ya?

Ternyata Bekasi bukan termasuk ke dalam daerah dengan suhu udara paling tinggi akibat fenomena yang dirasakan akhir-akhir ini.

Berdasarkan pemantauan BMKG, selama periode 1-7 Mei 2022 suhu maksimal berada dikisaran 33 hingga 36,1 derajat Celcius. Adapun suhu maksimum tersebut dialami oleh wilayah Tangerang, Banten, dan Kalimarau, Kalimatan Utara.

Source: Instagram/@infobmkg

Sedangkan, pada periode 10-11 Mei 2022 hingga pukul 07.00 WIB, suhu maksimum dialami oleh wilayah Ciputat, Tangerang Selatan yakni dengan suhu mencapai 36 derajat Celcius. Kemudian disusul Deli Serdang, Sumatera Utara yang mencapai hingga 35,9 derajat Celcius, dan Kotawaringin, Kalimantan Tengah dengan suhu 35,8 derajat Celcius.

Fenomena suhu udara tinggi yang terjadi saat ini bukanlah merupakan hal yang baru. Bahkan, ahli pun mengatakan bahwa peningkatan suhu di bulan ini masih wajar.

Source: Kompas.com

Jika melihat ke belakang, Indonesia sendiri pernah mengalami peningkatan suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini. Dalam periode 4-5 tahun terakhir saja, suhu maksimum tertinggi di Indonesia yang terjadi pada bulan April 2019 mencapai 38,8 derajat Celcius dan dialami oleh Palembang.

Sementara itu, pada Mei 2018 suhu maksimum tertinggi sekitar 38,8 derajat Celcius dan dialami oleh wilayah Temindung Samarinda.

Percaya atau nggak percaya, ternyata rekor suhu terpanas di Indonesia pernah mencapai 40 derajat Celcius! Ya, ini pernah terjadi pada tahun 2012, lebih tepatnya di Larantuka, Flores Timur.

Cuaca Panas Diperkirakan Berlangsung hingga Pertengahan Mei 2022

Cuaca panas yang dialami seperti halnya hari ini diprediksi akan berlangsung hingga pertengahan Mei 2022. Oleh karena itu, kita diharuskan tetap waspada.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga daya tahan dan mencukupi cairan dalam tubuh. Pasalnya, nih, dehidrasi akan rentan terjadi saat cuaca panas. Ini penting untuk dilakukan, terlebih lagi bagi kamu yang banyak beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.


Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyebab cuaca panas hari ini. Jadi sudah tahu kan, apa penyebab sebenarnya dari kondisi ini? Jangan lupa selalu menjaga kesehatan tubuh ya di musim pancaroba seperti sekarang ini!

Punya tips untuk mencegah dehidrasi agar kesehatan tubuh tetap terjaga? Jangan lupa share di kolom komentar, ya!

Sekarang kamu bisa cek unit Rukita lainnya di JabodetabekBandung, Surabaya, dan Malang bisa langsung download aplikasi Rukita diApp Store dan Play Store sekarang juga di gadget kesayanganmu, ya, karena #RukitaUntukSemua!

Kamu juga tetap bisa mengakses www.rukita.coatau hubungi Nikita (customer service Rukita) di +62 811-1546-477 untuk lihat koleksi unit kost menarik lainnya.

Jangan lupa follow Instagram Rukita di @Rukita_Indo serta Twitter @Rukita_ID untuk berbagai rekomendasi seru dan info promo menarik lainnya, ya!

Bagikan artikel ini