H

Home for Heroes: Alyaa Irbah, Patungan Segeng Bantu Mereka yang Terdampak Pandemi

“Home for Heroes” apresiasi bagi mereka yang saling membantu sesama saat pandemi.

Tenaga kesehatan menjadi sosok yang berdedikasi banyak selama masa pandemi. Namun, di luar itu, sejumlah relawan maupun orang-orang baik lainnya, mereka terus berkiprah aktif membantu orang lain selama masa sulit ini. Terjun ke lapangan, mengulurkan tangan membantu yang terdampak pandemi Covid-19. Hal ini tidak luput dari perhatian Rukita yang membuat program CSR “Home for Heroes”.

Melalui program “Home for Heroes” ini Rukita telah menemukan sosok inspiratif di balik layar yang terus berupaya membantu sesama di masa sulit. Pahlawan pandemi inspiratif ini telah melakukan aksi positif atas inisiatif pribadi untuk membantu mereka yang membutuhkan. 

Alyaa Irbah, 22 tahun, seorang freelancer menjadi salah satu individu yang aktif menginisiasi beberapa kampanye bagi lingkungan di sekitarnya saat mereka harus berjuang dalam kehidupan sehari-hari pada masa Covid-19.

Berawal dari Aksi Healthy Kit

Perjalanan aksi baik Alyaa di masa pandemi dimulai saat awal-awal kasus Covid-19 di Indonesia meningkat dan penerapan tindakan pengetatan social distancing. Beberapa kantor juga mulai melakukan sistem work from home (WFH), namun untuk beberapa aspek pekerjaan masih menerapkan work from office (WFO). Padahal orang-orang yang bekerja di kantor juga berisiko besar terjangkit Covid-19.

“Beberapa sektor harus tetap bekerja di kala virus Corona sedang ganas-ganasnya masuk ke Indonesia. Padahal risikonya sangat besar, seperti sektor umum, pelayanan publik, satpam kantor. Mereka tetap berisiko besar terjangkit virus Covid-19. Melihat kondisi tersebut, aku memiliki beberapa keresahan. Bukankah mereka sama seperti kita, mereka juga berisiko besar terinfeksi virus,” kata Alyaa, demikian ia biasa disapa, saat diwawancarai. 

“Aku jadi berpikir, ‘kita bisa bantu apa ya?’. Akhirnya, aku buat inisiatif untuk orang-orang di sektor umum ini yang harus bekerja di kala pandemi. Tidak apa-apa kalau harus bekerja karena tuntutan, tapi kita juga bisa membantu menjaga imun mereka dengan Healthy Kit yang isinya masker, susu kesehatan, vitamin, dan hand sanitizer.”

Total ada 5.000 pieces Healthy Kit yang telah dibagikan di tempat-tempat publik, mulai dari di pinggir jalan, titik-titik transportasi seperti halte TransJakarta, stasiun MRT, dan stasiun KRL Commuter Line.

BACA JUGA: “Home for Heroes” Menemukan 3 Pahlawan Milenial di Masa Pandemi yang Dapat Hunian Gratis

Susu Kesehatan untuk Pejuang Garda Terdepan

Namun, nggak berhenti di kegiatan itu saja, lho. Dalam perjalanannya, Alyaa kembali menginisiasi aksi baik lainnya. Kali ini membantu garda terdepan saat pandemi, yaitu para tenaga kesehatan. Kamu masih ingat, kan, gimana perjuangan tenaga kesehatan? Padahal, mereka menjadi paling besar risiko terkena virus Corona.

Untuk mendukung tenaga kesehatan, Alyaa pun menjalankan aksi baik Susu Kesehatan sebagai upaya untuk menjaga imun para tenaga kesehatan. Apalagi tahun lalu, rujukan rumah sakit untuk pasien Covid-19 masih sedikit.

“Terpikirkanlah untuk support susu steril dan vitamin ke sembilan rumah sakit rujukan Covid-19 pada awal tahun lalu. Kami membagikan 30 karton susu steril untuk satu rumah sakit,” jelas Alyaa.

Melalui aksinya ini, Alyaa berharap bisa menjaga imun tenaga kesehatan di kala mereka sibuk menangani pasien Covid-19, terutama mengingat saat itu angka kasus Covid-19 semakin melonjak. Ditambah juga mereka harus tetap fokus dalam keadaan yang nggak kondusif.

Bangun Circle Pertemanan Bermanfaat melalui Patungan Segeng

Menghadapi pandemi bersama-sama akan membuat situasinya lebih tertahankan dibanding berjuang sendirian. Sama hal dengan aksi selanjutnya yang dilakukan oleh Alyaa, diberi nama Patungan Segeng.

Jadi, circle pertemanan kamu nggak hanya sebatas hangout bareng saja. Saatnya berbuat positif dengan membantu sesama melalui Patungan Segeng. Siapa pun bisa ikut kampanye yang diinisiasi oleh Alyaa ini. Untuk itu, Alyaa berusaha untuk mengajak teman-temannya membuat circle pertemanan yang bermanfaat bagi orang lain.

“Anak muda zaman sekarang, kan, suka banget nunjukin circle, gengnya, temannya. Akhirnya, aku berpikir bagaimana caranya geng ini nggak hanya eksis saja, tapi mereka juga harus bermanfaat.”

home for heroes Rukita
Dok. Rukita

Untuk mengikuti Patungan Segeng ini, kamu bisa mendonasikan paket sembako bareng circle pertemananmu. Nantinya, sembako yang sudah dikumpulkan dari Patungan Segeng akan disalurkan kepada orang-orang terdampak Covid-19 maupun lainnya yang membutuhkan. Buat kamu yang punya circle pertemanan, bisa banget ikut dalam kampanye Patungan Segeng, lho.

Patungan Segeng ini juga mengajak banyak orang untuk membangun circle pertemanan positif. Nggak hanya memiliki banyak circle pertemanan, tapi juga ada manfaat dari aktivitas hangout barengnya. Meski baru dijalankan, kampanye ini sudah banyak membantu orang lain.

“Ada beberapa dana juga yang kami sisihkan untuk korban kebakaran di Kalibaru. Kondisinya, waktu kemarin belum secara cepat dibantu Pemerintah, kita bantu cepat dulu logistik dan kebutuhan yang dibutuhkan penyintas pada saat itu. Rencana ke depannya akan menyesuaikan kondisi yang perlu dibantu. Pasti akan kita salurkan dari dana Patungan Segeng itu sendiri,” kata Alyaa.

Apresiasi CSR Rukita “Home for Heroes” untuk Menghadapi Pandemi Bersama

home for heroes Rukita

Sebagai wujud apresiasi, Rukita lewat program CSR “Home for Heroes” memilih Alyaa sebagai salah satu penerima unit Rukita Jati Anom Pejaten, Jakarta Selatan.

“Project dari Rukita ini keren banget! Soalnya bisa menghargai dan mengapresiasi orang-orang yang sudah melakukan kegiatan aksi baik selama pandemi ini. Cuma kayaknya aku nggak masuk kalau dibilang ‘heroes’ karena yang aku lakukan sebenarnya hanya dari keresahanku saja. Namun, kalau ternyata ada yang mengapresiasi pasti aku senang banget,” jelasnya.

Alyaa setuju kalau hunian yang nyaman bisa merangsang kreativitas dan produkitivitas. Oleh karena itu, ia bersyukur bisa merasakan tinggal di unit Rukita yang nyaman dan strategis selama 6 bulan secara gratis.

“Pasti ada kondisi di mana aku perlu mencari ide dan kreativitas yang biasanya dilakukan di kamar saja. Dan prosesnya harus nyaman, pertama kalau masih berantakan harus dibereskan dulu. Setelah rapi, harus cari posisi senyaman, mungkin tiduran atau mau duduk di mana. Kalau kamarnya bersih dan nyaman pasti berpengaruh banget buat menghasilkan kreativitas itu sendiri. Biasanya ide-ide aku lahir dari kenyamanan tempat aku istirahat.”

Terakhir Alyaa mengimbau agar semakin banyak orang aktif membantu sesama dan menjadi pahlawan pandemi meskipun sekarang masih tersembunyi. Ia juga mendukung program “Home for Heroes” Rukita bagi para inisiator kegiatan baik yang masih ada di luar sana.

“Ayo, saling memberikan tangan untuk digenggam bagi yang membutuhkan karena pandemi masih berlangsung dan belum usai. Jika kita hadapi pandemi ini bersama-sama pasti semua bisa teratasi lebih baik. Kita satu jalan, satu tujuan sehingga bisa melewati ini bersama sampai akhir.

“Harapannya ke depannya, sih, teman-teman dari Rukita dan program “Home for Heroes” juga bisa memperbanyak kuota dan jangkauannya. Kalau lebih melebarkan sayap pasti nanti kepakkan sayapnya bisa lebih luas lagi,” tutup Alyaa.


Itulah cerita singkat mengenai Alyaa Irbah, salah satu penerima CSR “Home for Heroes” dari Rukita. Kamu juga bisa menjadi penerima CSR “Home for Heroes berikutnya, lho.

Jangan lupa juga follow Instagram Rukita di @Rukita_Indo dan Twitter @Rukita_ID untuk berbagai rekomendasi seru dan info promo menarik lainnya.

Kalau penasaran dengan unit Rukita di Jabodetabek dan Bandung, nih, kamu bisa mengakses www.rukita.co atau install aplikasi Rukita, juga dapat menghubungi Nikita (customer service Rukita) di +62 811-1546-477.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Velin Natasha

SEO Writer with 3 years experience, from dissecting industry trends to sharing slices of daily life, my writing spans diverse topics.

Leave a Reply