B

Breast Cancer Awareness Month 2020: 7 Hal yang Harus Diketahui tentang Kanker Payudara

Bulan Oktober adalah Bulan Peduli Kanker Payudara atau Breast Cancer Awareness Month. Di bulan ini, umumnya kamu akan melihat banyak acara dengan dress code pink khusus untuk memperingatinya. Ada baiknya kalau kita pun mengetahui beberapa hal tentang kanker payudara di ‘Octobreast’ ini.

Banyak perempuan muda Indonesia mungkin belum paham benar soal kanker payudara, mulai dari cara deteksi dini untuk pencegahannya. Padahal kanker payudara bisa kamu deteksi dini sendiri di rumah setiap bulan, lho, dan Rukia akan menjelaskan caranya di sini. Yuk, lakukan deteksi dini secara rutin agar bisa mengurangi angka kematian karena kanker payudara!

Beberapa Hal Mendasar dan Penting yang Harus Diketahui Semua Wanita tentang Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang menginfeksi orang terbanyak di dunia serta di Indonesia. Untunglah angka kematian menurun tiap tahunnya berkat deteksi dini.

Namun, angka di negara berkembang bisa dibilang masih tinggi. Hal ini dikarenakan mereka belum awas dan mengerti berbagai hal tentang kanker payudara, terutama deteksi dini di rumah.

1. Kanker payudara di Indonesia

Knowledge Detail | Gold's Gym Indonesia
Source: goldsgym.com

Data Global Cancer Observatory 2018 dari WHO menyatakan bahwa kanker terbanyak di Indonesia adalah kanker payudara, yaitu 16,7% dari total kasus kanker. Maka dari itu, sebagai perempuan ada banyak hal yang harus diketahui tentang kanker payudara.

Kemenkes menyatakan bahwa angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42 orang per 100.000 penduduk. Untuk angka kematian sendiri, nih, biasanya mencapai 17 orang per 100.000 penduduk. Maka dari itu, Kemenkes menyatakan bahwa pencegahan dan pengendalian kanker ini dari deteksi dini pada usia 30-50 tahun.

2. Angka kanker payudara menurun di dunia karena deteksi dini

Breast Cancer | The Cancer Atlas
Source: canceratlast.com

Di dunia sendiri, kanker payudara merupakan salah satu kanker yang memiliki kasus terbesar di seluruh dunia, baik di negara maju dan berkembang. Sayangnya hampir 50% kasus kanker payudara dan 58% kematian berasal dari negara berkembang.

Angka kesembuhan kanker payudara setinggi 80% di negara maju, 60% di negara pendapatan menengah, dan 40% di negara pendapatan rendah. Untungnya makin lama, sih, angka kematian semakin menurun, kecuali di negara pendapatan rendah yang masih lambat.

Meningkatnya angka kesembuhan dikarenakan kesadaran atas deteksi dini kanker. Negara-negara pendapatan rendah kurang kencang mengampanyekan deteksi dini, maka dari itu kanker diketahui ketika sudah mengganas sementara fasilitas perawatan di rumah sakit kurang memadai. Maka dari itu, setiap perempuan seharusnya mengetahui cara deteksi dini, ya!

3. Hal yang harus diperhatikan dari payudara

Breast Self Examination - Stock Image - C022/1551 - Science Photo Library
Source: sciencephoto.com

Hal paling penting pertama yang harus diketahui dalam mendeteksi kanker payudara adalah perubahan bentuk dan warna dari payudaramu. Perhatikan kalau kamu mengalami hal berikut ini:

  • Adanya gumpalan di payudara, dekat payudara atau di bawah lengan
  • Payudara berubah bentuk
  • Adanya lesung pipi (cekung), kerutan, atau tonjolan pada kulit
  • Puting yang berubah posisi atau puting yang menonjol ke dalam
  • Kulit payudara kemerahan, nyeri, atau munculnya ruam merah
  • Pembengkakan
  • Keluarnya cairan puting (bisa encer, putih, nanah, atau darah)

4. Cara mengecek kanker payudara sendiri

61 Breast Examination Illustrations, Royalty-Free Vector Graphics & Clip  Art - iStock
Source: istock.com

Untuk mengetahui perubahan yang dinyatakan di atas, kita harus melakukan SADARI (periksa payudara sendiri). Sebelum usia 40 tahun, tuh, perempuan harus rutin mengecek payudara sendiri untuk mengetahui bentuk dan rasa sentuhan payudaramu. Deteksi dini kanker payudara disarankan untuk dilakukan setiap bulan setiap 7 hari sesudah menstruasi hari pertama.

Ini adalah cara melakukan diagnosis mandiri payudara dan menjadi sangat penting ketika kita bicara tentang kanker payudara, ya.

Langkah pertama:

  • Berdirilah telanjang di depan kaca. Pundak harus lurus dan taruh lengan di pingang:
  1. Perhatikan bentuk, ukuran, dan warna payudara normalmu
  2. Perhatikan apakah payudaramu berbentuk hampir sama, tanpa ada bentuk aneh atau pembengkakan
  • Jika kamu menemukan ciri-ciri yang dibicarakan pada poin ke-3 seperti lesung pipi, ruam, puting yang berubah maka segeralah pergi ke dokter dan laporkan. Jika tidak lanjutkan untuk melakukan langkah ketiga!

Langkah kedua:

  • Angkat lengan dan lihat perubahan yang sama. Cek juga apakah ada cairan yang keluar dari puting.

Langkah ketiga:

  • Tidurlah terlentang, lalu pakai tangan kanan untuk mengecek payudara kiri, dan sebaliknya. Dengan sentuhan yang lembut namun kokoh coba tutupi payudara dengan seluruh telapak tangan dan jari.
  • Lalu, coba untuk merasakan seluruh jaringan payudara dengan mengusapnya menggunakan jari dari puting ke payudara bagian luar. Lakukan juga dari atas ke bawah dengan gerakan menggunting, pokoknya rasakan semua jaringan di sana.

Langkah keempat:

  • Lakukan hal yang sama sambil berdiri. Kamu bisa melakukan langkah keempat saat mandi agar lebih hemat waktu dan mudah. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan video di bawah ini.

5. Faktor risiko

Nutrition & lifestyle plans for women & family health
Source: delina.co.au

Perempuan muda memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara juga, lho. Salah satu yang paling berisiko adalah adanya sejarah anggota keluarga lain (nenek, ibu, saudari perempuan, atau anak) yang terkena kanker payudara. Jika ada keluarga yang memiliki riwayat ini, maka risiko meningkat 2-3 kali lipat!

Risiko lain meliput:

  • Mutasi genetik BRCA1 atau BRCA2 bawaan tertentu untuk kanker payudara
  • Faktor reproduksi dan hormon seperti menstruasi sebelum 12 tahun, menopause terlambat, dan usia lanjut (di atas 30 tahun) saat kelahiran anak pertama.
  • Penggunaan kontrasepsi oral baru dan terapi hormon
  • Radiasi tinggi di dada
  • Payudara padat
  • Pengonsumsi alkohol berat
  • Kegemukan
  • Gaya hidup yang tidak sehat
  • Terlalu banyak makan daging merah dan makanan tidak sehat
  • Ras kaukasia
  • Riwayat kanker endometrium, ovarium, atau usus besar

6. Pengendalian dan deteksi dini

How to Get Over Lapses in Your Healthy Lifestyle | Lark Health
Source: larkhealth.com

WHO menyarankan dilakukannya upaya pencegahan kanker payudara. Pengendalian dilakukan pada faktor risiko tertentu yang dapat kita kontrol, seperti menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat, rajin olah raga, menjaga berat badan, dan lain sebagainya.

Deteksi dini yang sudah kita jelaskan tadi bisa membantu mencegah, tapi tidak bisa mengeliminasi. Setidaknya dengan melakukan deteksi, tuh, kamu tidak akan terlambat jika perlu mendapatkan perawatan dan bisa terselamatkan!

Selain deteksi dini pribadi, penting dilakukan juga screening bagi kelompok yang tidak menunjukkan gejala.

7. Proses screening

Mammogram Procedure | Johns Hopkins Medicine
Source: johnhopkinsmedicine.com

Proses screening memang lebih kompleks dan disarankan untuk dilakukan sejak usia 40 tahun. Screening mamografi adalah metode yang terbukti efektif dan bisa membantu mengurangi angka kematian sebesar 20% karena ketepatannya.

Terkadang dikhawatirkan kalau ada overdiagnosis dan overtreatment dari mammografi screning. Perlu diketahui bahwa screening ini sangat kompleks dan memerlukan banyak sumber daya untuk melakukannya.

Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) adalah screening yang disarankan Kemenkes karena tidak kompleks. Penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan efektivitas SADANIS sebagai screening kanker payudara biaya rendah. Kini, metode ini menjanjikan karena lebih sedikit orang mengalami uji pada kanker stadium jika sudah melakukan SADANIS terlebih dulu.

Sumber:


Mulai dari risiko penyebab kanker hingga cara melakukan deteksi dini dan uji klinis telah kamu ketahui. Sebarkan ini kepada teman, sahabat, maupun keluarga, ya, agar semua terlindung dari kanker payudara. Jangan lupa untuk terus menjaga pola hidup sehat!

Apakah kamu sudah rutin melakukan deteksi mandiri di rumah?

CategoriesTak Berkategori
Chikitta Carnelian

Lifestyle content writer by day, and researcher by night. Care about mental health, the environment, and healthy lifestyle. Love pastries too much and enjoy trying different brunch places and nice bars. In the journey to consume less meat.

Tinggalkan Balasan