5

5 Fakta Vaksin AstraZeneca yang Digunakan di Indonesia, Haram atau Halal?

Fakta vaksin astrazeneca

Ketahui fakta vaksin AstraZeneca sebelum disuntik!

Program vaksin Covid-19 skala nasional telah dilakukan pemerintah sejak Januari 2021. Selain vaksin Sinovac, saat ini Kementerian Kesehatan juga menggunakan vaksin AstraZeneca yang berasal dari Oxford, Inggris.

Vaksin AstraZeneca sempat menjadi polemik di Indonesia terkait kandungan yang terdapat di dalamnya. Namun, berdasarkan studi dari MUI dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), akhirnya vaksin AstraZeneca diperbolehkan untuk digunakan di Indonesia dengan keadaan darurat atau emergency use authorization (EAU).

Fakta Vaksin AstraZeneca
Source: BBC.com

Adapun pemberian vaksin AstraZeneca hampir sama dengan vaksin Sinovac. Penyuntikan vaksin AstraZeneca akan dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak antara pemberian vaksin pertama dan kedua adalah 4 hingga 12 minggu.

Fakta Vaksin AstraZeneca yang Harus Kamu Tahu

Fakta vaksin AstraZeneca
Source: Kompas.com

Karena statusnya yang sempat dipertanyakan, kamu harus tahu tentang fakta terkait vaksin AstraZeneca yang saat ini juga digunakan di Indonesia. Jadi, nih, nggak asal menerima vaksin saja. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

1. Kehalalan vaksin AstraZeneca

Fakta vaksin AstraZeneca
Source: Republika

Hal utama yang menjadi perhatian banyak warga Muslim di Indonesia adalah status vaksin AstraZeneca yang mengandung unsur haram. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, vaksinAstraZeneca haram karena mengandung tripsin babi. Oleh sebab itu, MUI menjadikan status vaksin AstraZeneca dari haram menjadi mubah karena kondisi darurat.

Pengertian mubah adalah suatu hal yang jika dilakukan atau ditinggalkan tidak akan mendapat pahala maupun dosa. Dapat disimpulkan jika mubah bersifat netral.

Fakta Vaksin AstraZeneca
Source: The Guardian

Melansir laman Kompas.com, Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh menyampaikan bahwa ada lima hal yang membuat vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca mubah digunakan, yakni kondisi terdesak, dinyatakan aman, risiko jika masyarakat tidak menerima vaksin, keterbatasan ketersediaan, dan ketidakleluasaan Pemerintah mendapatkan stok vaksin yang halal dan suci.

Akan tetapi, penggunaan vaksin AstraZeneca oleh umat Muslim akan menjadi haram jika vaksin halal memiliki persediaan yang banyak dan mudah didapatkan.

2. Tingkat efikasi vaksin AstraZeneca

Fakta Vaksin AstraZeneca
Source: Jakarta Globe

Salah satu pertimbangan penggunaan vaksin Covid-19 adalah tingkat efikasi (kemampuan untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan) minimal 50% agar bisa menurunkan dampak infeksi virus. Saat ini, tingkat efikasi vaksin yang paling besar adalah 95% dari vaksin Pfizer.

Sedangkan, efikasi dari vaksin AstraZeneca pada laporan pengujian fase III di AS menghasilkan angka 79% dan akan meningkat menjadi 82% setelah pemberian dosis kedua. Sementara itu, BPOM mengungkapkan vaksin AstraZeneca efektif 62,1% lawan virus Covid-19.

3. Efek samping vaksin AstraZeneca

Fakta Vaksin AstraZeneca
Source: Al Jazeera

Vaksin AstraZeneca sempat mendapat penolakan dari beberapa negara karena efek samping yang ditimbulkannya. Pasalnya, beberapa negara Eropa seperti Norwegia dan Denmark menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah adanya laporan pembekuan darah (blood cloth) pada beberapa penerima vaksin.

Selain itu, laman US News juga menuliskan bahwa seorang pria berusia 50 tahun di Italia meninggal mengalami trombosis vena dalam (DVT) setelah disuntik vaksin AstraZeneca. Di sisi lain, WHO telah membuat pernyataan jika vaksin AstraZeneca tetap aman untuk digunakan.

Fakta Vaksin AstraZeneca
Source: Navbharat Times

Sedangkan untuk penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca yang ada di Indonesia sudah aman untuk digunakan. Namun demikian, pemerintah Indonesia tetap akan memantau terus penggunaan vaksin ini.

BACA JUGA: 7 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Suntik Vaksin Covid-19 

4. Distribusi di Indonesia

Fakta Vaksin AstraZeneca
Source: Nature

Vaksin AstraZeneca menjadi beberapa jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia. PT Bio Farma selaku distributor telah mengirim vaksin ini ke 6 provinsi Indonesia, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Melansir laman CNBC Indonesia, Provinsi Jawa Timur telah menerima sebanyak 45.000 ribu vial vaksin AstraZeneca, Bali dan NTT masing-masing sebanyak 5.000 ribu vial. Kemudian, untuk wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Utara masing-masing 5.000 vial.

5. Ampuh terhadap mutasi virus B.1.1.7

Fakta Vaksin AstraZeneca
Source: Science

Inggris menjadi negara pertama yang melaporkan bahwa adanya temuan salah satu mutasi virus SARS-CoV-2 yang dikenal sebagai sebutan mutasi virus B.1.1.7 atau Kent. Sejak saat ini, hampir 100 negara di dunia mengidentifikasi temuan virus jenis baru ini, termasuk juga di Indonesia yang melaporkan kasus B.1.1.7 pertama di bulan Maret silam.

Banyak yang mempertanyakan soal vaksin yang ada di Indonesia saat ini, apakah ampuh menangkal mutasi virus B.1.1.7?

Fakta Vaksin AstraZeneca
Source: ANTARA News

Berdasarkan beberapa penelitian dari partisipan uji coba vaksin AstraZeneca, vaksin dari Oxford, Inggris ini memiliki efikasi terhadap virus varian B.1.1.7. Melansir Live Mint, vaksin AstraZeneca menunjukkan tingkat efektivitas melawan virus B.1.1.7 hingga 75%. Angka ini dapat dicapai jika seseorang telah menerima dosis yang sesuai, atau sebanyak 2 kali.

Sementara itu, Kepala Eksekutif AstraZeneca, Pascal Soirot menyatakan bahwa pihak AstraZeneca akan terus menguji vaksin Covid-19 yang mereka produksi. Hal ini menjawab keresahan masyarakat Indonesia tentang vaksin dan mutasi virus Covid-19 yang terus berkembang.

BACA JUGA: Hati-hati! Ini 5 Fakta Mutasi Virus Corona B.1.1.7 yang Harus Kamu Tahu 

Itulah beberapa fakta vaksin AstraZeneca yang saat ini menjadi salah satu vaksin yang digunakan di Indonesia. Menyuntikkan vaksin merupakan salah satu upaya pencegahan memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Perlu disadari, setelah disuntik vaksin bukan berarti kita jadi kebal dengan virus Covid-19, ya. Oleh sebab itu, kita harus tetap melakukan 3M dan mematuhi protokol kesehatan.

Di saat ini, tes Covid-19 seperti PCR dan antigen jadi kebutuhan setiap orang. Setiap kegiatan di ruang publik pasti butuh surat keterangan hasil tes Covid-19, seperti saat ingin naik pesawat terbang.

Rapid antigen test
Source: Tribunnews.com

Nah, kalau penghuni Rukita nggak perlu pusing mencari tempat tes Covid-19 yang praktis dan harganya lebih hemat. Saat ini, ada promo Rukita x KlinikGo tes Covid-19 bagi Rukees alias penghuni Rukita.

Khusus Rukees, bisa tes swab antigen mulai dari Rp150 ribu dan tes PCR mulai dari Rp700 ribu saja, lho. Nggak hanya itu, ada juga layanan homecare, walk-in, dan drive thru yang bikin pemeriksaan makin antiribet.

Rukita x KlinikGo
Diskon Rukita x KlinikGo Tes Covid-19

Nggak hanya diskon tes Covid-19 saja, ada juga deretan penawaran menarik lainnya, seperti diskon cuci sepatu di Sneakershoot.id, belanja skincare di The Bath Box, dan masih banyak lagi.

Kapan lagi tinggal di kost fasilitas lengkap plus punya banyak benefits tambahan? Yuk, gabung jadi Rukees sekarang. Klik tombol di bawah untuk memilih kost coliving favoritmu!



Atau ketik link berikut di browser kamu: bit.ly/Jadi-Rukees

Kamu juga bisa tanya-tanya langsung ke Nikita (customer service Rukita) di +62 811-1546-477. Jangan lupa juga untuk follow Instagram Rukita di @Rukita_Indo serta Twitter di @Rukita_Id, ya!

Apa, nih, tanggapan kamu soal vaksin AstraZeneca? Ketik opinimu di kolom komentar.

Yuliana

A forever-young-soul human who lives in Jakarta. Travel enthusiast and aurora borealis admirer.

Leave a Reply