6

6 Langkah Mudah Membuat Kokedama Gantung | Asri dan Estetik

Kokedama gantung bisa jadi opsi buat kamu yang tinggal di hunian sempit!

Sejak pandemi ini semakin banyak orang yang tertarik dengan kegiatan bercocok tanam, mulai dari menanam tanaman hias hingga sayuran. Sayangnya, nih, nggak semua orang punya lahan luas untuk bertanam.

Kalau kamu tinggal di hunian dengan teras sempit seperti apartemen atau kost, bisa melakukan beberapa metode bertanam. Salah satunya adalah kokedama gantung.

Apa itu kokedama?

Kokedama
Source: Airbnb

Kokedama yang dalam Bahasa Jepang berarti bola lumut, merupakan salah satu variasi dari seni bonsai. Berbeda dari bonsai yang membutuhkan keahlian tinggi, membuat kokedama ternyata sangat mudah, lho.

Teknik seni tanaman dari Jepang ini memadukan tumbuhan dedaunan dengan lumut untuk menghasilkan suatu tanaman yang unik. Melansir laman Dekoruma, kokedama mengambil konsep Wabi-Sabi atau apresiasi terhadap ketidaksempurnaan alam. Karakteristik wabi-sabi di antaranya adalah kesederhanaan, kehangatan, ketidakteraturan, natural, kasar, dan observasi.

BACA JUGA: 5 Tips Dekorasi Kamar Agar Terlihat Lebih Luas

Cara Membuat Kokedama Gantung di Rumah

Cara membuat kokedama gantung
Source: Smoked Birch

Kokedama ini bisa dipajang dengan berbagai cara, seperti digantung atau diletakkan dalam kotak. Nah, buat kamu yang ingin membuatnya juga di rumah, berikut ini langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk membuat kokedama gantung di rumah. Jangan khawatir, cara membuatnya mudah, kok!

1. Pilih tanaman yang tepat

Cara membuat kokedama gantung
Source: Life & Soul Magazine

Langkah pertama yang harus kamu lakukan untuk membuat kokedama gantung adalah memilih tanaman yang tepat. Sama halnya dengan tanaman gantung, sangat disarankan untuk memilih tanaman berukuran kecil hingga sedang. Pemilihan tanaman yang terlalu besar bisa membuat tumbuhan jadi layu atau justru jatuh karena berat, tuh.

Mengutip dari laman Good House Keeping, berikut ini beberapa tanaman yang direkomendasikan untuk menjadi kokedama gantung di rumah:

  • Sambang getih (Waffle plant)
  • Daun balfour aralia
  • Daun sirih gading (Golden pothos) 
  • Monstera jenis philodendron 
  • Tanaman pakis
  • Tanaman hiptes polkadot  
  • Tanaman paku sarang burung  
  • Tanaman jenis begonia 

Setelah mendapatkan tanaman yang kamu inginkan, pisahkan akar tanaman dengan tanah secara perlahan. Jika kamu mengambil tumbuhan dari pekarangan liar atau alam bebas, pastikan jika tanaman tidak membawa kutu dan dalam keadaan sehat.

2. Buat campuran media tanam

Cara membuat kokedama gantung
Source: Gardeners World

Setelah mendapatkan tanaman yang diinginkan, selanjutnya kamu perlu membuat campuran tanah untuk kokedama gantung. Tanah ini digunakan untuk membungkus akar tanaman. Bahan-bahan yang diperlukan antara lain tanah khusus tanaman bonsai atau tanah liat dan kompos (1:1), lumut gambut kering, air secukupnya, sarung tangan, dan wadah.

Campur tanah bonsai dan lumut gambut kering dengan sedikit air. Aduk semua bahan hingga menyatu dan cukup padat untuk membungkus akar.

3. Bungkus akar dengan tanah bonsai

Cara membuat kokedama gantung
Source: Good House Keeping

Setelah tanah untuk membuat kokedama gantung telah siap, masukkan tanaman ke dalam wadah dan tempelkan tanah bonsai ke seluruh akar. Angkat tanaman beserta tanah, kemudian buat gumpalan berbentuk bulat padat yang menyelubungi akar. Ukuran bola akar dapat disesuaikan dengan ukuran tanaman.

BACA JUGA: 7 Inspirasi Tempat Tidur dengan Kelambu | Makin Nyaman #DiRumahAja

4. Lapisi dengan lumut

Cara membuat kokedama gantung
Source: Gardeners World

Langkah selanjutnya untuk membuat kokedama gantung adalah melapisi gumpalan tanah dengan lumut. Kamu bisa memilih berbagai jenis lumut seperti lapisan lumur kering atau lumut sphagnum. Tutupi bola bola tanah secara merata.

5. Ikat dengan tali goni

Cara membuat kokedama gantung
Source: Gardeners World

Setelah bola tanah terlapisi oleh lumut, ikat kokedama dengan tali goni dengan erat. Lilit gumpalan tanah dengan pola yang kamu inginkan. Jangan lupa untuk mengikat bagian akhir dengan kencang agar bola tanah dan lumut tetap utuh dan menempel dengan baik.

6. Gantung kokedama dengan tali sisa

Gantung kokedama
Source: Gardenista

Terakhir, gantung kokedama dengan tali goni sisa. Saat mengikat simpul terakhir pada gumpalan tanah, sisakan tali di kedua sisi ujung agar dapat diikat dan digantung. Kokedama kamu pun siap untuk digantung di teras, balkon, atau bahkan dekat jendela.

Perawatan tanaman kokedama gantung juga mudah, kok. Kamu hanya perlu menyemprotkan air kepada gumpalan tanah secukupnya saja. Jangan biarkan gumpalan tanah kokedama terlalu kering atau basah, ya.


Itulah pengertian tentang kokedama dan cara membuatnya di rumah. Membuat kokedama gantung bisa jadi kegiatan yang dilakukan di saat senggang, tuh. Nggak hanya membuat dekorasi rumah jadi lebih cantik, tapi juga jadi opsi untuk melepas penat.

Tinggal di hunian yang asri dan lapang memang jadi impian banyak orang. Selain bisa lebih leluasa beraktivitas, kamu juga bisa menyalurkan hobi, contohnya membuat kokedama atau memasak, tuh.

Kalau kamu tinggal di Rukita Bonavista 17 Lebak Bulus, tentu kamu bisa merasakan nyamannya tinggal di kost coliving yang superkeren. Nggak hanya kamar tidurnya saja yang cozy, area komunalnya juga bikin betah banget! Belum lagi bonus kolam renang yang Instagramable. Paket lengkap, deh!

Penasaran ada fasilitas apa saja di Rukita Bonavista 17 Lebak Bulus? Benar nggak, sih, ada kamar dengan fasilitas bathtub? Klik tombol di bawah atau ketik link berikut di browser kamu: bit.ly/Rukita-Bonavista17



Unit Rukita tersebar di Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang. Penasaran dengan unit coliving Rukita lainnya? Yuk, kunjungi www.Rukita.co, dan jangan lupa follow Instagram Rukita di @Rukita_Indo serta Twitter di @Rukita_Id.

Kamu juga bisa tanya-tanya langsung ke Nikita (customer service Rukita) di +62 811-1546-477.

Apakah kamu tertarik membuat kokedama juga? Tulis pendapatmu tentang kokedama di kolom komentar, yuk!

CategoriesTak Berkategori
Yuliana

A forever-young-soul human who lives in Jakarta. Travel enthusiast and aurora borealis admirer.

Tinggalkan Balasan