A

Apa Itu Coliving? Simak Semua yang Perlu Kamu Tahu Tentang Gaya Hunian Trendi Ini

Bayangkan kamu tinggal sendiri di kota yang berbeda dari keluargamu.

Suatu hari kamu pulang setelah seharian lelah ngantor, rasanya kangen keluarga dan ingin curhat tentang kejadian hari ini. Apa daya keluarga tinggal jauh dari sini.

Tapi sampai di rumah, kamu disambut “keluarga baru” yang siap menampung keluh kesahmu, memberi saran dan nasihat, dan menghiburmu dengan bersama-sama nonton film favorit.

Alhasil mood terasa lebih baik dan rasa homesick pun terobati.

Kira-kira, seperti itulah rasanya tinggal di tempat coliving.

Apa Itu Coliving?

Coliving adalah sebuah konsep tinggal di sebuah hunian bersama orang lain sebagai satu komunitas.

Hunian yang dimaksud bisa berupa rumah, bisa juga apartemen, yang ditempati bukan oleh satu keluarga, melainkan oleh beberapa orang yang masing-masing menempati satu kamar.

Teman-teman serumah ini bisa orang-orang yang sudah kita kenal sejak dulu dan sepakat untuk berbagi, bisa juga orang-orang asing yang kebetulan sama-sama membutuhkan tempat tinggal.

Bedanya, orang-orang ini tak hanya berbagi atap saja, tapi juga membentuk satu komunitas sendiri layaknya “keluarga” yang saling membantu dan mendukung.

Coliving Menghidupkan Kembali Budaya Bertetangga Khas Indonesia

Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan kekeluargaan.

Berbeda dari negara Barat yang sering kali tak mengenal tetangga sendiri, di Indonesia biasanya orang-orang yang tinggal berdekatan memiliki hubungan akrab layaknya keluarga.

Lihat saja interaksi antara orangtua kita dengan tetangga sebelah atau sebrang rumah. Ada yang sedang bikin kue, kirim ke tetangga. Ada yang butuh karpet tambahan untuk acara, pinjam ke tetangga. Sedang kena musibah, tetangga pula yang membantu.

Tapi belakangan ini, terutama di kota besar, kehidupan orang Indonesia makin individualis. Terutama dengan makin banyaknya yang memilih tinggal di apartemen, tanpa tahu siapa nama tetangga sebelah rumah.

Dengan co-living, suasana bertetangga yang kekeluargaan ini dihidupkan kembali. Tak hanya berbagi rumah dengan orang lain, kamu juga akan mendapat dukungan moral sebagai bagian dari komunitas.

Gaya hidup co-living tetap memberikan kamu privasi yang terjaga, tapi kapanpun kamu butuh bantuan dari mulai pinjam barang, bantu angkut barang, sampai hanya sekadar teman ngobrol, “keluarga baru” di colivingmu siap membantu.

Apakah Kost Termasuk Coliving?

Kost adalah konsep tempat tinggal di mana seseorang menyewa satu kamar di dalam rumah yang ditempati orang lain.

Namun, meski sama-sama berupa hunian yang ditempati bersama oleh beberapa orang, tak semua kost adalah coliving.

Di kost biasanya para penghuninya menyewa satu kamar dan hidup masing-masing secara terpisah. Tak jarang satu sama lain tak saling mengenal, sehingga meski dikeliling banyak penghuni lain, kamu masih merasa hidup sendiri.

Sementara di coliving, semua penghuni hidup bersama sebagai satu komunitas yang saling mendukung, saling berinteraksi, dan saling berbagi.

BACA JUGA: Tinggal di Apartemen vs Kost Eksklusif, Mana yang Lebih Baik?

Apa Bedanya Kost vs Coliving?

Meski tinggal di bawah satu atap, di tempat kos biasanya tak ada interaksi antara para penghuni.

Meski beberapa penghuni kost cukup akrab dengan penghuni lainnya, ini biasanya terjadi karena inisiatif pribadi saja.

Sedangkan di coliving, para penghuninya tak sekadar menyewa satu kamar untuk hidup sendiri, tapi juga bergabung sebagai “anggota keluarga baru” dengan penghuni lainnya di coliving tersebut.

Selain itu, di coliving space yang dikelola dengan baik, kita tidak hanya mendapatkan kamar dan fasilitas standar saja. Biasanya ada benefit tambahan dan fasilitas lebih lengkap yang memungkinkan kita untuk berinteraksi dan benar-benar “hidup bersama” alias coliving dengan penghuni lainnya.

Biasanya ini dilakukan dalam bentuk game room tempat para penghuni bermain video game, biliar, ping-pong, atau foosball. Bisa juga dengan tersedianya sarapan gratis sehingga para penghuni bisa makan bersama dan berinteraksi di pagi hari.

Banyak juga pengelola coliving space yang menggelar acara rutin untuk para penghuninya, misalnya networking event, game night, dan sebagainya.

4 Manfaat Tinggal di Coliving

Dengan coliving, kita bisa tinggal di area strategis, menikmati fasilitas komplet, dan berkesempatan menambah network dan teman baru, tanpa perlu membayar mahal.

Selain itu, masih banyak lagi manfaat lain yang bisa kamu rasakan dari coliving. Cek 4 manfaat coliving di bawah ini!

1. Menghemat waktu bermacet-macet di jalan

Source: istockphoto

Anggaplah kamu dituntut untuk sampai kampus atau jantor jam 9. Agar bisa sampai tepat waktu dari rumah yang mungkin lokasinya 10 km dari tujuan, kita harus berangkat dua jam sebelumnya.

Tapi, jika tinggal di coliving, kamu tidak perlu lagi merasakan itu semua karena coliving space biasanya berada di lokasi strategis.

Contohnya, co-living RuKita @ Karawaci berjarak 10 menit saja dari kampus UPH. Sedangkan untuk para pekerja kantoran, RuKita @ Menteng dan Rukita @ Setiabudi bisa jadi pilihan bagi yang kantornya berlokasi di daerah tersebut.

Jika tinggal di lokasi coliving yang biasanya di tengah kota, kamu bisa gunakan dua jam tersebut untuk hal lain seperti berolahraga, memasak sarapan, atau untuk tidur lebih lama lagi.

2. Menambah teman baru dan memperluas networking

Kalau kamu berasal dari luar kota, tinggal di kota yang baru bisa jadi menakutkan. Apalagi kalau belum punya teman di kota ini.

Tinggal di coliving bisa menyelesaikan masalah tersebut. Begitu bergabung, kamu bukan hanya mendapatkan tempat tinggal, tapi juga teman-teman baru yang akan jadi tetanggamu di coliving tersebut.

Banyak kesempatan yang akan terbuka dari sini. Mulai dari sekadar teman nonton bola bareng, teman ngobrol, hingga info lowongan kerja di kantor salah satu penghuni. Semua bisa didapat hanya dengan menjalin pertemanan dengan tetangg di co-living.

3. Menciptakan keluarga baru saat jauh dari rumah

Bagi yang masih ragu tinggal sendiri karena takut kesepian atau takut rindu rumah, co-living bisa jadi penawar kangen.

Dengan interaksi yang erat antar penghuni, tinggal di coliving akan terasa seperti tinggal bersama keluargamu yang baru.

Sesama penghuni saling membantu saat dibutuhkan, dan selalu ada untuk memberi dukungan moral atau bahkan material (pinjam meminjam barang, misalnya).

4. Keamanan dan privasi terjaga

Meski tinggal bersama-sama, tak perlu takut tak punya privasi.

Kamu tetap akan punya kamar sendiri untuk beristirahat atau sekadar mengeram diri saat sedang malas bertemu orang.

Dengan coliving, kamu juga tidak perlu khawatir soal keamanan. Kebanyakan fasilitas coliving dilengkapi CCTV dan pintu hanya bisa diakses oleh penghuni yang memiliki kunci atau access card.

Biasanya lokasi coliving space juga dilengkapi petugas security sehingga tingkat keamanan lebih terjamin.

BACA JUGA: Loft, Studio, Junior: Mengenal Tipe-Tipe Apartemen

Di Mana Coliving di Jakarta dan Kota Lain di Indonesia?

Co-living Rukita di Apartemen Menteng Square
Source: Rukita Apartemen Menteng Square

Saat ini, ada beberapa perusahaan yang mengklaim sebagai penyedia coliving, namun sebenarnya hanya menawarkan penyewaan kamar di apartemen atau kost saja tanpa ada aspek co-living yang sesungguhnya.

Satu-satunya yang menyediakan gaya hidup co-living dengan segala kelebihannya adalah Rukita.

Rukita adalah penyedia co-living pertama dan satu-satunya di Indonesia, saat ini berlokasi di Karawaci, Menteng, Setiabudi, Grogol, Fatmawati, dan akan segera dibuka di berbagai lokasi dan kota lainnya.

Di Rukita, bukan saja lokasinya strategis di dekat pusat perkantoran atau kampus, semua kamarnya juga sudah di-upgrade dengan desain interior terbaru dan furniture modern.

Rukita Bonavista 17 Lebak Bulus

Untuk mengakrabkan diri dengan penghuni lain, di beberapa lokasi coliving Rukita juga ada fasilitas yang bisa dipakai bersama seperti ruang makan, taman, game room, lounge, meja biliar, hingga kolam renang.

Semua penghuni Rukita di semua lokasi akan otomatis menjadi member dari Rukita Community yang akan terhubung lewat aplikasi.

Apps multifungsi ini bisa dipakai untuk networking dan mengenal lebih dekat member lain, atau untuk menerima pesan atau pengumuman dari front office di colivingmu (misalnya saat ada paket kiriman yang datang).

Setiap lokasi coliving Rukita juga memiliki front office dan Community Manager yang siap membantu segala kebutuhan dan keluh kesahmu.

Belum lagi layanan laundry, pembersihan kamar, dan maintenance yang rutin dilakukan setiap minggu.

Dijamin kamu akan merasa lebih nyaman dan betah, serasa tinggal di rumah sendiri dan semuanya sudah ada yang mengurus.

Taco Night di Rukita Karawaci
Source: Rukita

Buat yang ingin hangout tapi malas keluar rumah, Rukita juga rutin mengadakan acara seru dengan para penghuni.

Dari mulai sharing session, diskusi dengan pembicara yang bikin pintar, atau sekadar makan-makan, ini bisa jadi kesempatan mengenal “tetangga” atau bahkan member Rukita di lokasi lain sekaligus jadi ajang networking.

Tertarik tinggal di coliving Rukita? Yuk, langsung pilih hunian coliving di daerah incaranmu.



Atau langsung ketik link berikut di browser kamu: bit.ly/rukita-pilihan

Penasaran soal unit coliving Rukita lainnya? Yuk, kunjungi www.Rukita.co, dan jangan lupa follow Instagram Rukita di @Rukita_Indo serta Twitter di @Rukita_Id.

Kamu juga bisa tanya-tanya langsung ke Nikita (customer service Rukita) di +62 811-1546-477.

Larasati Ayeshaputri

A South Jakarta native with a twist of loving k-pop. Your guide to Jakarta's best hangout spots, fashion, and beauty tips. Also knowledgeable in quirky tips, and a poet in @baharipatah.

Leave a Reply