M

Minum Kopi Pagi atau Siang? Yuk, Cari Tahu 5 Fakta tentang Waktu Tepat Minum Kopi

Waktu yang paling tepat minum kopi

Kita hobi banget ngumpul sambil ngopi, kan? Pagi saat bangun ngopi dulu biar nggak ngantuk. Siang sesudah makan, tuh, ngopi lagi biar tetep melek. Lanjut malam nongkrong sama teman pun ngopi lagi. Sebenarnya kapan, sih, waktu tepat minum kopi?

Ada banyak orang yang kalau nggak minum kopi di pagi hari bakal jadi grumpy banget karena mereka butuh kopi buat ‘bangun’. Namun, katanya minum kopi di pagi hari itu salah dan di sisi lain kalau terlalu malam meminumnya malah nggak bisa tidur. Jadi bingung, kan?

Mungkin kita harus lihat beberapa fakta sains dulu untuk mengetahui waktu paling tepat minum kopi. Kalau sampai jamnya salah, tuh, pantas saja selama ini rasanya minum kopi jadi nggak efektif. Mari kita diskusi bareng tentang waktu yang paling benar atau salah untuk mengonsumsi minuman berkafein ini!

Fakta-fakta Unik mengenai Jam Minum Kopi

Setiap tubuh memiliki jam biologis berbeda, jadi sebenarnya waktu paling tepat untuk ngopi juga berbeda-beda. Namun, ada panduannya dan penjelasan secara sains agar kamu tahu kapan waktu tepat buat ngopi.

1. Mengerti dulu tentang kortisol dan jam biologis tubuh

Image result for early bird night owl
Source: quora.com

Perbedaan waktu dalam meminum kopi bisa meningkatkan atau menurunkan manfaatnya. Bahkan, akibat paling buruknya bisa menimbulkan risiko kesehatan yang berhubungan dengan ritme kinerja tubuh secara biologis.

Jadi, di dalam otak kita ada Suprachiasmatic nucleus (SCN) yang mengontrol kortisol atau hormon stres. Kalau kortisol meningkat, maka kamu akan merasa bangun dan sadar. Nukleus ini mengeluarkan kortisol berdasarkan ritme sirkadian, yang merupakan perputaran 24 jam yang berbeda-beda bagi tiap orang. Contohnya nih, morning person dan night owl punya ritme yang berbeda 12 jam.

Kamu apa, sih? Coba ambil tesnya morning person dan night owl, yuk!

Kalau meminum kopi saat SCN sudah mengeluarkan banyak kortisol, kamu akan kelebihan hormon stres dan efeknya akan buruk! Minumlah saat kortisol rendah sehingga mood dan energimu bisa keluar tanpa ada rasa kaget maupun gemetaran.

2. Kenapa ngopi di pagi hari itu tidak ideal?

Image result for coffee in bed
Source: freestocks.org

Kortisol meningkat saat kamu bangun tidur. Jadi, kalau kamu minum kopi saat jam sarapan atau saat jam makan siang, tuh, sebenarnya kamu nggak akan dapat banyak manfaat dan malah tambah stres.

Ritme sirkadian itu bergantung pada lingkungan dan pola hidup. Contohnya, matahari adalah salah satu regulatornya. Kalau matahari bersinar cerah, kan, kamu merasa segar. Sebaliknya saat mendung kamu merasa jadi lebih malas. Jadwal tidur, rasa lapar, dan faktor lainnya juga bisa memberi efek padi sirkadian-mu karena produksi hormon akan berubah.

Semua orang akan merasakan peningkatan kortisol secara alami dalam beberapa titik waktu setiap hari. Biasanya, sih, pukul 8-9 adalah titik puncak dari kortisol. Kalau kamu tetap ngopi pada jam peningkatan kortisol ini maka badanmu akan menimbulkan toleransi terhadap kortisol.

Kalau kamu mengalami toleransi terhadap kafein, tuh, efek peningkatan energinya hanya sedikit saat meminum kopi. Akhirnya kamu akan minum lebih banyak kopi agar menimbulkan efek pada tubuhmu. Nah, kamu pun akan kecanduan dan kelebihan minum kafein.

3. Jam peningkatan kortisol

Image result for coffee at work
Source: millersatwork.com

Bagi orang pada umumnya yang bangun sekitar pukul 6 pagi sampai pukul 7, ya, kortisol akan meningkat:

  • Pagi pukul 8-9
  • Siang sampai pukul 13.00
  • Sore sekitar pukul 17.30 – 18.30

Pada jam-jam inilah kamu nggak boleh meminum kopi karena justru tidak akan mendapatkan manfaat kopi secara maksimal, bahkan membangun toleransi terhadap kafein.

Untuk orang-orang yang suka bangun pagi sekitar pukul 4-5, nih, sesuaikan waktu di atas dengan menguranginya sekitar 2-3 jam. Untuk orang-orang night owl yang bangun pukul 10-11 siang, kamu bisa menambah angka di atas sekitar 3-4 jam.

Kamu jadi tahu, kan, kapan waktu yang tepat untuk minum kopi bagi dirimu sendiri?

4. Minum kopi pada malam hari dan jam tidur

Image result for coffee at night
Source: pinterest.com

Minum kopi di malam hari akan menurunkan produksi melatoninmu, atau hormon yang membuat kamu ngantuk dan tertidur. FYI, kalau kamu minum kopi 6 jam sebelum tidur maka jam tidurmu pasti akan berkurang satu jam.

Kafein bisa berada di dalam darah selama 12 jam. Kamu bisa saja malah mengalamai insomnia bila minum kopi terlalu siang atau malam. Apabila insomnia terjadi maka kesehatan tubuhmu akan menurun.

Bakalan sulit untuk mendapatkan deep sleep yang berkualitas dan tak terganggu kalau ada kafein dalam darah. Jadi, untuk orang-orang pada umumnya, nih, lebih baik berhenti minum kopi pukul 15.00. Untuk night owl pukul 17.00 – 18.00 adalah waktu terakhir untuk menikmati kopi.

5. Kesimpulan: waktu tepat untuk minum kopi

Source: Meme Generator

Akhirnya kita masuk ke dalam poin yang paling penting dan paling ditunggu, nih. Kapan waktu yang paling pas buat ngopi atau minuman kafein lainnya? Minum kopi di pagi hari sebaiknya tepat sesudah puncak dari peningkatan kortisol, yaitu antara pukul 9 pagi sampai pukul 11.30.

Saat siang hari, yaitu antara pukul 13.00 sampai 16.00 dan angka ini untuk orang yang jamnya normal, lho! Early bird bisa menguranginya 2-3 jam, sementara night owl bisa menambahkan sekitar 3 jam.

Periode di antara peningkatan kortisol adalah waktu yang paling tepat untuk mendapatkan keuntungan paling maksimal dari kafein. Kamu nggak akan merasa deg-degan, stres, maupun anxious, namun kamu bisa meningkatkan kesadaran dengan baik.

6. Adaptasi tubuh

Image result for breakfast coffee
Source: foodhacks.com

Ritme sirkadian bisa berubah dan menyesuaikan dengan kebiasaan harian kita. Contohnya yang paling nyata, nih, kortisol orang yang kerjanya di malam hari akan naik pada malam hari ketika mereka harus bangun.

Jadi, kalau kamu terbiasa bangun siang, ritmemu akan ikut jam siang. Namun, kalau kamu terbiasa bangun pagi, maka kortisolmu akan memuncak di waktu yang lebih pagi. Tubuh kita memang luar biasa, sih, karena selalu bisa menyesuaikan diri.

7. Tips brewing kalau sudah terlanjur toleran

Image result for cold brew coffee
Source: wideopeneats.com

Kalau kamu sudah telanjur sering ngopi pagi dan sudah memiliki ketergantungan maupun toleransi, coba ubah cara brewing kopi. Walaupun lebih baik, sih, kamu mencoba menyesuaikan tubuhmu dengan pola minum kopi yang benar.

Pakai metode-metode yang akan membuat kafein dalam kopi tidak terlalu kuat seperti menyeduh kopi dengan cara biasa. Cold brew dan AeroPress bisa mengurangi kadar kafein. Kamu bisa menemukan berbagai mesin dan cara untuk brewing kopi di Stories Rukita.


Sekarang kamu jadi tahu, deh, cara menghitung jam tepat untuk minum kopi. Kalau ada orang yang bilang bahwa kopi nggak ada efeknya, berarti dia sudah terlalu lama minum di jam yang salah!

Jam berapa, nih, waktu paling tepat untuk ngopi buat kamu? Ayo, bagikan pengalamanmu di kolom komentar.

Chikitta Carnelian

Lifestyle content writer by day, and researcher by night. Care about mental health, the environment, and healthy lifestyle. Love pastries too much and enjoy trying different brunch places and nice bars. In the journey to consume less meat.

Leave a Reply