·26 April 2020

Mager #dirumahaja? Ada 8 Alasan Kenapa Nggak Boleh Rebahan saat Social Distancing

·
6 minutes read
Mager #dirumahaja? Ada 8 Alasan Kenapa Nggak Boleh Rebahan saat Social Distancing

Semenjak harus diam #dirumahaja karena pandemi Corona, pasti sebagian besar dari kita pada mager dan ingin rebahan terus. Ayo, ngaku! Mungkin seminggu pertama WFH, nih, kamu masih rajin olahraga, lama-lama memilih bekerja, nonton, dan makan di kasur saja. Eits, padahal tubuh harus gerak terus lho!

Keadaan ternyata mengubah rutinitas kita apalagi rebahan memang enak banget! Namun, tanpa kamu ketahui mager bisa bikin keadaan tubuh dan pikiran makin memburuk. Mungkin selama ini pekerjaan dari kantor yang dikerjakan di rumah menyita waktu dan tenaga, tapi nggak berarti kamu bisa tiduran terus setiap saat, dong.

Manfaat dari Aktivitas Fisik dan Otak bagi Tubuh

Yuk, tetap aktif bergerak, jangan sampai sakit atau imunmu turun di saat pandemi Corona seperti sekarang. Walau bergerak bisa bikin capek, namun banyak khasiatnya bagi tubuh, lho! Apalagi kita juga sedang menjalani bulan Ramadan dan masih harus produktif WFH di rumah, kan.

1. Meningkatkan mood

tetap aktif bergerak bisa meningkatkan mood

Source: health365.com

Olahraga bisa meningkatkan mood serta mengusir perasaan depresi, cemas, dan stres. Saat kamu aktif bergerak, otakmu akan mengatur stres dan kecemasan dengan lebih baik. Otakmu juga akan merasa lebih sensitif dengan hormon serotinin dan norepinephrine yang mengurangi rasa depresi.

Olahraga juga bisa meningkatkan produksi endorfin yang memproduksi perasaan positif dan menurunkan rasa sakit. Olahraga bisa membantu orang-orang yang menyadari dirinya memiliki isu kesehatan mental agar lebih baik coping dengan keadaan tersebut.

Untungnya, nih, kamu nggak usah melakukan olahraga yang intens. Yang penting kamu harus rajin melakukan aktivitas fisik saja. Mood pasti bisa meningkat kalau banyak gerak, deh. Bayangin mood-mu terus menurun karena khawatir dengan Covid-19 dan kesepian, apa nggak makin menyiksa rasanya?

2. Meningkatkan level energi

Five Tips to Be More Energetic | Simon Vetter

Source: Simonvetter.com

Sering merasa lesu dan nggak produktif selama #dirumahaja? Kemungkinan, sih, karena kamu suka rebahan mulu. Aktivitas fisik dan olahraga bisa menjadi peningkat energi bagi semua orang.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang rajin berolahraga selama 6 minggu merasa makin jarang pegal-pegal dan kelelahan. Selain itu orang-orang yang punya berbagai sindrom kelelahan kronis juga akan merasakan maanfaat dari aktivitas fisik yang rutin.

Jadi, dengan badan yang kini sehat, kamu harus tetap aktif bergerak agar tidak mudah kelelahan. Mungkin kamu pikir, olahraga bakal membuat tambah capek, namun sebenarnya kamu justru makin segar dan produktif.

3. Menjaga berat badan

tetap aktif bergerak bisa menjaga dan menurunkan berat badan

Source: independent.co.uk

Ayo, ngaku siapa saja yang selama social distancing dan isolasi di rumah ini makan terus? Yap, penulis juga begitu, hehehe. Kita makan terus kemungkinan besar karena emotional atau stress eating. Cara penanggulangan stress eating sudah pernah dibahas, ya, sebelumnya tinggal kamu cek sendiri.

Dengan kondisi yang lebih sering makan, tuh, kalau cuma dipakai rebahan pasti berat badan kamu naik! Untuk mencegah kegemukan kamu harus berolahraga dan jaga pola makan. Kalau diet dengan cara yang salah, nih, metabolismemu akan menurun dan kamu bakal kesulitan menurunkan berat badan.

Sedangkan olahraga bisa meningkatkan metabolisme, tuh. Lakukan olahraga aerobik (kardio) di rumah ditambah resistance training untuk memaksimalkan penurunan kadar lemak dan peningkatan massa otot.

4. Menurunkan kemungkinan penyakit kronis

tetap aktif bergerak bisa mengurangi potensi sakit kronis

Source: personneltoday.com

Kebanyakan duduk atau rebahan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, lho! Penelitian menyatakan bahwa orang dewasa yang duduk diam nonton serial atau TV lebih dari 4 jam/hari memiliki kemungkinan terkena penyakit jantung sebesar 80%!

Olahraga yang teratur dan aktivitas fisik rutin bisa meningkatkan kesehatan jantung, sensitivitas insulin, menurunkan tekanan darah dan lemak dalam darah, serta meningkatkan sirkulasi darah maupun oksigen di dalam tubuh. Hal ini akan membuat tubuhmu sehat dan terhindar dari penyakit kronis.

Sedangkan kalau mager malah meningkatkan kadar lemak di perut yang kian meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe-2, penyakit jantung, dan kematian dini. Padahal kamu sudah tahu, kan, kalau Covid-19 bakal sangat mematikan bagi penderita penyakit kronis? Yuk, jangan sampai sakit!

5. Menyokong kesehatan otak dan memori

Qualities of a Healthy Brain, How to Keep Your Brain Healthy Guide.

Source: peacequarters.com

Berolahraga bisa meningkatkan fungsi otak, melindungi memori, dan meningkatkan kemampuan berpikir. Kok, bisa? Yap, olahraga bisa meningkatkan detak jantung dan membuat darah serta oksigen mengalir ke otak. Olahraga rutin sekaligus memproduksi hormon yang mendukung perkembangan sel otak sehingga terhindar dari penyakit kronis.

Kalau kamu merasa kurang produktif bekerja, nkh, olahraga di tengah-tengah WFH juga bisa dilakukan agar bisa fokus bekerja lagi.

Olahraga juga memengaruhi hippocamus yang merupakan bagian otak untuk mengingat dan belajar. Nah, rajin melakukan aktivitas fisik membuat hippocamus membesar yang ikut membantu fungsi mentalmu. Otak juga bisa membantu otak terhindar dari penyakit Alzheimer’s dan skizofrenia.

6. Meningkatkan kualitas tidur

Sleep Apnea - HelpGuide.org

Source: helpguide.org

Banyak orang yang bercerita bahwa mereka kesulitan tidur sejak adanya Covid-19 karena ketakutan dan kekhawatirannya di tengah situasi ini. Padahal tidur yang berkualitas itu dibutuhkan untuk imun tubuh, lho. Walaupun nggak boleh rebahan terus, tapi olahraga yang rutin bisa membantumu merasa relaks dan membantu tidur nyenyak di malam hari.

Berkurangnya energi karena tetap aktif bergerak bisa menstimulaasi proses pemulihan pada saat tidur. Kemudian naiknya temperatur tubuh saat olahraga juga bisa meningkatkan kualitas tidur.

Sebuah studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik rutin kurang lebih 150 menit/minggu bisa membantu insomnia dan membantu orang lebih berenergi di siang hari. Kamu tinggal memilih olahraga apa yang ingin dilakukan, bahkan jalan pagi subuh-subuh di kompleks pun bisa membantu agar tidurmu berkualitas sehingga lebih produktif di siang hari.

7. Stimulasi mental dan menurunkan stres

Selain badan kita bisa tetap aktif bergerak, nih, otak kita harus distimulasi juga dengan membaca. Jangan duduk sambil nonton terus karena hal ini tergolong pasif. Luangkan waktu setidaknya 1 jam per hari untuk membaca serta merasakan manfaat-manfaatnya.

Studi menyatakan bahwa orang yang membaca bisa menstimulasi pikirannya yang memperlambat perkembangan Alzheimer’s dan dimensia. Pasalnya otakmu akan aktif bekerja dan tidak akan kehilangan kekuatan. Membaca atau main games seperti catur dan puzzle membantu menstimulasi otakmu agar tetap tajam.

Jika akhir-akhir ini kamu banyak melihat berita-berkita negatif, ya, kenapa tidak membaca kisah-kisah hebat untuk menggantikannya? Buku yang ditulis dengan baik bisa membawamu ke dunia lain serta menurunkan tekanan dalam pikiran sehingga kamu bisa lebih relaks. Mau rekomendasi buku untuk masa isolasi Covid-19? Rukita punya rekomendasinya!

BACA JUGA: 10 Rekomendasi Buku Wajib Baca saat Karantina Covid-19 dan Perayaan Hari Buku Dunia

8. Meningkatkan konsentrasi

14 Powerful Ways to Form New Synapses in the Brain — Optimal ...

Source: optimallivingdynamic.com

Saat kamu membaca buku, tuh, kamu harus mengingat berbagai karakter, latar belakang mereka, ataupun berbagai insight yang kamu baca di buku nonfiksi. Pasti informasi yang harus kamu ingat itu banyak sekali, namun otakmu akan menyerapnya karena ‘dilatih’ setiap kali kamu berusaha mengingat sesuatu.

Yap, otak akan membentuk synapses baru (atau jalur otak) dan memperkuat yang lama sehingga memori kita makin kuat.

Selain itu pernahkah kamu harus ekstra berpikir untuk memahami buku fiksi maupun nonfiksi? Kemampuanmu untuk memahami dan menganalisis sesuatu di buku akan melatih otakmu sehingga analythical thinking-mu lebih kuat.

Disarankan juga untuk berdiskusi dengan orang lain saat membaca agar otakmu makin terstimulasi.


Rebahan itu nggak ada manfaatnya, ya, malah bikin kamu merasa makin nggak sehat. Lebih baik kamu tetap aktif melakukan kegiatan fisik serta menstimulasi otak!

Kegiatan apa yang paling sering kamu lakukan selama #dirumahaja? Ayo, tuliskan di kolom komentar sebagai inspirasi!

Bagikan artikel ini