Apa yang harus dilakukan setelah mengalami kegagalan maupun lelah secara emosional?

Hampir semua orang pernah merasa sedih karena kegagalan, atau setelah 'merasa' melakukan hal yang sia-sia. Ya, rasa lelah secara emosional membuat kita marah kepada diri kita sendiri bahkan menimbulkan depresi.

Sebenarnya, apa, sih, yang harus dilakukan setelah kamu mendapatkan pengalaman buruk dan ingin bangkit kembali?

Self Healing untuk Membantu Diri Sendiri

Self Healing untuk membantu diri sendiri
Source: Pixabay

Ternyata, salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk bangkit kembali dari kegagalan dan kelelahan emosional adalah dengan melakukan self healing.

Dalam ilmu psikologi, self healing adalah sebuah proses yang membantu menyembuhkan luka batin dengan kekuatan batin sendiri.

Hal tersebut dilakukan secara penuh untuk beranjak dari penderitaan, tanpa bantuan orang lain dan media apa pun.

Self Healing Butuh Waktu

merenung bagian dari self healing
Source: Spencer selover

Setelah melewati kegagalan sebenarnya diri kita mampu bangkit dengan sendirinya, tanpa bantuan apa pun atau siapa pun. Namun, memang butuh waktu jika kita mengandalkan diri sendiri buat bangkit kembali.

Dalam prosesnya bisa satu minggu bahkan satu tahun. Hal ini bergantung pada kemampuan kamu dalam berdamai dengan keadaan.

Apa yang Harus Dilakukan?

Self healing di alam
Source: Pixabay

Meski butuh waktu, bukan berarti kita diam saja hingga keadaan membaik dengan sendirinya. Justru ada beberapa hal yang harus kamu lakukan untuk mempercepat proses self healing tersebut.

Apa saja, sih, sebenarnya yang harus dilakukan? Yuk, simak!

1. Me time

me time sendiri
Source: Good news network

Salah satu hal paling mudah untuk dilakukan saat  proses self healing adalah me time, atau meluangkan waktu untuk diri sendiri.

Me time ini berguna untuk membuat setiap orang memikirkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Meluangkan waktu untuk diri sendiri benar-benar akan membuat kita merasa lebih berharga.

Silakan pilih tempat yang nyaman buat kita 'berteman' dengan diri sendiri, misalnya di kamar atau pergi ke sebuah tempat yang jauh dari orang lain.

2. Bicara dengan diri sendiri

bicara dengan diri sendiri
Source: ninjamommers

Saat me time kita bisa mulai bicara kepada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya kita inginkan. Selain itu, kita juga bisa mencoba jujur terhadap diri sendiri.

Cobalah mendengarkan apa yang ada di dalam lubuk hati terdalam kita karena cuma kitalah yang bisa mengerti diri sendiri.

Inilah momen tepat untuk mulai memahami diri sendiri dan bisa bersyukur atas apa yang hidup ini berikan buat kita.

3. Berdamai dengan keadaan

berdamai untuk self healing
Source: orchardvalleycounseling

Mengingat kembali kejadian-kejadian di masa lalu yang masih menorehkan luka di hati akibat kegagalan memang tak terhindarkan.

Kalau kegagalan tersebut begitu besar buat kita dan membuat hati kita terluka pastinya tidak akan mudah untuk melupakan semua itu begitu saja.

Kalau sampai mengalami hal ini, sebaiknya kita mencoba berdamai dengan keadaan.

Terima keadaan yang sedang menimpa diri kita dan jadukan sebagai guru kehidupan yang menempa pribadi kita agar lebih baik lagi.

4. Merenung

merenung sendirian
Source: tribunnews.com

Merenung bukan berarti berdiam diri, namun berusaha untuk memaknai berbagai peristiwa dan kejadian yang telah dialami.

Bukan cuma buat mengingat kembali, merenung bertujuan untuk meningkatkan self-compassion dan kebermaknaan hidup kamu.

Merenung bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya mencari tempat yang tenang untuk memejamkan mata sejenak.

Cobalah untuk fokus terhadap diri dan pikiran yang kita miliki pada saat itu. Cobalah juga memahami setiap emosi yang ada di dalam diri kita dengan penuh kesadaran, terutama memaafkan diri sendiri atas kegagalan.

5. Menyayangi diri sendiri

mencintai diri sendiri
Source: life coach directory

Cobalah menyayangi diri sendiri atau meningkatkan self-compassion kita terhadap diri sendiri. Dengan menyayangi diri sendiri, seseorang mampu membuat dirinya memaknai pengalaman yang tidak menyenangkan dengan emosi berbeda.

Hal tidak menyenangkan yang sebelumnya kita alami dapat dimaknai secara lebih positif setelah kita memaafkan dan semakin menyayangi diri sendiri.

Selain itu, kita dapat meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri, merespons peristiwa buruk dengan ikhlas, dan membebaskan diri dari kesedihan yang berlarut-larut sehingga bisa move on.

6. Jadikan penyesalan sebagai kekuatan

menjadi kuat
Source: goalcast

Tidak sedikit kegagalan yang berujung pada penyesalan dalam diri seseorang. Sepertinya penyesalan tak ada habisnya dalam diri kita!

Hal ini menimbulkan perasaan tidak nyaman. Gelisah, cemas, dan galau karena terus memikirkan hal tersebut membuat seseorang lelah secara emosional.

Nah, saat kita sudah merasa lebih kuat, jadikanlah sebuah penyesalan terberat sekalipun di dalam hidup kita sebagai pelajaran.

Intinya, tidak masalah membuat kesalahan, tetapi pastikan setelahnya kita tidak akan mengulanginya lagi.

7. Tempatkan masa lalu di belakang

kunci masa lalu
Source: farmhouse

Manusia memang tidak bisa mengubah peristiwa yang telah terjadi. Namun, kita bisa mengubah cara pandang terhadap masa lalu.

Masa lalu akan selalu ada karena sudah terjadi dan bukan untuk terus disesali. Lebih baik kita melihat ke masa depan untuk menjadi lebih positif dan menyenangkan.

Masa lalu cukup dimaknai dengan respons positif yang membentuk diri kita saat ini. Hal ini akan sangat membantu hati kita untuk sembuh sepenuhnya.

8. Tuangkan emosimu dengan hal positif

menuangkan emosi
Source: Alaraby.co.uk

Alternatif yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan emosi yang kamu rasakan adalah dengan cara meluapkannya secara kreatif.

Kamu bisa menulis, menciptakan lagu, atau melukis, intinya lakukan apa pun dengan media yang membuat kamu nyaman.

Kamu tidak perlu memerhatikan aturan yang ada, jadilah ekspresif dan ungkapkan segala emosi yang kamu rasakan saat merasa stres.

Dengan mengekspresikan segala perasaan yang tertahan itu, kamu akan melihat masalah dari sudut pandang yang lain dan tentunya lebih positif.


Nah, itulah tips dari Rukita buat kamu untuk melepaskan beban yang kamu rasakan. Cocok dipraktikkan saat kamu sedang merasa down atau merasa galau akan sesuatu.

Semoga kamu bisa cepat bangkit menjadi pribadi yang lebih baik dan positif!

BACA JUGA: 5 Permainan Seru untuk Dimainkan Ramai-ramai | Nongkrong Bareng Makin Asyik!